Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Sedikit awan, 21.5 ° C

Cabang Olah Raga Arung Jeram Ramah Disabilitas

Miradin Syahbana Rizky
optimis kedepannya cabor arung jeram bisa dipertandingkan untuk disabilitas.
optimis kedepannya cabor arung jeram bisa dipertandingkan untuk disabilitas.

SOREANG, (PR).- Identik dengan cabang olahraga ekstrem dan petualangan, arung jeram ternyata ramah bagi kaum disabilitas. Hal ini terungkap usai Pengprov Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jawa Barat bersama Yayasan Matahati Indonesia menggelar rafting bersama disabilitas di Sungai Palayangan, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Senin, 22 April 2019 sore.

Dalam kegiatan tersebut hadir 20 peserta disabilitas serta 30 relawan yang mendapatkan pengalaman berharga mengikuti rafting serta pembekalan bagaimana save rescue ketika menghadapi bencana air. Ketua Umum Pengprov  FAJI Jabar M Syaiful Bima mengatakan, para peserta begitu antusias mengikuti semua kegiatan tersebut.

"Alhamdulillah para peserta terutama teman-teman disabilitas begitu senang serta tak percaya bisa menjajal rafting di Sungai Palayangan. Ini membuktikan bahwa arung jeram ramah bagi para disabilitas. Sebab, setelah rafting responnya luar biasa bagus," ucap Bima.

Dia menambahkan, awalnya para peserta sempat ada ketakutan dan kekhawatiran. Namun, dengan adanya pembekalan sebelum rafting mereka akhirnya mampu mengelola rasa takut sehingga memberanikan diri menjajalnya.

"Kami memberikan simulasi mengenai bagaimana teknik jika menghadapi banjir serta saat berada di danau dan sungai. Setelah mencobanya mereka ketagihan untuk rafting," katanya.

Untuk itu, Bima mengucapkan terima kasih atas partisipasi Yayasan Matahati Indonesia serta bantuan dari Pengcab FAJI Kabupaten Bandung. Dia optimis kedepannya cabor arung jeram bisa dipertandingkan untuk disabilitas.

"Harapannya tentu cabor arung jeram bisa dipertandingkan di Peparda hingga Asian Paragames. Itu karena, kehadiran arung jeram bisa menjadi warna baru untuk atlet disabilitas," ujarnya.

PARA Peserta tengah mengikuti pembekalan safe rescue di Situ Cileunca, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Senin, 22 April 2019 sore.*/MIRADIN SYAHBANA RIZKY/PR

Sementara itu, Ketua Yayasan Matahati Indonesia Ipan Hidayatullah mengaku bangga bisa menjajal rafting untuk kali pertama. Menurut Ipan, arung jeram ternyata bisa juga dinikmati para disabilitas.

"Awalnya saya merasa tidak mungkin. Tapi setelah mencoba ternyata aman dan menyenangkan. Kami juga akhirnya bisa melawan rasa takut dan khawatir," tuturnya.

Ipan mengatakan, kegiatan arung jeram sangat cocok dengan program yang dijalankan Yayasan Matahati Indonesia dalam membangun karakter para disabilitas. Pihaknya ingin teman-temannya bisa mendobrak rasa takut yang selama ini merasa ada batasan.

"Ini membuktikan area publik sudah ramah dengan para disabilitas. Hanya saja ada kekurangan sedikit dari sarana dan prasarana saja yang bisa ditingkatkan lagi," ucapnya.

Tak lupa, dia berharap cabor arung jeram bisa dilirik para disabilitas untuk menjadi olahraga prestasi. Sehingga, peminatnya akan semakin banyak dan dipertandingkan resmi di suatu kejuaraan.***

Bagikan: