Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Sedikit awan, 21.5 ° C

Kejuaraan Asia 2019 Jadi Pemanasan Jelang Kualifikasi Olimpiade

Wina Setyawatie
TUNGGAL putra Indonesia Anthony Ginting melangkah ke final Singapore Open 2019 setelah menaklukan juara bertahan Chou Tien Chen dari Taiwan dengan skor akhir  21-17, 18-21, 21-14.*/DOK. HUMAS PBSI
TUNGGAL putra Indonesia Anthony Ginting melangkah ke final Singapore Open 2019 setelah menaklukan juara bertahan Chou Tien Chen dari Taiwan dengan skor akhir 21-17, 18-21, 21-14.*/DOK. HUMAS PBSI

JAKARTA, (PR).- Indonesia melaju tanpa target di Kejuaraan Asia 2019 yang akan berlangsung 23-28 April 2019 di Wuhan, Tiongkok. Indonesia hanya menjadikan kejuaraan ini sebagai pemanasan sebelum tampil di turnamen kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 pertama, yaitu New Zealand Open, 30 April 2019-5 Mei 2019.

Turunnya performa pemain di dua kejuaraan sebelumnya, Malaysia Open dan Singapore Open pun menjadi bahan pertimbangan. Hal tersebut diungkapkan Kabid Binpres PBSI Susy Susanti kepada wartawan, Kamis, 18 April 2019.

"Tidak ada target yang dipatok di Kejuaraan Asia nanti. Kondisi pemain memang tidak terlalu bagus, kalau melihat dari dua turnamen terakhir. Jadi harapannya mereka bisa mengevaluasi kekurangan di turnamen kemarin dan memperbaikinya pada Kejuaraan Asia nanti. Apalagi mereka sedang masuk persiapan menuju kualifikasi Olimpiade," ujarnya.

KEPALA Bidang Binpres PBSI Susy Susanti.*/ANTARA

Di Kejuaraan Asia 2019 ini, Indonesia menurunkan kekuatan terbaiknya. Total ada 30 pemain putra dan putri. Tunggal putra menurunkan empat pemainnya, Anthony Sinisuka Ginting yang jadi unggulan keenam, Jonatan Christie (8), ditambah Tommy Sugiarto (7), dan Shesar Hiren Rhustavito.

Di tunggal putri, ada tiga pemain utama pelatnas PBSI yaitu Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, dan Ruselli Hartawan. Sementara, Choirunnisa akan berjuang dari babak fase kualifikasi Grup B terlebih dahulu.

Di sektor ganda, ada empat pasangan putra. Selain Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon (1), ada Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan (4), Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto (7), dan Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira-Ade Yusuf. 

Begitu juga di putri, ada empat pasang. Greysia Polii-Apriyani Rahayu, Della Destiara Haris yang kembali berpartner bersama Rizki Amelia Pradipta, serta dua ganda muda, Agatha Imanuela-Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Yulfira Barkah-Jauza Fadhila Sugiarto. 

Terakhir di ganda campuran, hanya ada tiga pasangan yang dibawa. Mereka adalah Praveen Jordan-Melati Daeva, Rinov Rivaldy-Pitha Haningtyas Mentari, dan Hafiz Faizal-Gloria Emanuelle Widjaja. Pasangan Tontowi Ahmad-Winny Oktaviana Kandow tidak diikutkan karena berdasarkan perhitungan pelatih, hasil yang didapat tidak akan berpengaruh pada poin mereka. 

Kejuaraan Asia akan menjadi evaluasi pemain

Pelatih ganda putra, Herry Iman Pierangadi, mengatakan bahwa mereka bertanding tanpa target di Kejuaraan Asia karena tidak ada persiapan yang cukup. Apalagi, setelah hasil yang kurang bagus di dua turnamen sebelumnya. Menurut dia, butuh perhitungan yang tepat untuk bisa melihat peluang untuk mengejar poin Olimpiade Tokyo 2020.  

"Jadi kalau untuk sektor saya, turnamen ini hanya untuk buat mengembalikan kondisi fisik saja. Karena jelang kualifikasi, maka strateginya begini, kalau di Kejuaraan Asia mereka juara sekarang, nanti diperhitungan poin ke Olimpiade terakhir akan jatuh di Kejuaraan Asia lagi tahun depan. Jadi lebih baik hasilnya saat ini tidak terlalu tinggi, karena memang riskan. Hingga nanti di akhir kualifikasi olimpiade mereka bisa mengejar gelar di turnamen ini," tuturnya.

KEVIN Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon, meraih gelar juara di Malaysia Master 2019.*/ANTARA

Kecuali poin pemainnya sudah aman, maka dia menilai pemainnya tidak perlu kejar-kejaran lagi di Kejuaraan Asia tahun depan.  Selain untuk mengembalikan fisik pemain jelang perhitungan poin Olimpiade, Herry mengaku bila turnamen ini akan jadi evaluasi untuk performa pemainnya. Apalagi, dia ingin mempertahankan tiga gandanya di posisi lima dunia hingga akhir kualifikasi Olimpiade.

"Kalau sampai akhir begini terus (tiga pasangan di lima besar), saya tidak perlu pusing. Karena wakil sudah pasti dua, tinggal satu pasangan jadi cadangan, dan itu sudah ada di The Daddies (Hendra-Ahsan). Saya hanya minta bisa memanfaatkan kondisi di Kejuaraan Asia nanti untuk beradaptasi dengan permainan menang angin dan kalah angin. Karena di semua lapangan di Asia, problemnya disitu," katanya.***

Bagikan: