Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sebagian berawan, 20.7 ° C

Siapa Juara Liga Inggris, Manchester City atau Liverpool?

Miradin Syahbana Rizky
null
null

LIVERPOOL, (PR).-Liga Inggris memasuki fase krusial dimana laga akhir pekan ke-38 musim 2018-2019 menjadi penentu nasib juara antara Liverpool dan Manchester City. Dan demi memunculkan kompetisi menarik, laga terakhir Liga Inggris yang dilangsungkan serempak pada Minggu 12 Mei 2019 pukul 21.00 WIB.

Manchester City akan menantang tuan rumah Brighton di Stadion Falmer, Kota Brighton and Hove. Sementara Liverpool akan menjamu Wolverhampton di Stadion Anfield, Liverpool.

Saat ini, Manchester City memuncaki klasemen Liga Inggris. Mereka mengoleksi 95 poin dari 37 laga. Berada di puncak klasemen membuat pasukan Pep Guardiola lebih diunggulkan.

Sementara posisi kedua dikuasai oleh Liverpool. The Reds, sebutan Liverpool, hanya berselisih satu poin dengan Manchester City.

Untuk itu, Manager Liverpool, Jurgen Klopp meminta suporter Sadio Mane dan kawan-kawan tidak bersorak hingga peluit panjang ditiup. Selain Liverpool, ada Manchester City yang juga berpeluang menjadi juara.

"Sedikit saran, mungkin para pendukung kami tidak boleh merayakan hasilnya sebelum skor 3-0 untuk Brighton dan dimainkan selama 87 atau 88 menit," kata Klopp, seperti dikutip dari situs resmi Liverpool.

Injury time

Tentunya, situasi saat ini mengingatkan Klopp saat Manchester City jugara Liga Inggris pada 2011/12. City menang 3-2 atas Queens Park Rangers di Etihad Stadium, mereka mencetak dua gol di masa injury time.

Sementara itu, di Old Trafford, fans Manchester United (MU) telah berpesta, menganggap mereka telah juara Liga Inggris setelah menang 4-1 atas Wolverhampton Wanderers.

"Orang-orang kami sangat pintar, mereka melakukannya dengan sangat baik sepanjang tahun. Itu kehidupan, kami tidak akan mengatakan itu tidak diizinkan atau apa pun," ujar manajer asal Jerman tersebut.

Dia menambahkan, jika kedua tim menang maka yang dipastikan juaranya adalah City. Oleh karena itu, ia tak ingin suporter Liverpool kecewa jika perayaan kemenangan dilakukan tapi yang meraih juara adalah Manchester City.

"Dalam situasi ini jelas seperti Wolves dan Brighton, mereka ada di sana, City akan menang dan kami akan menang dan pada akhirnya City adalah juara. Namun, ada permainan untuk dimainkan," ucap Klopp.

Hindari anti-klimaks

Sementara itu, Manager Manchester City, Josep Pep Guardiola, menyatakan tak ingin penampilan luar biasa timnya musim ini berakhir anti-klimaks. Sehingga ia meminta anak asuhnya untuk tidak membuat kesalahan saat laga berlangsung.

"Kami memiliki peluang untuk menjadi juara jika kami memenangkan pertandingan kami dan itulah yang harus kami lakukan," kata Pep.

Secara pribadi, Pep menyatakan sudah cukup bangga dengan pencapaian anak asuhnya sejauh ini. Dia menilai apapun hasil pekan terakhir atak akan mengubah penilainnya pada skuad Man City musim ini.

Selain Premier League, Man City juga punya peluang menjuarai Piala FA. Sedangkan pada Februari lalu, Man City sudah meraih trofi pertamanya musim ini, yakni juara Piala Liga.

Berkaca pada kegagalan di Liga Champions, Pep tak ingin timnya dihujat karena kegagalan meraih kemenangan di pekan terakhir Liga Inggris.

“Kami tahu kehidupan di mana kami tinggal. Saya tahu kami akan diadili. Jadi kami harus menang," ujar Pep.***

Bagikan: