Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Sedikit awan, 20.9 ° C

Benjamin  Dyball Juara Umum LTdL 2019

Tim Pikiran Rakyat
PETRONAS Le Tour de Langkawi (LTdL) Malaysia berakhir di Bandarraya Kuah, pulau Langkawi   – Malaysia Sabtu 13 April 2019.*/ADE MAMAD/PR
PETRONAS Le Tour de Langkawi (LTdL) Malaysia berakhir di Bandarraya Kuah, pulau Langkawi – Malaysia Sabtu 13 April 2019.*/ADE MAMAD/PR

KUAH,(PR).- Pembalap asal  Australia Benjamin Dyball (29) dari  tim Sapura Cycling (Malaysia) tak tergoyahkan mempertahankan kaus kuning yang diraihnya sejak etape IV,  untuk menjadi pembalap kedua tim  asal Malaysia yang mampu tampil sebagai juara umum balap sepeda “UCI Pro Tour Asia“  Petronas Le Tour de Langkawi (LTdL) Malaysia 2019 edisi ke-24.

Petronas Le Tour de Langkawi (LTdL) Malaysia berakhir di Bandarraya Kuah, pulau Langkawi   – Malaysia Sabtu 13 April 2019. Para pembalap menyelesaikan tahapan terakhir etape VIII   sejauh 103,8 km  (Dataran Lang – Kuah).

Dyball finis dalam satu peleton terdepan urutan ke-24 untuk  memastikan kaus kuning  (pimpinan umum) yang direbutnya di  etape IV tanjakan Genting Highlands kekal menjadi miliknya pada LTdL 2019. Dyball  menjadi juara umum  menyesaikan delapan etape (total jarak 1.230 km) dengan total waktu tercepat  29 jam 15 menit 53  detik, “runner up” ditempati Keegan Swirbul (Floyd’s Pro Cycling/AS) terpaut 50 detik dan ketiga Vadim Pronskiy (Vino Astana Motors/Kazakstan)) +  1 menit 5 detik dan keempat Hernan Aguirre ( Interpro Cycling Academy/Kolombia) + 1 menit 7 detik.  

Sementara juara bertahan LTdL 2018 Artem Ovechkin (Rusia) yang membuat sejarah menjadi pembalap pertama asal tim Malaysia, Terengganu Cycling Team menjadi juara umum LTdL , kali ini haus puas di posisi ke-18 (+ 4 menit 25 detik).

Tampil sebagai pemenang pada adu sprint massal finis etape VIII (terakhir) LTdL 2019, sprinter Italia Marco Benfatto (Androni Giocattoli)  mengalahkan Blake  Quick (St. George Continental/Australia)  di urutan kedua dan  Matteo Pelucchi (Androni Giocattoli/Italia) uutan ketiga dengan waktu sama 2 jam 17 menit 42 detik. Hanya 113 pembalap dari 22 tim yang mencapai finis dari 132 peserta awal  sejak etape I di Kuala Lumpur.

Kontibutor PR Online, Bambang Kuntady dan fotografer Ade Mamad melaporkan, pemegang kaus kuning Benjamin Dyball (Sapura)  selamat tiba di garis penamat  Bandarraya Kuah, Langkawi menyelesaikan etape VIII  finis dalam satu peleton (rombongan besar) di urutan ke-24 dengan waktu sama 2 jam 17 menit 42 detik seperti Benfatto pemenang etape ini. 

Posisi terbaik pembalap Indonesia di klasemen umum urutan ke-69 oleh Dadi Suryadi asal Jabar yang memperkuat tim Brunei Continental  tertinggal 38 menit 54 detik.

Untuk klasemen beregu, tampil sebagai juara umum tim Floyd’s Pro Cycling (Kanada) dengan waktu tercepat 87 jam 54 menit 20 detik, kedua tim Sapura (Malaysia) +  1 menit 8 detik dan ketiga tim Vino Astana Motors (Kazakstan) 4 menit +59 detik. Tim Customs Cycling Indonesia di urutan ke- 20 dari 21 tim, tertinggal 1 jam 33 menit 31 detik, Paling buncit  tim Brunei Continental  urutan ke-21 (+2 :17:49).

Klasemen Asia

Pada klasemen beregu Asia yang diikuti tujuh tim, urutan teratas  Vino Astana Motors (Kazakstan), kedua Timnas Malaysia + 25 menit 59 detik, ketiga Timnas Jepang + 29 menit 42 detik. Sedangkan tim Customs Cycling Indonesia di posisi keenam + 1 jam 28 menit 32 detik.

Untuk klasemen pembalap Asia (kaus putih) dikuasai Vadim Pronskiy (Vino Astana Motors/Kazakstan), kedua Nariyuki Mazuda (timnas Jepang) + 24 detik, ketiga Stepan Astafyev (Vino Astana Motors/Kazakstan)+3 menit 33 detik.

Kaus hijau (king of sprint)  Travis McCabe (Floyd’s Pro/AS), Kaus merah (king of mountain)  Angus Lyons (tim Oliver’s/Australia). Pemberian trofi juara dan medali diserahkan  langsung oleh Perdana Mentri Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad.

Pada  jumpa pers, Benjamin Dyball  juara LTdL 2019 yang baru musim ini dikontrak tim Sapura mengungkapkan rasa gembiranya bisa memberi gelar juara LTdL bagi timnya Sapura Cycling (Malaysia) yang menjadi tim kedua asal Malaysia yang  pembalapnya menjadi juara umum. 

“Saya tentu amat bahagia bisa memberi kemenangan bagi tim asal Malaysia menjadi juara umum  perorangan(kaus kuning) LTdL dan posisi kedua beregu bagi tim Sapura. Tim Sapura menjadi tim kedua  asal Malaysia yang sukses di LTdL  setelah tahun lalu tim Terengganu melalui Artem Ovechkin (Rusia) menjadi juara LTdL pertama kali bagi Malaysia, ungkap Dyball

“ Sungguh luar biasa, ini peningkatan pestasi bagi saya pribadi setelah tahun lalu memperkuat  tim St. George Continental (Australia) di urutan ketiga klasemen LTdL 2018” ujar pembalap Australia berusia 29 tahun ini yang berharap tahun depan masih bertahan di tim Sapura. ***

Bagikan: