Pikiran Rakyat
USD Jual 14.289,00 Beli 14.191,00 | Langit umumnya cerah, 24.8 ° C

BOPI Minta LIB Bertanggung Jawab Atas Bentrok Suporter di Laga Pembuka Liga 1

Wina Setyawatie
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

JAKARTA, (PR).- Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) meminta pertanggung jawaban PT Liga Indonesia Baru (LIB) atas insiden bentrok antar suporter yang terjadi pada laga pembuka kompetisi Liga 1 2019 antar PSS Sleman melawan Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis, 15 Mei 2019 malam. Ada tiga poin penting yang diputuskan BOPI setelah pertemuan dengan LIB kemarin, 17 Mei 2019, di Wisma Kemenpora, Jakarta.

Dari pertemuan itu diputuskan pertama, menurut Sekretaris BOPI Sandy Suwardi kepada wartawan usai pertemuan, LIB harus meminta maaf secara terbuka kepada publik atau masyarakat. Kedua, BOPI merekomendasikan kepada PSSI dan Komisi Disiplin PSSI untuk berkerja 3x24 jam untuk menangani masalah ini.

"Kami ingin terhitung hari ini, PSSI dan Komdis mulai mencari apa penyebab kerusuhan dan siapa yang harus bertanggung jawab atas insiden tersebut. Kami akan tunggu, mau sangsinya apa terserah. Mau memberhentikan sementara Ketua Panpel atau ketua Match Comm. terserah, yang penting kami minta 3x24 jam sudah ada putusan," katanya.

Ketiga, LIB harus memberikan komitmennya. Bahwa apa yang terjadi kemarin, tidak akan terulang lagi.

"Apa jaminan yang bisa diberikan agar kerusuhan yang seperti kemarin tidak terulang lagi di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Sudah cukuplah kerusuhan kemarin sebagai pelajaran untuk kita semua," katanya.

Sementara itu dari LIB yang diwakili oleh Manajer Kompetisi, Asep Saputra mengatakan bahwa pihaknya sudah melaporkan tentang kondisi yang terjadi kemarin pada pertemuan tersebut. Pihaknya mengaku apa yang terjadi kemarin di luar keinginan mereka. 

Dalam laporan yang diterima oleh LIB, laporannya bersifat kronologis. Termasuk latar belakang kejadiannya seperti apa. Saat ini menurut Asep masih ada pihak kepolisian yang bekerja. 

"Kami (LIB) secara khusus memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh publik sepakbola nasional bahwa kejadian di kick off Liga 1 kemarin memang satu hal yang diluar keinginan kami. Ini memang jadi noda di laga perdana. Namun, kami pun sudah berkoordinasi kepada pihak tertentu untuk menyelesaikan masalah ini. Di sisi lain, kami bersama seluruh peserta betul-betul zero toleransi terhadap hal-hal yang berbau kerusuhan," ujarnya. 

Pihaknya mengaku akan menjaga komitmen seperti apa yang tertuang dalam rekomendasi yang dikeluarkan oleh BOPI. Apalagi ada pakta integritas yang ditandatangani seluruh klub dan itu dinilainya harus dijaga bersama.

"Kami semua komit untuk terus menjaganya sesuai yang tertuang di pakta integritas. Kita masih ada 302 pertandingan dan mudah-mudahan semua bisa menjaga situasi yang kondusif demi sepak bola profesional kita," tuturnya.

Lalu bagaimana LIB menjaga komitmen tersebut agar suporter tidak melanggar lagi, menurut Asep, komitmen dengan klub sebenarnya sudah dilakukan pihaknya sebelum kompetisi berjalan. Dengan melakukan pakta integritas tersebut dan di pertemuan manajer pun sudah dibahas seluruh komitmen tersebut.***

Bagikan: