Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 28.5 ° C

Maung Bandung FC Pertanyakan Pernyataan Asporv PSSI Jawa Barat

Miradin Syahbana Rizky
PEMILIK klub Liga 3 Jawa Barat Maung Bandung FC dan Liga 3 Banten Duta FC Banten Denny Susanto menunjukkan surat putusan PSSI Pusat di kantornya Jalan Astana Anyar, Kota Bandung.*/MIRADIN SYAHBANA RIZKY/PR
PEMILIK klub Liga 3 Jawa Barat Maung Bandung FC dan Liga 3 Banten Duta FC Banten Denny Susanto menunjukkan surat putusan PSSI Pusat di kantornya Jalan Astana Anyar, Kota Bandung.*/MIRADIN SYAHBANA RIZKY/PR

BANDUNG, (PR).- Presiden klub Maung Bandung FC, Denny Susanto mempertanyakan hak Asprov PSSI Jabar yang menyatakan bahwa Maung Bandung FC sudah keluar dari keanggotaannya. Hal itu ditegaskan Denny menyusul ucapan yang dilontarkan Ketua Asprov PSSI Jabar, Tommy Apriantono disela-sela Kongres Tahunan Asosiasi PSSI Jawa Barat (Asprov) yang digelar pada 27 April lalu.

Denny yang ditemui di kantornya, Jalan Astana Anyar, Kota Bandung, Selasa, 14 Mei 2019, mengatakan bahwa secara implisit  karena Maung Bandung FC hanya pindah homebase ke Yogyakarta. Namun, oleh Asprov Jabar kepengurusan sekarang dianggap keluar.

Dia mengungkapkan, padahal melalui surat bernomor 02/MBC24/03/2018 tertanggal 24 Maret 2018 Maung Bandung FC jelas hanya berpamitan pindah homebase ke Yogyakarta dalam rangka keikutsertaannya di ajang Liga 3/2018. Begitu juga mengenai perpindahan homebase Maung Bandung FC tersebut tidak masuk dalam agenda pembahasan.

“Maung Bandung pindah ke Yogya, kalau begitu dianggaplah keluar dari Jawa Barat, oleh PSSI Pusat pun dianggap seperti itu, kalau mau berkiprah lagi harus mendaftar lagi,” kata Ketua Asprov PSSI, Tommy Apriantono disela-sela Kongres Asprov PSSI Jawa Barat, 27 April lalu.

Tetapi, kata Denny, secara aturan Maung Bandung FC masih terdaftar sebagai anggota PSSI Pusat. Karena  itu, pihaknya berpatokan bahwa Maung Bandung FC tetap sebagai anggota dan tidak keluar dari keanggotaan. Dengan begitu, kata Denny, bahwa  Asprov Jawa Barat tidak berwenang mengeluarkan klub dari keanggotaannya hanya karena pindah homebase.

Denny mencontohkan di Liga 1 banyak pindah homebase seperti PS TIRA dari Bekasi sekarang ke Bogor, Bhayangkara FC terus ke Bekasi sekarang di Jakarta. "Nah itu kenapa tidak dipersoalkan oleh PSSI dan dikeluarkan dari keanggotaan karena memang semua kewenangan ada di PSSI Pusat," katanya.

Menurut dia, Maung Bandung tidak keluar keanggotaan dan dimana pun klub tersebut berkompetisi tetap sebagai anggota PSSI karena tidak keluar dari keanggotaan dan hanya pindah homebase. Bahkan, sampai sekarang PSSI Pusat masih mengakui kenggotaan Maung Bandung FC.

"Kalau diartikan pindah homebase dengan keluar jelas beda, kita tidak pernah mengatakan keluar dari kenggotaan. Sayang kalau Maung Bandung FC harus keluar, karena bagaimanapun juga Maung Bandung pernah membawa harum Asprov PSSI Jabar," ujarnya.

Dia menambahkan, Maung Bandung FC merupakan klub lokal tetap konsisten dalam mengikuti kompetisi setiap tahunnya. Oleh karena itu, PSSI Pusat pun, Maung Bandung FC dinilai tim yang memiliki track record sejak dari Divisi III bisa lolos hingga Divisi I dalam kurun waktu yang singkat.

"Kalau Maung Bandung harus keluar keanggotaan saya kira tidak mungkin, bagaimana pun juga Maung Bandung FC pernah membawa harum Kota Bandung dan Jawa Barat," ujar Denny.

Lagipula, kata dia, Maung Bandung baru satu kali tidak mengikuti kompetisi di Jawa Barat. "Jadi apa haknya mereka mencoret kami bahkan tidak mengundang sebagai voter di kongres," tuturnya.

Di sisi lain, mantan Sekjen Asprov PSSI, Jafar Sidik yang mengakui bahwa Maung Bandung FC saat itu tidak menyatakan mundur atau keluar, tetapi hanya pindah homebase ke Yogyakarta. Sebab saat manajemen Maung Bandung FC melayangkan surat dirinyalah yang memberikan surat pengantarnya pada waktu itu.

“Waktu itu surat pengantarnya dari saya karena saya waktu itu masih menjabat Sekjen. Jadi dalam surat itu bukan mundur tapi pindah homebase ke Jogya, bukan mundur atau keluar. Posisinya sama karena disana juga PSSI juga kalau misalnya di Jogya tidak jadi dan kembali lagi ke Jawa Barat ya posisinya sama hanya sebagai anggota PSSI," kata Jafar.

Jafar menegaskan, untuk kasus seperti Maung Bandung FC tidak ada masalah dan tidak ada aturannya apabila pindah homebase lantas dianggap keluar keanggotaan. “Tidak ada aturannya pindah langsung dianggap keluar, tidak seperti itu, saya yang dulu memberikan surat pengantarnya, jadi saya  simpulkan Maung Bandung FC bukan tidak ikut kompetisi, tetap ikut  kompetisi tapi pindah homebase saja, arsipnya masih ada di Asprov PSSI Jawa Barat, kalau pun di Yogya tidak diterima dan kembali ke Jabar masih tetap sebagai anggota Asprov Jabar, itu boleh," ujarnya.***

Bagikan: