Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 18.3 ° C

Menang 4-1 Atas Inggris, Indonesia Melaju ke Perempat Final di Piala Sudirman 2019

Wina Setyawatie
TIM Indonesia masuk dalam babak perempat final setelah bertanding di Guangxi Sports Center Gymnasium, Tiongkok, Minggu, 19 Mei 2019. Indonesia petik kemenangan pertama di Grup 1B atas Inggris 4-1. Satu-satunya poin yang lepas datang dari sektor ganda campuran. Praveen Jordan-Melati Daeva Oktavianti harus mengakui keunggulan duet suami-istri, Chris Adcock-Gabrielle Adcock dengan skor 17-21, 18-21.*/HUMAS PBSI
TIM Indonesia masuk dalam babak perempat final setelah bertanding di Guangxi Sports Center Gymnasium, Tiongkok, Minggu, 19 Mei 2019. Indonesia petik kemenangan pertama di Grup 1B atas Inggris 4-1. Satu-satunya poin yang lepas datang dari sektor ganda campuran. Praveen Jordan-Melati Daeva Oktavianti harus mengakui keunggulan duet suami-istri, Chris Adcock-Gabrielle Adcock dengan skor 17-21, 18-21.*/HUMAS PBSI

NANNING, (PR).- Indonesia memastikan diri maju ke babak perempat final Piala Sudirman 2019 setelah merebut satu kemenangan di fase grup. Bertanding di Guangxi Sports Center Gymnasium, Tiongkok, Minggu, 19 Mei 2019, Indonesia petik kemenangan pertama di Grup 1B atas Inggris 4-1.

Kemenangan tersebut menempatkan Indonesia di puncak klasemen grup. Indonesia tinggal menjalani satu pertandingan lagi melawan Denmark untuk menentukan juara grup.

Sebaliknya, bagi Inggris, kekalahan itu menempatkan mereka di dasar klasemen, dibawah Indonesia dan Denmark. Mereka harus bisa menang telak melawan Denmark di laga selanjutnya, Senin, 20 Mei 2019. Denmark sendiri kemarin belum menjalani satu pertandingan pun. 

Pada kemenangan Indonesia, satu-satunya poin yang lepas datang dari sektor ganda campuran. Praveen Jordan-Melati Daeva Oktavianti harus mengakui keunggulan duet suami-istri, Chris Adcock-Gabrielle Adcock dengan skor 17-21, 18-21. 

Pertemuan kedua pasangan ini di empat pertemuan sebelumnya memang selalu ramai. Namun, Praveen-Melati sebenarnya memiliki keuntungan karena di dua pertemuan sebelumnya, di Japan Open dan China Open 2018, sudah menang atas pasangan Adcock ini. 

Kekalahan Praveen-Melati sendiri tidak lepas dari ketidaksiapan mereka mengantisipasi servis lawan. Banyak poin yang hilang karena tidak siap merespon servis lawan. 

"Kami memang terpengaruh dengan servis lawan. Mulai dari kedudukan 17-17 sampai akhir di gim pertama tadi. Apalagi ini pertandingan pertama Mely (Melati) jadi agak kagok juga mainnya," kata Praveen. 

TIM Indonesia masuk dalam babak perempat final setelah bertanding di Guangxi Sports Center Gymnasium, Tiongkok, Minggu, 19 Mei 2019. Indonesia petik kemenangan pertama di Grup 1B atas Inggris 4-1. Pemain tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting, yang turun di partai ketiga akhirnya menjadi penentu kemenangan Indonesia setelah menang mudah 21-9, 21-12 atas Toby Penty.*/HUMAS PBSI

Kekalahan juga disebabkan faktor nonteknis

Sang pelatih, Richard Mainaky, mengatakan bahwa secara kualitas kedua pasangan tersebut dinilainya berimbang. Hanya saja yang dilihatnya, pada saat unggul di gim pertama, justru anak didiknya tidak bisa mengatasi masalah nonteknis yang datang dari lawan. 

"Gangguan yang datang itu, seperti beberapa kali mereka (Adcock) meminta servis ulang karena alasan belum siap, dan mereka mengisyaratkannya dengan mengangkat tangan. Lalu sering ulur waktu dengan minta break,” katanya.

Hal itu, menurut dia, adalah strategi yang kurang suportif dan merugikan tim Indonesia. Praveen-Melati pun dinilainya terlalu polos sehingga tidak pernah protes kepada wasit.

Ia mengatakan, hal-hal seperti itu harusnya jadi perhatian wasit juga. Meski kekalahan tersebut tetap tidak bisa dijadikan alasan, namun pemain juga bisa meminta protes ke wasit karena lawan tidak sportif. 

"Lawan memang tidak suportif, tapi harus diakui juga bila Praveen-Melati tidak siap. Mereka tidak bisa mengantisipasi servis lawan di gim pertama. Mereka sudah biasa atasi di gim kedua, sudah mereka tunggu flick servis lawan. Hanya saja, lagi-lagi di poin kritis lawan menerapkan lagi taktik yang tidak fair dan itu merugikan. Jadi secara teknik, sebenarnya tidak kalah. Namun, justru kalah dalam mengatasi strategi nonteknis lawan," tuturnya.

TIM Indonesia masuk dalam babak perempat final setelah bertanding di Guangxi Sports Center Gymnasium, Tiongkok, Minggu, 19 Mei 2019. Indonesia petik kemenangan pertama di Grup 1B atas Inggris 4-1. Pasangan ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon, menaklukkan permainan Marcus Ellis-Chris Langridge tanpa kesulitan dengan 21-9, 21-18.*/HUMAS PBSI

Hasil pertandingan sudah sesuai prediksi

Sementara itu, poin kemenangan Indonesia dipersembahkan oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon. Tanpa kesulitan, mereka menaklukkan permainan Marcus Ellis-Chris Langridge dengan 21-9, 21-18.

Gregoria Mariska Tunjung menambah keunggulan Merah Putih setelah menumbangkan Abigail Holden juga dalam dua gim langsung 21-10, 21-13. Anthony Sinisuka Ginting yang turun di partai ketiga akhirnya menjadi penentu kemenangan Indonesia setelah menang mudah 21-9, 21-12 atas Toby Penty. 

Poin keunggulan Indonesia bertambah setelah Greysia Polii-Apriyani Rahayu mampu mengatasi pasangan Chloe Birch-Lauren Smith meski perlu sedikit kerja keras. Greysia-Apriyani menang 21-16, 21-18. 

Mengevaluasi penampilan pertama tim Indonesia, Susy Susanti mengatakan jika hasilnya memang sesuai prediksi. Perebutan poin di ganda campuran memang akan ramai.

"Karena kekuatan Inggris ada di ganda campuran. Sementara di nomor lainnya peluangnya lebih tinggi 51-49 lah. Karena ini laga pertama dan penting, maka kami pun komposisi terbaik dengan melihat dari "head to head" dan peluang," imbuhnya.***

Bagikan: