Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 27.9 ° C

Atlet Paralimpik Kota Bandung jadi Andalan Timnas ke ASEAN Paragames 2020

Arif Budi Kristanto
Paralimpik/DOK. PR
Paralimpik/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Kota Bandung kembali memberikan kontribusi signifikan pada komposisi tim nasional (timnas) paralimpik Indonesia. Sedikitnya 18 paralimpian asal Kota Bandung memperkuat timnas Indonesia untuk menghadapi ASEAN Paragames 2020 di Manila, Filipina.

Ketua Umum National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kota Bandung, Adik Fachrozi, mengatakan,  jumlah atlet paralimpik asal Kota Bandung pun kemungkinan akan bertambah. NPCI pusat telah memanggil lagi atlet Kota Kembang untuk mengikuti seleksi masuk timnas.

"Sebelumnya kami mengirimkan 21 atlet untuk mengikuti seleksi timnas dan kemudian 18 atlet lolos ke pelatnas. Kami sangat bersyukur atlet paralimpik binaan Kota Bandung bisa lolos  masuk Pelatnas membela Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2020 di Manila," ujar Adik di Sekretariat NPCI Kota Bandung, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Minggu, 26 Mei 2019.

Adik mengatakan, ke-18 atlet yang sudah bergabung dengan pelatnas ASEAN Paragames 2020 tersebut berasal dari beberapa cabang olahraga (cabor). Dia menyatakan optimistis bahwa medali bergengsi akan bisa dipersembahkan oleh ke-18 atlet andalan Kota Bandung itu.

"Kans terbesar untuk meraih medali pada cabor catur atas nama Yadi Sopian dan tenis meja atas nama Agus. Keduanya memiliki peluang besar untuk dapat meraih medali, apalagi Agus yang sekarang berada di peringkat 10 besar dunia. Tapi, tidak menutup kemungkinan dari cabor lain atlet kita bisa menyumbangkan medali untuk Indonesia, judo misalnya," ujarnya.

Kota Bandung akan kirimkan atlet ikut seleksi kedua

Dia menambahkan, Kota Bandung memiliki banyak atlet potensial. Hal itu memberikan peluang besar semakin bertambah jumlah atlet yang dipanggil untuk menjadi anggota timnas.

"Kita diminta untuk menyiapkan atlet untuk mengikuti seleksi tahap kedua dan kami berencana akan mengirimkan 15 atlet lagi ke Solo mengikuti seleksi. Saya optimistis dari 15 orang ini pasti ada yang lolos," katanya.

Pelatnas tim paralimpik Indonesia sudah berjalan sejak bulan Januari di Kota Solo. NPCI Kota Bandung, kata Adik, berencana akan melakukan monitoring langsung untuk melihat atlet hasil binaannya.

"Selain melakukan monitoring, tentunya kami juga akan memberikan motivasi kepada mereka. Kami sudah mengajukan ke Dispora Kota Bandung kelengkapan datanya," kata Adik.

Dikatakannya,  predikat  juara Umum Peparda 2018 telah diraih Kabupaten Bogor yang bisa merebut 191 emas. Namun, atlet Kabupaten Bogor yang dipanggil masuk pelatnas, kata Adik, tidak sebanyak utusan Kota Bandung.***

Bagikan: