Pikiran Rakyat
USD Jual 14.060,00 Beli 14.158,00 | Sebagian cerah, 21.3 ° C

Jojo Punya Modal Kalahkan Pemain Top Dunia

Wina Setyawatie
JONATAN Christie (Jojo).*/DOK. PR
JONATAN Christie (Jojo).*/DOK. PR

SINGAPURA, (PR).- Mulai mampu mengimbangi dan bahkan mengalahkan pemain top dunia di ajang Malaysia Open 2019 lalu, menambah kepercayaan diri tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie (Jojo). Bahkan di Singapore Open 2019 yang akan berlangsung di Singapore Indoor Stadium, 9-14 April ini, dia percaya bisa mengulang atau bahkan lebih baik dari pencapaian sebelumnya. 

Di Malaysia Open pekan lalu, Jonatan memang mencatatkan hasil gemilang. Meski belum berhasil merebut gelar juara, performanya dinilai mengalami peningkatan yang cukup lumayan. Karena dia sudah mulai bisa mengatasi permainan para pemain unggulan, seperti Kento Momota dan Victor Axelsen. 

Keduanya dikandaskannya dalam dua gim langsung, melawan Momota, yang merupakan unggulan pertama di babak kedua, Jonatan menang 22-20, 21-15. Sedangkan Axelsen ditumbangkannya di babak perempat final dengan skor 21-18, 21-19. Jonatan berhasil "pecah telur" mengingat dari dua kali pertemuan dengan kedua pemain tersebut, dia selalu saja kalah. 

Di semi final sendiri, kendati belum bisa menaklukan Chen Long, tapi dia dinilai sudah mulai bisa memberikan perlawanan. Hanya saja ada sedikit hal non teknis yang menurut kabid. Binpres PBSI Susy Susanti, saat dihubungi Selasa 9 April 2019, harus diperbaiki Jonatan untuk performa selanjutnya di Singapore Open. 

"Saya lihat kendalanya lebih kepada nonteknis, itu yang harus diperbaiki Jojo (Jonatan -Red.). Dia harus lebih siap lagi di turnamen berikutnya. Karena terkadang dia saya lihat suka hilang fokus dan konsentrasi. Tapi pencapaiannya di Malaysia kemarin cukup luar biasa, karena dia akhirnya bisa mengalahkan Momota dan Axelsen," tukasnya. 

Jonatan sendiri mengakui jika kepercayaan dirinya bertambah. Dia menilai banyak pelajaran berharga yang diperolehnya di Malaysia Open kemarin. 

"Tentu itu akan jadi modal saya ke turnamen selanjutnya (Singapore Open -Red.). Mengalahkan mereka (Momota, Axelsen, dan berhadapan dengan Chen Long) tentu sesuatu yang berharga, dan itu membuat saya sedikit lebih percaya diri dengan harapan bisa tampil seperti itu lagi atau bahkan lebih baik," pukasnya. 

Bukan hanya Jonatan yang akan berlaga di Singapore Open, namun ada empat tunggal lainnya yang akan bergabung. Mereka yakni, Anthony Sinisuka Ginting, Ihsan Maulana Mustofa, Shesar Hiren Rhustavito, dan pemain senior Tommy Sugiarto. 

Di babak pertama Jonatan akan berhadapan dengan Khosit Phetpradab dari Thailand. Jika mampu melangkah ke babak kedua, besar kemungkinan dia akan bertemu unggulan kelima asal Korea, Son Wan Ho. Bila menembus babak perempat final maka dia berpotensi bertemu dengan Axelsen lagi atau juara Malaysia Open 2019, Lin Dan. Jonatan pun bisa bersua lagi dengan Momota bisa sukses melangkah ke semi final. 

Sementara tunggal putra Indonesia lainnya, Anthony akan berhadapan dengan wakil Taiwan Wang Tzu Wei di babak pertama. Kemudian, Tommy bertemu dengan Lu Guangzu dari Tiongkok. Sementara Ihsan dan Shesar harus berjuang dari babak kualifikasi terlebih dahulu. Di laga pertama kualifikasi, Shesar menghadapi pemain Hong Kong, Wong Wing Ki Vincent dan Ihsan berjumpa Sitthikom Thammasin asal Thailand. 

Tunggal putri

Sementara itu di tunggal putri, meskipun tidak mendampingi pemainnya karena harus kembali ke tanah air lebih cepat karena urusan keluarga, Pelatih Tunggal Putri Indonesia Rionny Mainaky menilai para pemainnya tetap memiliki peluang di Singapore Open ini. Hal itu menurutnya melihat perkembangan pemainnya, Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani di Malaysia Open lalu. 

Berdasarkan undian, Gregoria akan berduel dengan wakil Denmark Mia Blichfeldt, sedangkan Fitriani bertemu dengan Ratchanok Intanon, Thailand. Di atas kertas, Gregoria dinilainya cukup mampu mengatasi tunggal peringkat 22 dunia tersebut. Karena sejauh ini rekor pertemuan masih dipegang oleh Gregoria 2-0. 

"Saya sudah mengantongi pola permainan anak-anak dan sudah lihat undian. Hasilnya tidak terlalu menyulitkan. Gregoria saya yakin dia bilang mengatasi permainan Mia. Dengan catatan kondisinya bagus. Memang bertemu lagi dengan Intanon, kali ini Fitriani. Tapi saya sudah beri gambaran bagaimana harus menghadapi permainan bolanya (Intanon -Red.). Semoga bisa diterapkan," tuturnya.***
 

Bagikan: