Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian berawan, 19.9 ° C

Enam Aturan Baru IFAB Akan Diterapkan di Pertengahan Musim Liga 1

Wina Setyawatie
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

JAKARTA, (PR).- Penerapan enam aturan baru yang rilis Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) terkait regulasi permainan di dalam lapangan baru pada Liga 1 2019 baru akan dilakukan pada pertengahan musim. Hal itu sesuai ketetapan IFAB, bahwa regulasi baru akan dipergunakan pada musim 2019-2020 atau mulai Juni 2019.

"Kemungkinan Juni rencananya mulai sosialisasi ke klub-klub dan wasit juga perlu penyegaran aturan baru ini. Maka penerapannya bisa pada Juli atau di putaran kedua. Untuk saat ini kami masih menggunakan regulasi musim 2018/2019," ujar Manajer Kompetisi LIB Asep Saputra saat dihubungi, Kamis, 9 Mei 2019.

Aturan pertama dari keenam regulasi baru tersebut yakni pemain yang diganti bisa keluar dari sisi mana pun. Dalam aturan lama, pergantian pemain hanya bisa dilakukan diantara bangku cadangan pemain kedua tim yang sedang bertanding.

Aturan baru ini untuk mencegah pemain mengulur-ulur waktu yang terkadang menjadi strategi dari pelatih.

Aturan kedua, pelatih bisa mendapatkan kartu dari wasit. Dengan aturan baru, maka pelatih mendapatkan perlakuan setara dengan pemain. Saat dia melakukan protes berlebihan dipinggi lapangan, maka wasit bisa memberikan kartu peringatan (Kuning) atau pengusiran (Merah). 
Sebelumnya wasit bisa langsung mengeluarkan pelatih tanpa harus memberikan kartu.

Ketiga, tendangan pinalti bisa dalam satu kesempatan. Penendang pinalti akan diberikan satu kali kesempatan tendangan pinalti.

Apabila eksekusi tendangan pinalti dapat digagalkan kiper atau mengenai mistar/tiang gawang, wasit akan meniup peluit untuk menghentikan pertandingan. Lalu wasit memberikan bola kepada kiper untuk dilakukan tendangan gawang. Situasi ini mirip dengan sistem adu tendangan pinalti.

Aturan keempat terkait aturan tendangan gawang. Dalam pembaruan aturan ini, kiper diperbolehkan untuk mengoper bola di dalam area pinalti dari tendangan gawang. Pada aturan sebelumnya tendangan gawang dilakukan kiper kepada pemain lain harus dari luar kota pinalti.

Aturan kelima, soal gol mengenai tangan dalam keadaan aktif/pasif. Gol dalam kondisi tersebut dalam aturan baru tidak akan disahkan. Bola akan dianulir oleh wasit. Aturan ini mempertegas aturan handball yang selama ini permainan masih bisa berlanjut dengan alasan pemain tidak sengaja menyentuh bola dengan tangannya.

Aturan baru yang keenam, yakni soal formasi pagar betis harus steril dari gangguan lawan. Pada saat pemain mendapatkan tendangan bebas, biasanya rekan satu tim akan berada diantara pagar betis lawan guna mengganggu formasi pertahanan lawan tersebut dan pengeliatan kiper. Sekarang tidak diperbolehkan lagi.

Pagar betis untuk menghadang tendangan bebas lawan harus steril. Hanya pemain dari tim yang menghadapi tendangan bebas tersebut yang boleh berada di pagar betis.***

Bagikan: