Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 17.7 ° C

Tim Selekda Tenis Meja Jabar Terbentuk

Arif Budi Kristanto
null
null

BANDUNG, (PR). Sepuluh atlet putra dan putri terbaik terpilih sebagai tim pemusatan latihan daerah (Pelatda) tenis meja Jawa Barat melalui seleksi daerah yang rampung digelar di GOR Laga Tangkas, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu 14 April 2019. Tim tersebut akan dipersiapkan menghadapi babak kualifikasi cabang olah raga tenis meja Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX.

Kesepuluh atlet yang lolos memperkuat Pelatda Jabar, tersebut adalah Gilang Maulana, Ahmad Dahlan (Kabupaten Subang), Andre Kristian Gunaya (Kabupaten Garut), Muhamad Akbar (Kota Bogor), dan Kevin Junius Fabian (Kota Bekasi) untuk kategori putra. Sementara itu pada kategori putri adalah Kharisma Nurhawa (Kabupaten Bogor), Nuni Sugiani (Kabupaten Ciamis), Sopi Fitria (Kabupaten Sumedang), Alda Rahayu Chandra (Kota Bogor), dan Amanda Nurkhoir (Kabupaten Bogor).

"Selekda tahap kedua sudah selesai dan tim pelatda tenis meja Jawa Barat sudah terbentuk. Kita akan segera bersiap menghadapi babak kualifikasi," kata Wakil Ketua II Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Jabar Arsadinata di Bandung, Senin 15 April 2019.

Dia mengatakan, selekda tahap kedua tersebut diikuti 26 atlet tenis meja yang berasal dari seluruh daerah di Jabar. Peserta selekda terdiri dari 14 orang putra dan putri. Namun, ada dua orang atlet yang mundur dari selekda.

"Seharusnya ada 32 orang yang ikut selekda ini. Namun empat orang mendapatkan wildcard yakni Gilang Maulana, Ahmad Dahlan (putra), Kharisma Nurhawa, dan Nuni Sugiani (putri). Mereka tidak mengikuti selekda karena otomatis sudah lolos," ujarnya.

Arsadinata mengatakan, dalam selekda tahap kedua tersebut Pengprov PTMSI Jabar hanya tinggal mencari tiga orang untuk memperkuat tim Pelatda tenis meja. Sebab, putra dan putri sudah lolos masing-masing dua orang. "Tiga atlet terbaik yang diambil dari selekda tahap dua ini adalah peringkat pertama hingga ketiga," ucapnya.

Sementara itu menurut Ketua Bidang Prestasi Tito Siswadi, para atlet yang mendapatkan wildcard adalah atlet yang terus dipantau dan kualitasnya terbukti stabil dengan meraih berbagai gelar juara.

"Mereka yang dapat wild card ini memang tidak ikut selekda. Namun, api kami selalu melakukan pemantauan dan hasilnya sangat baik," tuturnya.

Dia mengatakan pelatda tenis meja ini akan dipersiapkan menghadapi babak kualifikasi yang masih belum jelas tempat dan waktu pelaksanaannya.

"Mei nanti akan digelar musyawarah nasional PTMSI di Jakarta. Pada acara itu akan diputuskan tempat dan waktu babak kualifikasi, termasuk soal batasan usia atlet peserta PON Papua," kata Tito.

Dia mengatakan selama ini para atlet telah melakukan latihan secara desentralisasi. Fase sentralisasi atau latihan terpusat baru akan dilakukan menjelang pelaksanaan babak kualifikasi.

"Maksimal sebulan sebelum babak kualifikasi digelar, kami akan melakukan sentralisasi. Semua atlet Pelatda di tempatnya di satu tempat untuk melakukan latihan secara intensif," ujarnya.***

Bagikan: