Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Langit umumnya cerah, 20.7 ° C

Kalah dari Denmark, Indonesia Tetap Juara Grup B

Wina Setyawatie
Ilustrasi.*/DOK PR
Ilustrasi.*/DOK PR

NANNING, (PR).- Indonesia harus mengakui keunggulan Denmark di laga penyisihan grup B terakhir Piala Sudirman 2019. Bertanding di Guangxi Sports Center, Nanning, Tiongkok, Rabu 22 Mei 2019, Indonesia takluk 2-3. 

Meski kalah, Indonesia tetap melaju ke babak perempat final dengan status juara Grup B. Ini setelah melihat dari selisih pertandingan. Kedua tim sama-sama mencatatkan satu kemenangan dan satu kekalahan. Di laga pertama Indonesia menang 4-1 atas Inggris, sebaliknya Denmark kalah 2-3 atas Inggris. Dengan begitu Indonesia unggul selisih jumlah kemenangan 6-4, dibandingkan Denmark yang mencatatkan 5-5. 

Kemenangan itu membuat Denmark mendapatkan tiket babak perempat final sebagai runner-up, dan menyisihkan Inggris yang akhirnya finis di posisi terbuncit di klasemen grup B setelah hanya membukukan 4-6. Inggris pun tersingkir.

Kemarin Denmark tampil dengan sedikit perubahan baru di sektor ganda putra. Bila kemarin saat melawan Inggris, Denmark menurunkan Kim Astrup berpasangan dengan Anders Skaarup Rasmussen, kali ini Kim berpartner dengan Mathias Boe.

Perubahan itu tidak berpengaruh banyak. Mengingat di beberapa sektor lainnya, Denmark lebih kuat dibandingkan para pemain Indonesia yang kemarin dipilih untuk dimainkan. 

Tiga kekalahan yang diderita Indonesia datang dari sektor ganda campuran, tunggal putra dan putri. Sementara poin Merah Putih disumbangkan oleh ganda putra dan putri.

Duet baru

Kekalahan Hafidz Faizal-Gloria Emmanuelle Widjaja setelah ditekuk 17-21, 11-21 oleh Mathias Christiansen-Sara Thygesen membuat Indonesia tertinggal satu poin. Kekalahn itu cukup mengejutkan, mengingat dibandingkan dengan pasangan Indonesia, pasangan Denmark ini merupakan duet baru. Sebelum Christiansen berpartner dengan Christinna Pedersen yang menyatakan pensiun di tahun ini.

Gloria belum mendapatkan sentuhannya membuat permainan mereka dinilai tanggung. Hingga lawan pun dengan leluasa mengatur permainan. 
 
Anthony Sinisuka Ginting pun tidak mampu menjalani tugasnya dengan baik dan membuat Indonesia tertinggal 0-2, setelah dirinya kalah 9-21, 16-21 atas Viktor Axelsen. 

Berbeda dengan pertemuan sebelumnya, Anthony kali ini tidak bisa mengeluarkan permainan terbaiknya. Axelsen menurutnya seperti sudah bisa membaca pergerakannya. Kontrol permainan yang baik dari lawan, membuat Anthony mengaku sulit mengembangkan permainannya. Terutama di gim pertama. 

Indonesia sempat bisa memperkecil kedudukan 1-2 setelah pasangan senior Indonesia, Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan memetik kemenangan pertama untuk Merah Putih. Hendra-Ahsan mampu menahan laju Denmark setelah mengalahkan duet mendadak Mathias Boe-Kim Astrup dengan skor 22-20, 21-14. 
Perjuangan "The Daddies" ini tidak mudah, terutama di gim pertama. Sempat terjadi setting, tapi juara All England 2019 ini mampu mengatasi lawan dengan baik. 

"Kami fokus ke permainan sendiri. Karena meski beda pasangan, komposisi ini tetap sama kuatnya. Di awal memang kita masih banyak melakukan kesalahan sendiri, tapi kami berusaha memotivasi agar tidak terlalu memikirkan permainan lawan dan menjalani pola sendiri," tukas Ahsan. 


Mengaku kecolongan

Fitriani yang turun di partai keempat menjadi penentu pun tidak sanggup menahan Denmark. Denmark memastikan kemenangan mereka setelah tunggal putrinya, Mia Blichfeldt sukses menaklukan Fitriani 13-21, 19-21. 

Fitriani sebenarnya hampir bisa memaksakan bermain tiga gim untuk memperpanjang napas Indonesia, sayang, ketika sudah mampu menyamakan kedudukan 19-19 di gim kedua, dia justru tidak mampu memanfaatkan momentum. Fitriani mengaku kecolongan diserang terlebih dahulu oleh lawan. 

"Hari ini lawan lebih mengontrol permainan. Permainannya berbeda dibanding pertemuan kami dua tahun lalu, dimana Mia masih emosional. Dia saat ini main lebih tenang, sebaliknya saya yang tertekan dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Kurang tenang, kurang sabar, dan mainnya 'jorok'," tegasnya. 

Poin kedua pun diperoleh pasukan Garuda setelah di partai terakhir, Greysia Polii-Apriyani Rahayu menyumbangkan kemenangan. Mereka menumbangkan pasangan Maiken Fruergaard-Sara Thygesen 21-18, 21-13. Kemenangan mereka jadi penentu posisi Indonesia di klasemen akhir grup B. 

"Kami sadar kami adalah penentu juara grup atau enggaknya. Tapi kami ingin jadi juara, jadi kami pun berpikir seperti itu. Fokus ke permainan untuk berusaha mengambil ambil poin ini. Kekalahan teman-teman sebelumnya tidak mempengaruhi kami. Kami mau menyumbangkan satu poin karena penting banget buat Indonesia," ujar Greysia.

Melawan pemain Eropa, menurutnya susah-susah gampang. Mengingat kepercayaan diri lawan dinilainya sangat tinggi. 

"Kami tidak boleh lengah, tetap menekan mereka. Adu strategi dan ngotot-ngototan dari segi non-teknisnya," ucapnya menambahkan. 

Selain Indonesia yang menjadi juara grup B, di Grup A ada Jepang yang memimpin klasemen. Mereka maju ditemani oleh Thailand sebagai runner-up setelah di laga terakhir menang 3-2 atas Rusia. 

Di Grup C, Korea memastikan diri sebagai juara grup setelah mengalahkan Taiwan 3-2 di penyisihan terakhir. Taiwan pun ikut melangkah sebagai runner-up. 

Di Grup D, Tiongkok digdaya. Mereka memastikan juara grup, setelah menyikat bersih 5-0 dua pertandingan melawan Malaysia dan India. Malaysia pun berhak mendampingi setelah India dinyatakan kalah selisih jumlah permainan.***
 

Bagikan: