Pikiran Rakyat
USD Jual 14.301,00 Beli 14.001,00 | Langit umumnya cerah, 17.1 ° C

Timnas akan Gelar Pemusatan Latihan Saat Puasa

Wina Setyawatie
DOK.PR
DOK.PR

JAKARTA, (PR).- Tim Nasional (Timnas) senior kembali akan melakoni pemusatan latihan (TC) di bulan puasa, Mei mendatang. Pelatnas kembali digelar untuk persiapan untuk menghadapi dua laga FIFA matchday yang sekaligus menjadi ajang persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2022, pada 5 September nanti. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria kepada wartawan di Hotel Atlet Century, Jakarta, Senin, 15 April 2019. Saat ini PSSI, menurutnya masih memastikan calon lawan timnas untuk dua uji coba tersebut. Namun yang pasti, jadwal FIFA matchday sesuai dengan kalender resmi FIFA akan berlangsung pada medio 3-11 Juni 2019.

"Lawan kami masih harus memastikan dulu. Karena kami membidik untuk bisa mendapatkan lawan dari luar Asia Tenggara. Dengan kekuatan dan rangking yang berada di atas Indonesia. Kami berusaha dari Asia Tengah atau dari Asia Barat. Tapi yang pasti TC akan tetap digelar pada bulan puasa karena ini masih bagian dari persiapan menuju putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022," tukasnya. 

Sementara itu, Pelatih Timnas senior Indonesia, Simon Mcmenemy mengatakan akan ada perubahan nama pemain yang dipanggil dalam TC nanti. Tidak terlalu banyak, menurutnya hanya 1-2 pemain yang berubah. 

"Saya hanya melakukan perubahan sesuai dengan kebutuhan tim. Tidak mau terlalu banyak coba pemain, karena kami memang sedang membangun tim," katanya. 

Ada beberapa kandidat yang dinilainya patut dicoba dipanggil ke Timnas. Sayang dia tidak mau membocorkannya. Salah satu nama yang santer adalah Sandy Walsh. Pemain asal Belanda keturunan Indonesia itu diakui Simon sudah berkomunikasi secara intensif. Namun, Simon belum bisa memastikan apakah akan memanggil Sandy mengingat proses naturalisasi Sandy belum berjalan. 

"Saya memang ada komunikasi dengan Sandy. Namun sebelum dia dipanggil, masih ada proses naturalisasi yang harus dijalaninya dulu. Kita lihat saja nanti. Saat ini prioritas saya adalah pemain-pemain yang ada di sini dulu," ucapnya. 

Namun dirinya memastikan tidak akan ada nama skuad Timnas U-23 besutan Indra Sjafri. Pasalnya, Simon mengaku tidak ingin mengganggu persiapan Timnas "Garuda Muda" menuju SEA Games akhir tahun ini. 

"Untuk saat ini rasanya saya belum mau mencoba Timnas U-23. Karena saya benar-benar membutuhkan pemain yang siap diambil. Mereka (Timnas U-22) pun masih harus mencari pengalaman sebanyak mungkin untuk menyelesaikan tugas di SEA Games 2019. Mungkin baru tahun depan saya akan bilang ke coach Indra untuk bergabung bersama skuad," pukasnya.

Naik peringkat

Seperti yang diketahui, untuk skuad Timnas ini, selain target lolos kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Simon juga diberikan target untuk menaikkan peringkat Indonesia di rangking FIFA. PSSI sendiri mentarget Indonesia di akhir tahun nanti harus bisa menembus rangking 120 besar dunia.  Sementara saat ini Indonesia masih terpaku di posisi 159 dunia, di bawah Thailand (114), Filipina (124), dan Myanmar (140).

Tisah menambahkan, bahwa pihaknya sadar target tersebut tidak akan mudah untuk Simon. Namun pihaknya mengaku akan membantu sebaik mungkin Timnas untuk memenuhi target tersebut. 

"Kami siapkan semua strategi untuk membantu Simon bisa mewujudkan target tersebut. Simon sendiri hanya tersenyum. Kita doakan saja agar undian Pra-Piala Dunia akan berikan pot yang bagus untuk Indonesia," tuturnya kemudian.***

Bagikan: