Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 24 ° C

PON Papua Dipastikan Hanya Mempertandingkan 47 Cabang Olahraga

Wina Setyawatie
SUASANA proses pembangunan Kompleks Stadion Papua Bangkit di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat, 15 Maret 2019 lalu. Stadion Papua Bangkit yang berkapasitas sekitar 40 ribu penonton tersebut dipersiapkan untuk perhelatan PON tahun 2020.*/ANTARA
SUASANA proses pembangunan Kompleks Stadion Papua Bangkit di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat, 15 Maret 2019 lalu. Stadion Papua Bangkit yang berkapasitas sekitar 40 ribu penonton tersebut dipersiapkan untuk perhelatan PON tahun 2020.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua memastikan persiapan dan kesiapan penyelenggaraan PON Papua 2020 mendatang. Sesuai dengan Surat Keputusan KONI Pusat Nomor 72 Tahun 2018, PON ke-20 dipastikan akan mempertandingkan 47 cabang olahraga, dengan 69 disiplin cabor dan 768 nomor.

Hal tersebut dijabarkan oleh Ketua Harian PB PON Papua Yunus Wonda dalam Rapat Anggota Tahunan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu, 24 April 2019. Pelaksanaan PON akan berlangsung pada 20 Oktober 2020 hingga 2 November 2020.

"Babak kualifikasi PON akan berlangsung pada Januari hingga Desember 2019. Pada 2020, entry by name akan dibuka pada 11 Februari-30 Maret. Entry by name untuk nomor cabor, nomor pertandingan, dan jumlah atlet," ujarnya.

Dengan pemaparan ini, maka dirinya meminta agar PB tidak lagi menambah nomor cabor maupun disiplin. Pihaknya meminta agar KONI segera mengeluarkan SK baru untuk menunjukkan delegasi teknis yang akan memantau persiapan pertandingan di tiap-tiap venue.

Untuk melancarkan berjalannya PON Papua, maka Yunus memastikan, jika akomodasi dan transportasi selama pelaksanaan PON akan ditanggung oleh tuan rumah. Khusus untuk transportasi, yang ditanggung adalah perjalanan dari Jayapura menuju enam kluster venue cabor-cabor di Jayapura, Mimika, Biak, Jayawijaya, dan Marauke.

Pihaknya meminta agar KONI Daerah tidak memesan hotel-hotel terlebih dahulu di lima kluster tersebut. Karena nantinya untuk transportasi dan akomodasi, dirinya menjanjikan akan diatur oleh PB PON.

"Pertandingan akan digelar di 6 kluster tersebut di 10 kabupaten/kota. Kluster terbanyak yang akan mempertandingan cabang olahraga adalah Jayawijaya (24 disiplin) dan Kab. Jayapura (23 disiplin), sisanya dibagi. Saya pastikan Papua tidak seperti era 70-80'an, sekarang Papua sudah modern dan akan terus berkembang," kata Yunus.

Progres saat ini untuk semua sektor sekitar 40-60 persen. Fokus saat ini adalah akomodasi, transportasi, dan konsumsi.

"Kekurangan sana sini biasa, karena di provinsi yang lengkap saja masih ada kekurangan. Cabor dan nomor juga sudah final, karena ini menyangkut anggaran. APBD di 2019 hanya untuk pembangunan fisik, sedangkan APBD untuk 2020 fokus ke penyelenggaraan," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KONI Suwarno yang menjadi pimpinan rapat menegaskan bahwa jumlah cabor sudah final. Hanya yang masih dinilainya berbeda sedikit ada di disiplin cabor.

"Disiplin cabor slip sedikit, antara 68 atau 68. Ada yang masih harus dikoordinasikan karena ini terkait dengan nomor selam. Untuk kuota atlet, ada pengurangan. Jika di Jabar dengan 44 cabor kuotanya 9.229 atlet, maka di Papua ini 47 cabor hanya 7.238 atlet kuotanya. Pengurangan ini disesuaikan dengan ketersediaan venue dan kesiapan panpel," ujarnya.

Mengingat ada pengurangan kuota, maka menurut Suwarno, KONI Pusat sudah mempertimbangkan bahwa hasil babak kualifikasi tidak boleh lebih dari 8 besar per-nomor, per-provinsi. Kalau pun ada kebijakan lain, Suwarno meminta, kalau bisa mencapai 5 besar saja. Karena minimal satu nomor pertandingan diikuti oleh lima peserta. 

"Untuk infrastruktur, venue yang dibangun pemerintah pusat akan selesai pada Juni 2020. Sementara yang dibangun dengan APBD selesai pada akhir 2019. Peralatan dan perlengkapan kali ini tidak akan diberikan kepada PB PON. Karena Kemenpora sudah menyerahkan kepada cabor langsung. Nanti, kami persilakan berkoordinasi langsung ke masing-masing delegasi teknis," tuturnya.
 
Ditambahkan Yunus, peralatan dan perlengkapan pertandingan akan ada penambahan di tiap venuenya. Anggarannya akan dibebankan ke APBD perubahan. 
"Yang pasti semua peralatan dan perlengkapan akan disesuaikan dengan standar internasional. Apa saja yang akan diprioritasnya cabornya, akan kami lihat nanti. Kami juga membuka peluang kerjasama dengan provinsi lainnya, seperti Jawa Barat. Apakah ada peralatan dan perlengkapan yang masih layak untuk bisa dipinjamkan untuk PON Papua nanti," ungkapnya.***

Bagikan: