Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 26.3 ° C

Piala Sudirman 2019, Indonesia Percaya Diri Hadapi Taiwan di Perempat Final

Wina Setyawatie
PEBULU tangkis ganda putri Indonesia Greysia Polii (kanan) dan Apriyani Rahayu mengembalikan kok ke ganda putri Denmark Maiken Fruergaard dan Sara Thygesen pada babak penyisihan grup 1B Piala Sudirman 2019 di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, China, Rabu, 22 Mei 2019. Indonesia melaju ke babak perempat final Piala Sudirman 2019 sebagai Juara grup meskipun kalah 2-3 dari Denmark.*/ANTARA
PEBULU tangkis ganda putri Indonesia Greysia Polii (kanan) dan Apriyani Rahayu mengembalikan kok ke ganda putri Denmark Maiken Fruergaard dan Sara Thygesen pada babak penyisihan grup 1B Piala Sudirman 2019 di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, China, Rabu, 22 Mei 2019. Indonesia melaju ke babak perempat final Piala Sudirman 2019 sebagai Juara grup meskipun kalah 2-3 dari Denmark.*/ANTARA

NANNING, (PR).- Indonesia percaya diri untuk menghadapi Taiwan, runner-up Grup C, di babak perempat final Piala Sudirman 2019, yang akan berlangsung Jumat, 24 Mei 2019, di Guangxi Sports Center, Nanning, Jakarta. Secara menyeluruh, kekuatan Indonesia dinilai lebih unggul. 

Hal tersebut diungkapkan Manajer Tim Indonesia Susy Susanti usai undian fase gugur, Rabu, 22 Mei 2019 malam waktu setempat. Kekuatan calon lawan Indonesia tersebut kuat di sektor tunggal dan ganda putra.

"Mereka punya Tai Tzu Ying yang merupakan peringkat satu dunia. Lalu, di putra ada Chou Tien Chen, dan di ganda putra Lee Yang-Wang Chi-Lin yang sedang naik performanya juga jadi kekuatan lawan. Hanya saja peluang kami lebih besar," ujarnya.

Di atas kertas, Indonesia memang bisa mengambil poin dari ganda putri dan campuran, namun di tunggal putra dan ganda putra pun peluangnya masih ada, 50-50. Di tunggal putra, baik Anthony Sinisuka Ginting maupun Jonatan Christie sama-sama memiliki keunggulan secara rekor pertemuan dengan Chen.

Anthony unggul 5 pertandingan dari 9 laga yang pernah dijalani mereka berdua. Di pertemuan terakhir di Singapore Open 2019 pun Anthony sukses mengatasi pemain peringkat 4 dunia tersebut.

Namun, pertemuan mereka selalu berjalan ramai. Kemenangan Anthony pun selalu dihasilkan lewat permainan tiga gim. 

Sebaliknya, Jonatan sementara ini masih superior atas Chen. Dari lima pertemuan mereka, Jonatan belum sekalipun terkalahkan. Pertemuan terakhir mereka terjadi pada Asian Games 2018 lalu. Pertemuan keduanya juga selalu berakhir ramai.

Performa Chen sendiri tidak terlalu apik di awal tahun ini. Dari enam pertandingan yang dijalani pencapaian terbaiknya sementara hanya sampai babak semifinal, itu pun di level BWF Super 300 dan 500.  

Di ganda putra, Taiwan memiliki dua pasangan. Liao Min Chun-Su Ching Heng yang kini menduduki peringkat 11 dunia dan Lee-Wang yang di 26 dunia. Namun dibandingkan dengan Lee-Wang, performa Liao-Su dalam 2019 ini tidak terlalu baik. Dari 9 penampilan Liao-Su mereka sejauh ini belum bisa menembus babak 16 besar.

Sebaliknya, Indonesia punya tiga pasangan, Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan, Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon, dan Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto. Secara "head to head", Hendra-Ahsan dan Lee-Wang pernah saling mengalahkan di dua pertemuan. Kevin-Marcus pun masih unggul 1-0 setelah pertemuan perdana mereka di Malaysia Open 2019 lalu.

Begitu juga Fajar-Rian. Keduanya juga baru pertama kali bertemu di Swiss Open 2019 lalu dan kemenangan jadi milik pasangan Indonesia tersebut. 

Indonesia sendiri maju ke babak "8 Besar" dengan status juara grup, meskipun di penyisihan terakhir grup B kalah 2-3 dari Denmark.***

Bagikan: