Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian berawan, 20.5 ° C

Meski Catatan Waktu Membaik, Tim Indonesia Gagal ke Final Kejuaraan Dunia Estafet 2019

Wina Setyawatie
ATLET estafet Indonesia.*/DOK PR
ATLET estafet Indonesia.*/DOK PR

YOKOHAMA, (PR).- Tim estafet 4x100 meter putra Indonesia gagal lolos ke putaran final Kejuaraan Dunia Estafet 2019. Pada babak kualifikasi yang berlangsung pada Sabtu, 11 Mei 2019, malam waktu setempat di Nissan Stadium, Yokohama, Jepang, Lalu Muhammad Zohri dkk. hanya berakhir di posisi ke tujuh.

Indonesia yang di penyisihan kemarin bersaing dengan delapan negara lainnya, menurunkan komposisi Mochammad Bisma Diwa Abina, Lalu Muhammad Zohri, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara. Mereka tampil di heat 1.

Indonesia menempati line sembilan atau line terluar. Tim Indonesia sempat memimpin di posisi kedua pada 200 meter pertama. Lalu, memasuki 100 meter ketiga, tim Indonesia bersaing ketat dengan pelari Australia dan Jamaica.

Sayang, di 100 meter terakhir, start yang lambat membuat Indonesia tersalip oleh pelari Brasil dan Inggris Raya yang menempati line 1 dan 3. Indonesia pun berakhir di posisi ke tujuh dengan catatan waktu 39,39 detik, kemudian tim estafet Venezuela dan Polandia.

Tim Inggris Raya menjadi yang terdepan masuk ke garis finish di heat ini dengan waktu 38,11 detik. Posisi berikutnya adala Brasil dengan 38,22 detik dan Jamaika dengan 38,51 detik. 

Catatan waktu tim estafet Indonesia ini memang membaik jika dibandingkan dengan hasil di Kejuaraan Asia bulan lalu. Saat itu, tanpa Zohri, Indonesia membukukan waktu 39,96 detik. Sejauh ini, waktu yang dihasilkan di Kejuaraan Dunia ini merupakan yang terbaik bagi Zohri dkk.

Pada saat latihan terakhir jelang keberangkatan, waktu terbaik yang dihasilkan adalah 39,55 detik. Sayang, meski membaik, waktu tersebut masih jauh dari target sang pelatih Eni Nuraini yang yakin pelarinya akan bisa menyentuh waktu 38,90 detik. 

"Tentu belum puas, meski waktu membaik. Karena memang target sebenarnya adalah bisa menembus di bawah 39,00 detik," ungkapnya sesuai rilis PASI.

PELARI estafet Indonesia.*/DOK PR

Perubahan komposisi pengaruhi performa

Bukan hanya belum bisa menambah poin olimpiade, tim estafet Indonesia ini juga gagal untuk mendapatkan tiket ke Kejuaraan Dunia di Doha, September 2019 mendatang. Namun, tim Indonesia masih ada kesempatan memperebutkan tiket menuju Kejuaraan Dunia dengan mengikuti Grand Prix China, Juli 2019 asalkan mereka bisa tampil maksimal.

Pasca-Asian Games 2018, performa terbaik tim estafet Indonesia memang belum kembali. Mereka belum bisa kembali menyentuh catatan waktu terbaik saat tampil di Jakarta yaitu 38,77 detik setelah mengalami berubahan komposisi. 

Pensiunnya Fadlin dan dikembalikannya Yaspi Bobby ke daerah membuat komposisi baru tim estafet masih membutuhkan waktu untuk kompak. Namun, sejak awal tahun, performa mereka menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan secara perlahan.

Sebelumnya, Zohri menyatakan bahwa kendala utama yang dihadapi tim adalah ketika pertukaran tongkat. “Masih sedikit agak telat, karena masih ada yang kecepatannya kurang. Buat tongkat (pelari) yang kurang, itu yang perlu masih diperbaiki secara teknik di sisa waktu yang ada," ujarnya saat itu.***

Bagikan: