Pikiran Rakyat
USD Jual 14.670,00 Beli 14.370,00 | Umumnya cerah, 27.7 ° C

Tim Arung Jeram Jabar Boyong 2 Medali Emas di Kejuaraan Arung Jeram Dunia

Miradin Syahbana Rizky
TIM Arung Jeram Indonesia yang diwakili Jawa Barat tengah bertanding di di ajang World Rafting Championship (WRC) tahun 2019, Tully River Queensland, Australia, Jumat, 17 Mei 2019 waktu setempat. */DOK FAJI JABAR
TIM Arung Jeram Indonesia yang diwakili Jawa Barat tengah bertanding di di ajang World Rafting Championship (WRC) tahun 2019, Tully River Queensland, Australia, Jumat, 17 Mei 2019 waktu setempat. */DOK FAJI JABAR

BANDUNG, (PR).- Berangkat dari dana swadaya, Tim Arung Jeram Jawa Barat yang mewakili Indonesia berhasil mendapatkan 2 medali emas di ajang World Rafting Championship (WRC) tahun 2019, Tully River Queensland, Australia, Jumat, 17 Mei 2019 waktu setempat. 

Adapun medali emas yang disumbangkan Jabar untuk kontingen Indonesia diperoleh dari tim Junior Putri yang tampil pada nomor head to head dan slalom. Khusus di nomor slalom mereka mampu menjadi yang terbaik setelah mengalahkan catatan poin kontingen Britania Raya, Jepang, Selandia Baru, dan Asutralia. 

Adapun total poin yang diperoleh kontingen Indonesia pada nomor slalom yakni 350 poin, lalu Britania Raya di urutan kedua dengan 322 point, kemudian di peringkat ketiga Jepang dengan 301 poin. Sedangkan peringkat ke empat dan kelima ditempati Selandia Baru dengan 287 point serta Australia dengan 277 poin. 

"Rasa bangga, haru dan sedih kami rasakan sebagai Pengprov FAJI Jabar mengingat dengan segala keterbatasan yang ada Atlet Arung Jeram Jawa Barat yang mewakili Indonesia di Kejuaraan Dunia tahun ini akhirnya bisa berangkat dan kembali menghasilkan prestasi," kata Ketua Umum Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jawa Barat, saat dihubungi melalui telfon selular, Jumat, 17 Mei 2019.

Menurut dia, kemenangan yang diraih para atletnya sekarang seakan sudah menggantikan usaha para insan yang telah ikut serta membantu keberangkatan para atlet arung jeram Jabar ke Australia. 

"Ironis rasanya dengan prestasi yang mendunia, kita sangat minim dukungan. Bahkan harus menjual dan melelang perahu untuk membantu biaya atlit-atlit kita disana," katanya. 

Di setiap keikut sertaannya, tim arung jeram Jabar selalu berhasil menyumbangkan prestasi bagi Timnas dan mendominasi squad. Pada ajang WRC tahun 2015 di Sungai Citarik, Sukabumi, 3 wakil tim Jawa Barat di Timnas sempat meraih prestasi dengan menjuarai nomor sprint (youth women) dan head to head (youth men).

Sedangkan pada ajang WRC tahun 2017 di Jepang, wakil Jawa Barat di Timnas juga sempat berhasil menempatkan tim Indonesia di peringkat ke-3 serta peringkat pertama dunia, nomor sprint dan overall. 

Maka dari pencapaian-pencapaian tersebut, Epul sapaan akrabnya sangat berharap, kedepan bisa mendapat dukungan baik dari pemerintah maupun pihak swasta. "Kita berharap kedepannya ada pihak pihak yang mau menjadi sponsor atau bapak angkat untuk olahraga extream yang nota bene berbeda dengan olahraga lainnya, olahraga Arung Jeram tidak hanya berbicara prestasi saja, akan tetapi ada peluang wisata sungainya yang bisa mendongkrak kehidupan ekonomi masyarakat," ujarnya. 

Di sisi lain ia pun sangat menyayangkan, sejauh ini, arung jeram masih belum menjadi bagian dari ajang multi event baik di Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA Games, Asian Games dan Olimpiade. Dan ia beranggapan dengan prestasi dunia arung jeram bisa menjadi solusi raihan medali Indonesia yang selama ini selalu mengandalkan olahraga seperti bulu tangkis, angkat berat dan lainnya. 

"Artinya menjadi tugas bersama baik Pengurus FAJI Pemerintah melalui Kemenpora dan KONI Pusat untuk memperjuangkan Arung Jeram masuk dalam ajang multi event. Kami menyadari di ajang multi event kita belum mampu memberikan kontribusi bagi Jawa Barat, namun kita sangat berharap atlet kami bisa mendapat apresiasi dari pemerintah khususnya dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat," tuturnya.***

Bagikan: