Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 17.3 ° C

Masih Ada Utang, BOPI Tetap Keluarkan Rekomendasi Liga 1 2019

Wina Setyawatie
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

JAKARTA, (PR).- Surat rekomendasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) untuk penyelenggaraan Liga 1 2019 akhirnya dikeluarkan oleh Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) pada Jumat, 10 Mei 2019, pada pukul 14.00 WIB. Surat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua BOPI Richard Sambera kepada Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Dirk Soplanit di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta.

Rekomendasi tersebut dikeluarkan BOPI setelah pihaknya selama 30 hari melakukan verifikasi ke klub-klub peserta Liga 1 musim 2019. BOPI menilai bahwa kompetisi musim ini bisa digelar.

Tidak ada temuan tunggakan gaji pemain dari 18 klub peserta, persyaratan legalitas klub pun sudah terpenuhi, dan BOPI pun menilai ada kemampuan finansial dari LIB untuk gulirkan kompetisi ke depan.

"Kami melakukan verifikasi seusai ranah kami. Mulai dari finansial tim dan operator, lalu kelengkapan-kelengkapan legalitas menurut peraturan perundang-undangan Republik Indonesia, semua klub sudah terverifikasi dan hari ini kami serahkan rekomendasi tersebut ke PT LIB sebagai operator kompetisi," kata Richard dalam jumpa pers usai penyerahan rekomendasi.

Sayangnya, utang LIB untuk dua musim sebelumnya tidak dilihat oleh BOPI. Permasalahan utang kompetisi musim lalu yang kini masih ditunggak oleh LIB, dinilai oleh BOPI merupakan permasalahan internal LIB (internal koorporasi).

Pihaknya hanya melihat dari sisi kesiapan finansial untuk melaksanaan kompetisi musim ini. 

Dia pun mengaku telah melakukan uji kelayakan finansial LIB selama 30 hari kebelakang. Verifikasi dilakukan bersama-sama oleh tim dari Kemenpora dan Kemenkumham. 

"Yang kami perhatikan adalah kemampuan finansial mereka menggulirkan kompetisi musim ini. Mereka sudah menunjukkan rencana bisnisnya, dan kami percaya yang dipaparkan mereka bisa berjalan. Harus diingat bahwa ranah BOPI adalah meyakinkan LIB dan klub agar bisa memenuhi perundangan RI. Yang di dalam seperti itu (hutang piutang) merupakan bagian dari kooperasi internal. Kami hanya bisa melakukan himbauan untuk LIB segera menyelesaikan masalah hutang. Kalau ada akibat dari kesulitan itu baru kita evaluasi lagi rekomendasinya," katanya.

Dari data yang dihimpun, LIB masih memiliki utang untuk musim kompetisi 2017 dan 2018. Utang itu terdiri dari dana rating dan rangking liga 1 2017 sekitar total Rp 4 miliar, serta subsidi Elite Pro Academy kepada 18 klub Liga 1 sekitar total Rp 35 miliar.***

Bagikan: