Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Berawan, 21.6 ° C

Boling Porda 2022, Tuan Rumah Belum Punya Venue

Arif Budi Kristanto
FOTO ilustrasi sarana olah raga boling.*/REUTERS
FOTO ilustrasi sarana olah raga boling.*/REUTERS

BANDUNG, (PR).- Pelaksanaan Pekan Olah Raga Daerah (Porda) Jawa Barat XIV/2022 di Kota Tasikmalaya, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Bandung Barat menimbulkan kekhawatiran tidak dipertandingkannya cabang olah raga boling karena ketiadaan venue atau arena. Ketua Pengurus Cabang Persatuan Boling Indonesia (PBI) Kota Bandung Dicky N. Wijaya berharap kejadian tidak dipertandingkannya boling seperti pada Porda Kabupaten Bekasi tidak terulang.

"Setelah di Kabupaten Bekasi tidak digelar, alhamdullilah boling kembali digelar di Porda Kabupaten Bogor tahun lalu. Untuk Porda 2022, kami harap boling tetap digelar. Porda menjadi event penting dalam tahapan pembinaan atlet," kata Dicky di Siliwangi Bowling Center, Kota Bandung, Sabtu 13 April 2019. 

Dari sebelas nomor yang dipertandingkan, Kota Bandung sangat dominan dengan perolehan 7 medali emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Boling menjadi salah satu cabang olah raga penyumbang medali emas terbanyak bagi Kota Bandung yang finis sebagai peringkat kedua klasemen akhir perolehan medali keseluruhan Porda 2018. 

Namun Dicky menegaskan, bukan dominasi raihan medali yang membuat PBI Kota Bandung ingin boling tetap digelar pada Porda 2022. Menurut dia, para atlet boling Kota Bandung merupakan andalan tim nasional Indonesia untuk ajang-ajang seperti SEA Games. 

"Saya pikir ada mencapai 50 persen atlet tim nasional itu adalah hasil pembinaan di Kota Bandung. Oleh karena itu, tahap pembinaan yang penting seperti pada level Porda ini jangan sampai terputus," kata Dicky.

Dia mengakui, minimnya arena boling representatif menjadi kendala besar dalam pembinaan cabang olah raga permainan ini. Jumlah arena boling di kota-kota besar terus menyusust, sementara tidak ada pembangunan arena di daerah.

Jabar sempat memiliki cukup banyak arena boling diantaranya center boling Batununggal Kota Bandung, center boling Trans Studio Bandung, center boling Planet Dago Bandung, center boling Bogor Nirwana Residence, hingga center boling di Kota Cirebon. Namun, arena boling tersebut satu per satu gulung tikar dan tidak lagi beroperasi karena  biaya pemeliharaan yang cukup tinggi.

Di Kota Bandung saja, kata Dicky, hanya terdapat satu arena representatif, yakni Siliwangi Bowling Center dan itu pun milik swasta, sehingga untuk berlatih atau menggelar event harus bernegosiasi dulu.

"Khusus di Kota Bandung sendiri kami berharap ada perhatian lebih dari pemerintah dengan pembangunan atau penambahan arena boling yang representatif supaya pembinaan terus menggeliat dan terjadi regenerasi. Apalagi, boling Kota Bandung merupakan salah satu barometer pencetak atlet nasional," kata Dicky.

Upaya pembangunan venue representatif juga diharapkan dilakukan oleh ketiga tuan rumah Porda 2022. Dengan demikian, boling dapat tetap digelar pada hajatan empat tahunan tersebut.

"Tiga tuan rumah ini memang belum punya venue, tapi masih ada waktu dan semoga bisa disiapkan. Kalau memang tidak memungkinkan, bisa digelar di sini yang cukup representatif. Yang penting, boling harus tetap dipertandingkan karena atlet kita itu punya peran penting di level nasional," kata Dicky.***

Bagikan: