Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Berawan, 21.6 ° C

Belum Kantongi Surat Penunjukkan Operator, LIB Percaya Diri Siapkan Liga 1

Wina Setyawatie
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

JAKARTA, (PR).- Meskipun belum mengantongi surat penunjukkan dari PSSI sebagai operator kompetisi sepak bola profesional Indonesia, Liga 1 musim depan, PT Liga Indonesia Baru (LIB) tetap percaya diri untuk mengajukan surat permohonan rekomendasi kompetisi. LIB kemarin datang ke Badan Olah Raga Profesional Indonesia (BOPI) untuk melakukan rapat koordinasi di di Wisma Menpora, Senayan, Jakarta, Rabu, 10 April 2019.

Hal tersebut terkuak dari Direktur Utama PT LIB Dirk Soplanit yang mengatakan kepada media bahwa pihaknya (LIB) masih menunggu surat mandat dari PSSI sebagai operator. Saat ini mereka berjalan sendiri secara otomatis melanjutkan program musim kompetisi sebelumnya.

"Itu yang jadi perhatian kami. Mana surat mandat atau penunjukkan LIB operator, itu yang jadi pertanyaan dalam pertemuan dengan BOPI tadi. Namun, karena ini program kompetisi musim depan sudah berjalan, jadi akhirnya tidak terasa bahwa kita belum ada mandat. Tapi, seiring berjalannya proses menuju kick off, pasti itu akan dipenuhi. Karena kan kita satu rumah dengan PSSI, jadi segera setelah ini akan langsung kami tindaklanjuti," ucapnya.

Meski belum 100 persen dipastikan akan jadi operator Liga 1 musim ini, namun bagi LIB hal terpenting strategis bagi mereka akan mendapatkan dukungan BOPI lebih dahulu. Makanya, mereka langsung mendapatangi BOPI untuk menyampaikan permohonan rekomendasi.

"Tentu tugas kami selanjutnya adalah menyelesaikan apa kekurangan persyaratan rekomendasi yang kurang agar proses verifikasi bisa berjalan cepat," ujarnya.

Sebelumnya kembali beredar kabar jika ada operator lain di luar LIB yang juga ingin mengajukan diri sebagai operator kompetisi Liga 1 kepada PSSI. Lalu bagaimana bila nanti ada perubahan operator Liga secara mendadak, Dirk mengatakan bahwa kemungkinan itu kecil terjadi. Pasalnya, LIB sendiri sebagai operator adalah perpanjangan tangan pemegang saham, yakni 18 klub Liga 1 dan PSSI.

"Jadi LIB ini adalah anak perusahaan yang dibentuk PSSI dan klub, ini berdasarkan kesepakatan bersama. Jadi tidak mungkin PSSI tiba-tiba memutuskan operator lain untuk menjalankan Liga 1 dalam waktu singkat. Kemungkinan itu sangat kecil," katanya.***

Bagikan: