Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Sedikit awan, 21.7 ° C

Tumbangkan Persebaya, Arema Rebut Piala Presiden

Wina Setyawatie
null
null

MALANG, (PR).- Arema FC kembali merebut gelar juaranya di Piala Presiden 2019 setelah memenangi final leg 2 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat 11 April 2019. Di laga ini Arema menang 2-0.

Dengan hasil tersebut, maka Arema menang agregat 4-2, mengingat pada final leg 1 di Surabaya, mereka sukses menahan imbang musuh bebuyutannya Persebaya Surabaya 2-2. Ini menjadi gelar kedua Arema di turnamen ini disepanjang empat kali penyelenggaraan. Sementara dua tim lainnya yang pernah juga menjuarai turnamen ini adalah Persib (2016) dan Persija (2018). 

Kemenangan Arema di laga ini ditentukan oleh  pemain belakang mereka, Ahmad Nur Hardianto dan striker andalannya Ricky Kayambe. Hardianto sukses menjebol gawang Persebaya di menit ke-43. Memanfaatkan umpan lambung dari Makan Konate, tendangan kaki kanannya yang cukup keras pun tidak mampu dihadang oleh kiper Persebaya, Abdul Rohim. 

Setelah gol pertama, sempat ada kebuntuan. Meskipun Arema terus melancarkan serangan namun hingga turun minum belum ada satu pun yang terkonversi menjadi gol. 

Memasuki babak kedua, Arema terlihat lebih banyak bertahan. Sebaliknya Persebaya lebih agresif menyerang

Namun, disiplinnya lini belakang Arema membuat Persebaya kesulitan untuk menembus dan menciptakan gol. Arema bermain sabar dengan meladeni serangan Persebaya, hingga akhirnya memasuki "injury time" mereka mencuri gol kemenangan. 

Kali ini Ricky Kayambe yang memberikan tambahan gol kemenangan bagi Arema di 90+2. Ricky ini merupakan mantan punggawa Persebaya. 

Dengan kemenangan tersebut maka Arema berhak membawa pulang hadiah uang sebesar Rp 3,5 miliar, medali, dan trofi bergilir Piala Presiden, sedangkan Persebaya dengan Rp 2,350 miliar. 

Sementara peringkat ketiga bersama Madura United dan Kalteng Putra masing-masing mendapatkan hadiah Rp 825 juta. 

Penghargaan

Di akhir pertandingan, panpel memberikan penghargaan kepada Jakmania sebagai suporter terbaik Piala Presiden tahun ini. Bukan hanya itu, Persija Jakarta juga memperoleh penghargaan sebagai tim fairplay karena mendapatkan Kartu Kuning palinh sedikit.

Kemudian untuk penghargaan wasit terbaik jatuh kepada Yusuf Fadillah. Dia mendapatkan apresiasi sebesar Rp 50 juta. Untuk pemain muda terbaik diberikan kepada Irfan Jaya dari Persebaya. Dia menerima trofi sekaligus bonus uang sebesar Rp 150 juta. 

Penghargaan topskor diserahkan kepada dua pemain, Bruno Matoz dari Persija dan Manu Dzhalilov dari Persebaya. Mereka mendapatkan total Rp 150 juta. Terakhir pemain terbaik Piala Presiden jatuh kepada pemain belakang Arema, Hamka Hamzah. Selain trofi, pemain senior ini juga mengantongi hadiah sebesar Rp 200 juta.

Sayang Presiden RI Joko Widodo tidak jadi hadir dalam leg 2 laga final yang bukan hanya akan menentukan pemenang turnamen untuk tahun ini, tapi juga sebagai penutup turnamen pra-musim 2019 ini. Presiden memastikan tidak hadir pada Kamis 10 April 2019 malam, pukul 23.00 wib. Menurut informasi yang diterima panpel, Presiden menghadiri kegiatan lain di Sentul. Mengingat sudah mulai mendekati akhir masa kampanye Pemilihan Presiden, maka kemungkinan Jokowi fokus kepada hal itu. 

Meski tidak hadir, namun Ketua Steering Committe Piala Presiden 2019 Maruara Sirait di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat 11 April 2019 mengatakan bahwa Jokowi menyampaikan salam hormatnya kepada seluruh klub, suporter, media, dan stakeholder Piala Presiden lainnya. Bahkan sebagai apresiasi akan keberhasilan penyelenggaraan Piala Presiden tahun ini, maka menurut Maruara, kemungkinan pihaknya akan meminta Presiden untuk bisa memberikan waktunya kepada para perwakilan klub Piala Presiden tahun ini untuk bisa diterima di Istana Negara. 
"Sebagai apresiasi keberhasilan turnamen, kami akab minta agar perwakilan klub-klub ini bisa menghadap Presiden ke Istana. Jangan hanya juaranya saja. Saya akan obrolkan ini dengan pihak OC dan PSSI nanti," tukasnya. 

Mewakili Jokowi, hadir Menteri Koordinator Pembangunan dan Kebudayaan Puan Maharani yang menyerahkan trofi juara kepada Arema. Selain Puan, turut  hadir juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa, perwakilan MPR/DPR RI,  Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budiarto, dan beserta jajarannya. 

Meski tanpa kehadiran Presiden pun, pembukaan laga final Piala Presiden 2019 berlangsung cukup meriah. Sebelum pertandingan, para penonton dihibur dengan kehadiran para artis ibukota seperti Dewi Persik, Trio Macan, dan Kotak. Mereka bukan hanya mengajak para suporter untuk berdendang dan bergoyang, tapi juga menaikan adrenalin untuk membela timnya.
Aksi suporter Arema pun beragam, mulai dari melakukan kreografi hingga berbentuk bendara Merah Putih, hingga mengiringi timnya dengan bersyalawat. 

Semangat baru

Ada semangat baru yang diperlihatkan oleh para suporter untuk menggairahkan kembali sepak bola nasional yang namanya kini sedikit tercoreng karena masalah di tubuh federasi. Dukungan penuh yang diberikan suporter terlihat dari dua laga final Piala Presiden 2019 antara Persebaya dan Arema FC.

"Saya terharu karena antusias suporter dari dua leg partai final Piala Presiden ini bisa dilihat begitu besar. Ini merupakan tanda bahwa tiap tahun perkembangan turnamen ini terus ada. Ini menunjukkan kembali bergairahnya persepakbolaan nasional, terpenting suporter mulai mau lebih baik lagi dalam mendukung timnya (tanpa adanya aksi rasis dll.)," ungkap Maruara. 

Bukan hanya dari suporter, tim-tim peserta pun dinilainya mulai menunjukkan kesadaran tinggi, Bila ingin berpretasi bukan menyogok wasit. Namun, menurutnya, adalah memilih pemain, pelatih, dan latihan yang bagus. 

Penyelenggaraan Piala Presiden tahun ini memang dinilai mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dari segi transparansi, tahun ini audit yang dilakukan PricewaterhouseCoopers (PwC) berjalan sepanjang turnamen, mulai dari turnamen ini dimulai, saat berjalan hingga jelang akhir ini. Jauh berbeda dengan tiga penyelenggaraan sebelumnya, dimana menurut Ara, panggilan akrab Maruara, selalu digelar setelah turnamen selesai. 

"Jadi ini bisa dibilang sebagai perkembangan yang bagus dari sisi transparansi keuangan. Hingga sponsor pun dukungannya luar biasa. Sampai dengan hari ini panpel sudah menerima Rp 46 miliar dari sponsorship. Dimana Rp 40 miliar berasal dari oficial broadcast (emtec) dan sisanya dari sponsor lainnya. Jumlah pemasukan dari sponsor sendiri masih akan bertambah. Pemasukan dari tiket pun luar biasa, mencapai Rp 18,3 miliar dengan total penonton lebih dari 440.800 dari keseluruhan pertandingan selama turnamen ini berlangsung. Dimana rata-rata tiap pertandingannya dihadiri oleh lebih dari 11.000 penonton,"  akunya. 

Meski dikatakan memiliki banyak perkembangan positif, namun Maruarar masih belum berani mengatakan bila tahun ini adalah penyelenggaraan Piala Presiden terbaik. Menurutnya yang penting hasil yang dikeluarkan bisa memberikan dampak positif bagi persepakbolaan Indonesia khususnya. 

"Saya tidak berani mengatakan bila ini yang terbaik. Karena yang penting kita lihat hasilnya sepert apa. Karena keberhasilan ini kerja keras tim secara kolektif. Tidak ada disini yang namanya superman, yang ada super tim," pukasnya menjelaskan.***
 

Bagikan: