Pikiran Rakyat
USD Jual 14.084,00 Beli 14.182,00 | Cerah berawan, 29.5 ° C

PSSI Besar Harapan Liga 1 Bisa Masuk Top 5 Liga Elit Asia pada 2022

Wina Setyawatie
SEKJEN PSSI, Ratu Tisha Destria menjawab pertanyaan wartawan seusai memenuhi panggilan pemeriksaan Satgas Anti Mafia Bola di Jakarta, Jumat 28 Desember 2018. Ratu Tisha dimintai keterangan terkait kasus dugaan pengaturan skor dalam pertandingan Sepak Bola Liga 3 . */ANTARA FOTO
SEKJEN PSSI, Ratu Tisha Destria menjawab pertanyaan wartawan seusai memenuhi panggilan pemeriksaan Satgas Anti Mafia Bola di Jakarta, Jumat 28 Desember 2018. Ratu Tisha dimintai keterangan terkait kasus dugaan pengaturan skor dalam pertandingan Sepak Bola Liga 3 . */ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Dengan meningkatkan level kompetitif Liga 1 2019, PSSI berharap kompetisi ini bisa membawa Indonesia diperhitungkan di pentas Asia. Ini mengingat target PSSI adalah membawa kompetisi tertinggi di tanah air tersebut masuk dalam jajaran elite Liga Asia. 

"Harapannya dengan lebih semarak dan kompetitifnya kompetisi Liga 1 musim ini, bisa membawa kita masuk dan bersaing sebagai top 5 elite liga Asia pada 2022 nanti. Karena itu kita mulai kerja keras dari saat ini, karena Liga 1 ini merupakan kompetisi yang menjanjikan," kata Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destiara.

Dengan masuk ke jajaran lima besar Asia, menurutnya, bisa semakin menumbuhkan industri sepak bola Indonesia yang sehat. Dimana muaranya nanti akan berujung pada kualitas Tim Nasional yang bagus. 

"Dalam sepakbola ada lima pilar utama, organisasi, football development, kompetisi, pengembangan bisnis, dan timnas. Pilar teratas adalah Timnas, dan hasil yang baik di Timnas (kualitas) bisa dinikmati bila empat pilar sebelumnya bisa berjalan dengan baik. Ini agar mimpi besar kita, 2024 lolos Olimpiade bisa tercapai," tukasnya.

Menurut Tisha, dalam sepak bola pasti ada drama. Jika tidak, maka itu dinilainya bukan sepak bola. 

"Drama itu pasti ada karena ini adalah sepakbola. Namun yang harus dilihat adalah bagaimana sportivitas, persatuan, dan respect itu dijunjung tinggi. Musim baru, maka mari kita ciptakan harmonisasi dalam sepakbola yang baik," imbuhnya. 

Pada musim ini, Liga 1 akan mulai menerapkan sistem penugasan wasit secara independen. Badan independen wasit pun sudah terbentuk, tinggal menentukan tiga orang komisaris yang akan duduk di dalamnya. Terkait dengan badan independen wasit yang akan bertugas pada pertengahan kompetisi Liga 1 tersebut, PSSI menurut Tisha sudah mengikat kerjasama secara resmi dengan Federasi Sepakbola Inggris (FA). Kerjasama tersebut sebenarnya bukan hanya pengembangan wasit saja, tapi juga ada pengembangan pemain muda, serta pendidikan pelatih dan manajemen. 

Dalam hal pengembangan wasit, FA menurut Tisha melalui Professional Game Match Official Limited (PGMOL) akan mengirimkan perwakilan ke PSSI untuk menjadi Direktur Teknik Wasit di Badan Independen Wasit Profesional Indonesia dan "referree assessor".

"Mereka akan bertugas pada level wasit elite dan wasit liga profesional Indonesia (Liga 1)," ungkapnya. 

Pembahasan secara rinci kerjasama tersebut, katanya, akan dibahas secara lebih rinci dan detail lagi pada pertemuan lanjutan di sela Kongres FIFA pada 5 Juni 2019 mendatang di Paris, Perancis. Dalam pertemuan tersebut, FA akan diwakili Sekjen barunya Mark Bullingham.***

Bagikan: