Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Umumnya berawan, 28 ° C

Kericuhan Mewarnai Pembukaan Kompetisi Liga 1 2019

Wina Setyawatie
PARA suporter yang terkena lemparan keramik ubin Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (15/5/2019) akibat kericuhan yang terjadi antara suporter PSS Sleman dan Arema di laga pembuka Kompetisi Liga 1 2018.*/WINA SETYAWATIE/PR
PARA suporter yang terkena lemparan keramik ubin Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (15/5/2019) akibat kericuhan yang terjadi antara suporter PSS Sleman dan Arema di laga pembuka Kompetisi Liga 1 2018.*/WINA SETYAWATIE/PR

SLEMAN, (PR).- Kericuhan mewarnai pembukaan kompetisi Liga 1 2019 yang mempertemukan juara Liga 2 PSS Sleman dengan juara Piala Presiden 2019 Arema FC. Bukan di lapangan, namun justru antar suporter yang menyaksikan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu 15 Mei 2019.

Aksi para suporter yang di luar stadion berkonvoi bersama mengelilingi stadion, justru kontras dengan aksi suporter yang sudah masuk ke dalam stadion. Di luar stadion para Aremania menyanyikan lagu terima kasihnya kepada para suporter PSS Sleman yang sudah menerima mereka. Di dalam stadion, bahkan 30 menit sebelum pertandingan dimulai tensi mulai meninggi karena tidak terima dengan yel-yel yang disenandungkan oleh masing-masing suporter.
 
Aksi saling ejek pun terjadi, bahkan di tribun utara terlihat beberapa benda mulai beterbangan. Untungnya aksi tersebut tidak berlangsung lama, dan kondisi bisa kembali kondusif setelah suporter Sleman di tribun Selatan menyanyikan yel-yel mereka dan petugas dengan sigap menenangkan para suporter.  

Sayang, aksi saling lempar kembali terjadi di tribun selatan. Bahkan dari tribun atas ada yang melemparkan botol air mineral yang masih berisi air ke arah lapangan. 

Aksi tersebut mulai mereda setelah lima perwakilan Aremania masuk ke dalam lapangan membentangkan spanduk bertuliskan #terimakasih brifata curva sud, slemania, dan warga sleman. "Sepurane sing okeh" #malangslemansaduluran.

Kick off Liga 1 ini sendiri dibuka dengan sederhana. Tidak ada acara hiburan yang menghiasi pertandingan pembukaan seperti musim-musim sebelumnya. Jika musim lalu ada tendang bola dan tiup peluit bersama, maka kali ini hanya ada acara salaman dan foto bersama antara pengurus PSSI yang diwakili Komite Eksekutif, Komisaris dan Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebelum kick off dimulai. 

Gol cepat

Sleman melayangkan gol cepat di bawah lima menit pertama ke gawang Arema lewat Brian Federico Ferreira. Lalu Arema pun membalasnya di menit ke-29 lewat kaki Sylvano Dominique Comvalius. 
Namun kemudian, entah bagaimana kericuhan kembali terjadi di tribun Utara. Aksi saling lempar kembali berlangsung. Kali ini lebih ganas lagi, lemparan dari atas tribun Barat (VVIP) bukan lagi ke arah tribun Utara, tapi justru terbang ke arah tribun VVIP. Orang-orang pun berlari berlindung masuk ke tenda VVIP untuk menyelamatkan diri dari lemparan keramik ubin stadion yang dipecahkan. 

Beberapa penonton bahkan media dan penonton wanita sempat terkena lemparan tersebut. Bahkan wartawan dari Bolaskor mengalami pendarahan di jempol kanannya karena terkena lemparan.   Pertandingan pun berhenti seiring semakin ricuhnya penonton. "Match comm" sempat menunggu 2x30 menit untuk memutuskan apakah pertandingan ini akan dilanjutkan atau tidak. 

Tiga puluh menit pertama berlalu. Memasuki 30 menit kedua, match comm akhirnya memutuskan untuk meneruskan pertandingan setelah kondisi di nilai aman. 

Mengomentari kericuhan yang sempat terjadi, Direktur LIB Dirk Soplanit sempat mengatakan bahwa apa yang terjadi di laga pembuka ini diluar dugaan mereka. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kondisi tersebut kepada pihak keamanan. 

"Yang pasti ini akan masuk ke Komdis (Komisi Disiplin PSSI), karena ada pelanggaran displin. Dikhawatirkan adalah justru perizinan untuk laga selanjutnya," tuturnya singkat. 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Sandy Suwardi mengatakan bila pihaknya hampir saja mencabut rekomen Liga 1 setelah melihat adanya kericuhan tersebut. Menurut pengakuannya, dia saat itu memberikan waktu 15 menit kepada panpel untuk mengambil tindakan agar kericuhan tidak meluas. 

"Ini merupakan catatan untuk Liga 1 dan LIB. Agar semua pihak memiliki kesiapan dan kesigapan dalam menangani masalah. Tadi saya lihat petugas keamanannya kurang sigap. Untuk kami, ini kondisi biasa. Karena yang kisruh bukan suporter, karena kalau lihat tadi kejadiannya suporter PSS justru diam. Ini ada oknum. Kami minta kedepannya untuk diantisipasi," tegasnya. 
Hingga akhir babak pertama kedudukan tetap imbang 1-1. 

Memasuki turun minum, suasana kondusif. Chant-chant dari para suporter Sleman membuat PSS bermain lebih agresif lagi. Dua gol bertambah di babak kedua ini. 

Gol kedua PSS datang di menit ke-57 lewat Yevhen Bokhshvili yang sukses menyelesaikan assist Brian. Lalu gol tambahan PSS kembali terjadi di menit ke-81. Kali ini melalui pemain muda PSS, Rangga Muslim. Keunggulan 3-1 untuk tuan rumah hingga pertandingan usai.*** 

Bagikan: