Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian berawan, 19.9 ° C

Kick Off Liga 1 Mundur Atas Permintaan Klub

Wina Setyawatie
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

JAKARTA, (PR).- Kompetisi sepak bola profesional Indonesia, Liga 1 harus mengalami penundaan. Liga yang seharusnya digelar pada 6 Mei mendatang, diputuskan mundur menjadi 15 Mei 2019 dengan alasan mengantisipasi kondisi keamanan saat ini.

Hal tersebut diutarakan oleh Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Dirk Soplanit kepada "PR" di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu, 24 April 2019. Menurut dia, sebenarnya ada beberapa alasan. Pertama, karena permintaan klub sendiri. Mundurnya "kick off" Liga 1 ini untuk mengantisipasi kondisi keamanan saat ini. Hal itu berkaca dari kejadian laga Persija Jakarta kemarin melawan Ceres di AFC Cup 2019.

"Kemarin, izin kepolisian awalnya oke dengan penonton. Tapi kemudian kurang dari 24 jam ternyata ada perubahan tidak boleh ada penonton. Nah, kondisi seperti itu yang kita antisipasi. Apakah setelah tanggal 8 Mei nanti atau pas kita "kick off" itu kondisinya akan berbeda? Tidak ada yang bisa memastikan. Karena itu, mundurnya kompetisi ini untuk mengantisipasi hal itu," ucapnya. 

Ketika ada usulan pemunduran jadwal tersebut terlontar dari pertemuan manajer dan pemilik klub kemarin, dan secara internal memungkinkan, maka pihaknya pun menyetujui. Hanya saja yang menjadi persoalan, katanya, jangan sampai nantinya ada pendapat yang mengatakan bahwa PSSI dan LIB tidak mampu mengatur kompetisi lagi.

"Jangan sampai ada anggapan itu, sehingga menunda-nunda terus. Ini bukan masalah perizinan juga. Karena kita juga belum mendapatkan pendekatan dengan kepolisian. Jadi ini murni mundur karena pertimbangan klub-klub dengan situasi seperti ini. Kedua, penundaan ini justru memberikan keuntungan. Karena membuka peluang kami untuk melakukan pembicaraan dengan pihak sponsor agar bisa mendapatkan nilai tambahan untuk musim ini," tuturnya. 

Dengan berubahnya jadwal "kick off" maka jadwal pertandingan pun dipastikan akan berubah. Besarkemungkinan semua akan direvisi, mengingat sudah ada draft pertandingan yang dikirimkan ke klub.

"Sampai saat ini dari draft yang masuk sudah ada 4 klub yang memberikan tanggapannya. Misalnya, dari Persipura. Seperti yang kita ketahui beban terberat mereka adalah transportasi. Mereka usulkan kalau bisa mereka bisa main dua kali kandang dan dua kali tandang. Berbeda dengan tim-tim lainnya yang main kandang-tandang. Hal-hal seperti itu akan kami coba perhatikan untuk direvisi lagi. Karena tidak semua tim memiliki "kekuatan" yang sama," tuturnya.

Dengan kemungkinan perubahan jadwal, Dirk mengatakan pihaknya memastikan kembali apakah pertemuan antara pemenang musim lalu dengan juara Liga 2 akan tetap berlangsung sebagai laga pembuka Liga 1 musim ini. Karena menurut dia, jika digelar pada 15 Mei, maka Persija sebagai juara Liga 1 musim lalu tidak bisa bermain.

"Karena mereka di tanggal itu sedang bermain dimana gitu. Sepertinya AFC Cup. Nanti kita atur lagi bagaimana. Yang pasti target selesai tetap di Desember. Kalau mundur masuk ke Januari tidak memungkinkan, karena ada klub yang hanya mengontrak pemain satu musim kompetisi, artinya hanya sampai Desember. Ke AFC Cup nya pun juga mepet. Kami sedang menggodok ulang saat ini," tuturnya.

Bayar utang

Memulai musim baru, LIB pun menjanjikan akan menyelesaikan pelunasan subdisi yang tertunda. Pelunasan tunggakan subdisi dipastikan Dirk akan dilakukan secara bertahap. 

"Ini kan kami berkerjasama dengan sponsor. Kami berjanji akan berikan kontribusi, otomatis kami juga harus mengatur cash flownya. Yang penting sudah kami bicarakan hal ini kepada klub. Kewajiban LIB kepada klub yang belum dibayarkan adalah subdisi Liga 1 U-19, kurangnya ada sekitar Rp 35 miliar. Tahun ini yang bisa diselesaikan baru sekitar Rp 20 miliar. Jumlah itu sesuai dengan kondisi kami saat ini. Hingga sisanya akan dibayarkan tahun depan. Tapi siapa tahu dalam perjalanan ada tambahan-tambahan kan bisa saja," tuturnya.

Untuk utang lainnya, yakni TV sharing, hal itu ujar Dirk juga akan diselesaikan secara bertahap. Dengan waktu yang memungkinkan dan secara kekeluargaan.***

Bagikan: