Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 30.2 ° C

Performa Kevin-Marcus Menurun, Dua Ganda Putra Indonesia Diberikan Target Berbeda Jelang Kualifikasi Olimpiade 2020

Wina Setyawatie
KEVIN Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon, meraih gelar juara di Malaysia Master 2019.*/ANTARA
KEVIN Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon, meraih gelar juara di Malaysia Master 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Dua pasang ganda putra utama bulutangkis Indonesia dinilai kurang bagus peformanya dengan mengevaluasi hadil dari dua turnamen, Malaysia Open 2019 dan Singapore Open 2019. Ada sedikit penurunan performa dari Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon, namun di sisi lain sedikit peningkatan terlihat di Fajar Alfian-Mohammad Rian Ardianto yang dinilai bisa lewati "tembok".

Di Malaysia Open 2019, Kevin-Marcus hanya bisa mencapai babak perempat final setelah kandas di tangan Fajar-Rian. Namun Fajar-Rian sendiri tidak mampu melangkah lebih jauh dari babak semi final. 

Kemudian, di Singapore Open 2019, sebaliknya. Fajar-Rian tumbang di tangan Kevin-Marcus pada babak perempat final. Tetapi, Kevin-Marcus pun tidak bisa maju lebih jauh setelah takluk dari Takeshi Kamuran-Keigo Sonoda di "4 Besar". 

"Boleh di bilang memang secara hasil tidak baik. Enggak bagus, walaupun di satu sisi ada kemajuan, khususnya Fajar-Rian, karena bisa "pecah telur". Karena untuk kali pertama, di Malaysia Open, mereka bisa melewati "tembok" (Kevin-Marcus) yang sebelumnya selalu kalah dalam tiga pertemuan. Buat saya, sebagai pelatih senang karena artinya ada kemajuan sedikit," tukas pelatih ganda putra Pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi, saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Selasa, 16 April 2019.  

Selama ini, menurut dia, sosok Kevin-Marcus memang masih menjadi hambatan untuk ganda utama keduanya tersebut. Hingga bisa lewat pun bagus. Namun, yang kurang bagus ketika semi final melawan Takeshi-Sonoda. Performa Fajar-Rian dinilai memburuk karena sudah habis-habisan saat melawan Kevin-Marcus. 

"Saat saya tanya, mereka bilang drop. Habis di pikiran dan konsentrasinya. Karena mereka harus menahan konsentrasi, belajar dari tiga turnamen yang hampir menang, ternyata malah kalah," ucapnya. 

PASANGAN ganda putra Fajar Alfina-Muhammad Rian Ardianto menjadi andalan tim Indonesia.*/HUMAS PBSI

Kematangan permainan Fajar-Rian sudah meningkat

Sejauh ini, mental juara Fajar-Rian dinilainya sudah mulai keliatan. Hanya saja, cara mereka mengatur permainan di lapangan masih belum tenang. "Sejauh ini kematangan mereka sudah mulai keliatan dari permainannya. Error-nya sudah mulai berkurang. Kalau dulu, error-nya banyak, sekarang persentasenya sudah berkurang dan keliatan kepercayaan dirinya meningkat. Melawan siapa saja tidak ada ada rasa terlalu khawatir. Itu terlihat setelah Asian Games," imbuhnya. 

Di sisi lain, penurunan performa dilihatnya dari pasangan utamanya, Kevin-Marcus. Herry mengaku belum tahu apa penyebabnya, karena belum berbicara secara individu dengan pemainnya tersebut. 

"Memang ada penurunan. Tapi, saya belum obrol secara individu, apakah karena mereka jenuh, atau karena sudah mulai melihat tidak ada tantangan atau seperti apa. Namun, saya berusaha berpikir positif. Karena ini jelang kualifikasi Olimpiade, kalau menang-menang terus juga tidak bagus. Karena sejarah sudah membuktikan, nanti di peak-nya saat olimpiade hasilnya masih tanda tanya," katanya. 

Kalah terus pun dinilainya tidak baik. Apalagi kalau kalah 4-5 kali beruntun, itu dinilai Herry sudah "lampu merah". Karena itulah, pihaknya ingin menganalisa lebih dalam lagi faktor kekalahannya. Dikatakannya, bagian penelitian dan pengembangan PBSI sudah merekam permainan "Minions" dan menelitinya. 

"Jadi nanti saya mau Litbang mencari di mana sebenarnya lose point-nya setiap pemain. Itu yang akan kita pelajari secara detail menjelang kejuaraan," imbuhnyanya. 

THE Minions, Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon sukses meraih gelar perdana mereka di 2019 ini. Mereka naik ke podium tertinggi Malaysia Master 2019 usai menaklukan ganda Malaysia Ong Yew Sin-Teo Ee Yi 21-15, 21-16 dalam partai final yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Minggu, 20 Januari 2019.*/DOK HUMAS PBSI

Target berbeda

Dibandingkan Fajar-Rian yang diberikan tugas untuk bisa memperbanyak gelar juara, terutama di turnamen BWF Super 500-1.000 guna meningkatkan kepercayaan diri dan mental juara, Minions diberikan target berbeda. Minions diharapkan bisa mencatatkan puncak performanya di Olimpiade 2020 dan Kejuaraan Dunia 2019. Di dua kejuaraan tersebut, Kevin-Marcus belum pernah mendapatkan gelar. 

Fajar-Rian memang diharapkan bisa terus merebut gelar juara sebanyak-banyaknya guna meningkatkan mental juara. Sementara, Kevin-Marcus tidak perlu terlalu memikirkan harus menang di turnamen-turnamen level BWF Super karena itu akan jadi tekanan. Dengan level mereka yang tinggi, juara di BWF Super 300 pun tidak akan berpengaruh pada poin mereka.  

"Jadi untuk menentukan turnamen pun harus kita lihat sikon-nya. Untuk kualifikasi Olimpiade, kami (ganda putra) baru akan mulai di Indonesia Open nanti, lalu ke Jepang Open dan Thailand. Kita tidak mulai di New Zealand. Hanya Hendra(Setiawan)-(Mohamad) Ahsan yang berangkat," imbuhnya.***

Bagikan: