Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Berawan, 22.2 ° C

LIB berharap Liga 1 2019 lebih semarak dan kompetitif

Wina Setyawatie
SELEBRASI pemain Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha ( kiri) setelah berhasil membobol gawang Persiwa Wamena  pada pertandingan ke 2 Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin 11 Februari 2019. Dalam laga tersebut anak asuh Miljan Radovic menang dengan skor 7-0./ARMIN ABDUL JABBAR/PR
SELEBRASI pemain Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha ( kiri) setelah berhasil membobol gawang Persiwa Wamena pada pertandingan ke 2 Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin 11 Februari 2019. Dalam laga tersebut anak asuh Miljan Radovic menang dengan skor 7-0./ARMIN ABDUL JABBAR/PR

JAKARTA, (PR).- PT Liga Indonesia Baru (LIB) berharap kompetisi Liga 1 2019 bisa lebih semarak dan kompetitif dibandingkan musim sebelumnya. LIB bertekad untuk lebih meningkatkan jumlah penonton yang datang ke stadion maupun menaikan angka tv share

Hal tersebut diungkapkan Direktur LIB Dirk Soplanit dalam acara peluncuran Shopee Liga 1 2019 di Menara SCTV, Senayan City, Jakarta, Senin, 13 Mei 2019. Menurutnya, pada 2018 tercatat, bahwa tim yang juara, runner-up, dan tim degradasi baru bisa tentukan di pekan ke-34. Dimana menciptakan kompetitif balance terkecil dengan 2,34 persen. Terkecil sejak Liga 1 berlangsung pada 2008 lalu. 

"Setelah melewati proses panjang dan menyita banyak waktu, akhirnya kompetisi Liga 1 dipastikan bergulir mulai 15 Mei mendatang. Kami berharap musim ini bisa lebih semarak dan kompetitif dibandingkan sebelumnya. Musim lalu, sukses menciptakan kenaikan jumlah penonton di stadion dari musim 2017 2,6 juta menjadi 3,1 juta. Angka tv share pun meningkat signifikan. Melonjak dari hanya 9,50 persen di 2017 menjadi 17,42 persen pada musim lalu. Pencapaian-pencapaian tersebut jadi tekad kami di musim ini untuk lebih baik lagi. Segala kekurangan di musim lalu kami pastikan akan diperbaiki," tukasnya. 

Menurutnya salah satu fokus utamanya untuk musim ini adalah wasit dan keamanan. Kinerja wasit menjadi sorotan setelah melihat hasil evaluasi musim lalu. Untuk itu, kata Dirk, pihaknya akan mulai menerapkan badan independen yang akan mengelola wasit secara mandiri tanpa ada campur tangan PSSI maupun LIB. 

"Kita akan terapkan badan independen tersebut sebelum pertengahan musim ini. Terkait keamanan, agar kemudian pengalaman-pengalaman sebelum tidak terjadi lagi, seperti kericuhan antar suporter yang berakibat pada kematian suporter, dll. kami akan menjalin komunikasi lebih intens lagi dengan pihak kepolisian. Kita akan coba minimalisir potensi-potensi yang bisa menimbuhkan kericuhan," tukasnya. 

Aturan musim lalu terkait dengan nanyian rasis pun menurutnya masih berlaku. Mengingat regulasi tersebut telah ditetapkan oleh PSSI pada musim lalu. "Jadi tetap berlaku aturan kalau ada nanyian rasis dari suporter pertandingan bisa diberhentikan. Ini salah satu langkah meminimalisir potensi kericuhan," tuturnya. 

Sementara itu SCM selaku broadcast resmi untuk Liga 1, lewat Direkturnya Harsiwi Achmad menegaskan kembali komitmen mereka untuk membantu LIB untuk lebih mengembangkan sepak bola nasional. Agar tidak hanya menjadi tontonan untuk kaum pria saja, namun juga keluarga. 

"Kami akan menayangkan semua laga, 306 pertandingan di musim ini, dengan utamanya di Indosiar. Ada 160 pertandingan yang akan ditayangkan langsung di Indosiar, lalu 78 laga live di O'Channel, dan sisanya akan ditayangkan di video.com, semua di "prime time". Semua pertandingan juga bisa disanksikan secara live streaming di vidio.com. Kami usahakan semaksimal mungkin agar liga ini bisa diterima ke seluruh masyarakat," katanya. 

Guna memperluas jangkauan penyebaran penyiaran, bahkan pemerintah dalam hal ini Kemenpora, menurut Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto akan meminta bantuan dari Keminfo untuk membuka frekuensi saluran lebih luas lagi. 

"Ini agar masyarakat Indonesia yang berada di pelosok bisa menikmati pertandingan lewat saluran internet. Karena satu saja masyarakat tidak bisa menyaksikan pertandingan bisa jadi turbulensi. Semoga di musim ini tidak ada lagi pengaturan skor, karena ujung-ujungnya bisa berdampak pada industri sepakbola. Bilamana tidak ada kepercayaan maka sponsor pasti tidak akan mau masuk," pukasnya. 

Dalam peluncuran Liga 1, diperkenalkan jersey baru wasit dan 18 tim Liga 1 yang diperagakan oleh perwakilan pemain. Antara lain Beckham Putra yang mewakili Persib, Gavin Kwan mewakili Borneo FC, Taufik mewakili Bali United. Mereka melenggok bak model sambil menunjukkan jersey tim terbarunya. 

Peluncuran tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat PSSI, antara lain Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria, Exco PSSI Refrizal dan Gusti Randa, serta Perwakilan langsung Presiden Shopee Indonesia Pandu Sjahrir. Kick off akan digelar pada 15 Mei mendatang dengan mempertemukan juara Liga 2 PSS Sleman dengan juara Piala Presiden Arema FC di Sleman.***

Bagikan: