Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 29.1 ° C

PSSI Pastikan Tidak Akan Gubris Aksi KPSN

Wina Setyawatie
Sepak bola.*/CANVA
Sepak bola.*/CANVA

JAKARTA, (PR).- Aksi Pra-Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang digelar oleh Komite Perubahan Sepak Bola Nasional di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu, 4 Mei 2019 lalu, dipastikan tidak akan digubris oleh PSSI. Federasi Sepak Bola Indonesia tersebut menyatakan tidak akan menanggapi permintaan apapun dari KPSN.

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Hubungan Media dan Promosi Digital PSSI Gatot Widakdo, saat dihubungi "PR", Minggu, 5 Mei 2019. Dia mengatakan, pihaknya telah bersirkular dengan semua anggota PSSI. Dia menuturkan, semua sudah diatur dalam Statuta PSSI pasal 15.

"Dalam statuta sudah jelas, bahwa seluruh Anggota PSSI diwajibkan untuk mematuhi Statuta PSSI pasal 15 ayat 1 poin a dan j, serta ayat 2. Dimana disitu tertulis kewajiban anggota PSSI, yakni mematuhi sepenuhnya statuta, peraturan-peraturan, instruksi-instruksi dan keputusan-keputusan FIFA, AFC, dan PSSI pada setiap waktu dan memastikan bahwa seluruh hal tersebut juga dipatuhi oleh anggotanya," katanya.

Lalu menurut dia, di poin j juga tertulis bahwa anggota PSSI tidak menundukkan diri secara kelembagaan dalam hal apapun yang berhubungan dengan olahraga dengan entitas yang tidak diakui oleh PSSI atau dengan anggota yang sedang diberhentikan sementara atau diberhentikan. Pelanggaran terhadap kewajiban tersebut oleh anggota, tambahnya, bisa berakibat terkenanya sanksi sebagaimana di atur dalam statuta. 

Gatot mengatakan bahwa pihak mana pun jangan asal mengklaim bahwa mereka telah mendapatkan dukungan voter PSSI. Karena menurut dia, hanya yang memiliki legitimasi di mata PSSI lah yang dianggap voter.

"Mereka mengklaim didukung oleh voter, tapi voter yang mana? Kan banyak yang mengaku voter atau yang mewakili," tuturnya. 

Dalam pertemuan KPSN yang diklaim dihadiri oleh 28 voter PSSI tersebut, disepakati untuk mengumpulkan 2/3 suara dari 85 voter PSSI guna mendesak perubahan agenda KLB pada 13 Juli mendatang. Mereka juga mengaku akan melakukan pertemuan dengan PSSI guna membahas masalah agenda KLB tersebut pada 11 Mei nanti di Yogyakarta.

Para voter yang hadir mengatakan bahwa mereka menginginkan percepatan agenda pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua, dan Komite Eksekutif baru PSSI pada KLB nanti.***

Bagikan: