Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sebagian cerah, 29.5 ° C

Gagal Jadi Juara Asia 2019, Kevin-Marcus Ungkap Penyebabnya

Wina Setyawatie
Ilustrasi.*/DOK PR
Ilustrasi.*/DOK PR

WUHAN, (PR).- Indonesia gagal membawa pulang gelar juara Asia setelah satu-satunya wakil yang tersisa, Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon kandas di tangan wakil Jepang, Hiroyuki Endo-Yuta Watanabe pada final Kejuaraan Asia 2019.

Bertanding di Wuhan Sports Center, Tiongkok, Minggu 28 April 2019, unggulan pertama itu kalah 18-21, 3-21 dan harus puas sebagai runner up.

Kekalahan itu menjadi yang pertama bagi Kevin-Marcus dari Endo-Watanabe dalam tiga pertemuan. Pada dua pertemuan sebelumnya yaitu di French Open dan Hong Kong Open 2018, Kevin-Marcus selalu menang dengan poin cukup ketat.

Dengan hasil tersebut, maka tertundalah gelar juara yang kedua bagi Kevin-Marcus untuk tahun ini. Sejauh ini, mereka baru sekali merengkuh gelar juara yaitu di Indonesia Master 2019. Hasil tersebut juga semakin memperpanjang paceklik gelar di sektor ganda putra setelah absen juara 10 tahun. Terakhir, juara Asia dari sektor ini adalah Markis Kido-Hendra Setiawan pada 2009 lalu.

Sementara secara keseluruhan, tahun ini menjadi tahun keempat Indonesia tanpa gelar juara di Kejuaraan Asia. Terakhir, gelar itu diraih pasangan Tontowi Ahmad-Liliyana Nasir pada 2015.

Melihat skor, performa Kevin-Marcus memang tidak seperti biasanya. Mereka terlihat tidak siap dan kerap tertinggal jauh dari lawan sejak awal. Ketatnya pertahanan Endo-Watanabe, menurut Kevin-Marcus, membuat mereka kesulitan menembusnya.

"Pada gim kedua, saya mulai kehabisan tenaga. Lawan juga tidak mudah dimatikan. Hari ini, bolanya lebih berat dari kemarin. Jadinya kurang percaya diri karena energinya sudah berkurang banyak dari kemarin (babak semi final)," kata Marcus.

Kevin mengatakan, tipe permainan Endo-Watanabe dan Takeshi Kamura-Keigo Sonoda tidak jauh berbeda.

"Mereka (Endo-Watanabe) kali ini lebih siap. Mereka sudah mempersiapkan diri dan tidak gampang mati hari ini. Ini jadi pelajaran untuk kami. Ke depannya, kalau bertemu lagi, kami harus bermain lebih sabar," kata dia.

Tahun ini, Jepang mendominasi Kejuaraan Asia. Mereka keluar sebagai juara umum setelah menorehkan tiga gelar.

Selain dari ganda putra, mereka juga merebut gelar di tunggal putra dan putri. Sementara mengikuti dibelakangnya, ada Tiongkok dengan dua gelar yakni di ganda putri dan campuran.***

Bagikan: