Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian berawan, 26.3 ° C

Tiongkok Kuasai Malaysia Open 2019, Indonesia Perlihatkan Kemajuan

Wina Setyawatie
MALAYSIA Open 2019/DOK. PR
MALAYSIA Open 2019/DOK. PR

KUALA LUMPUR, (PR).- Tiongkok menguasai Malaysia Open 2019 dengan merebut empat gelar juara. Tunggal putri jadi satu-satunya sektor tidak Tiongkok kuasai.

Empat gelar Tiongkok datang dari sektor ganda campuran, ganda putra, ganda putri, dan tunggal putra. Bahkan di ganda campuran, ganda putri, dan tunggal putra mereka menciptakan final sesama Tiongkok.

Di ganda campuran, terjadi final ideal yang mempertemukan dua unggulan teratas, Zheng Siwei-Huang Yaqiong dengan Wang Yilyu-Huang Dongping.

Partai puncak yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur Sports City, Malaysia, Minggu 7 April 2019 dimenangi oleh Zheng-Huang yang merupakan unggulan pertama. Mereka menang 21-17, 21-13 dalam waktu 38 menit.

Di ganda putri, Chen Qingchen-Jia Yifan merebut gelar juara kedua mereka tahun ini setelah sebelumnya meraih gelar juara All England 2019. Mereka menumbangkan kompatriotnya Du Yue-Li Yinhui 21-14, 21-15.

Dengan kemenangan itu, Chen-Jia semakin memperlebar selisih keunggulan mereka. Sejauh ini, Chen-Jia masih unggul jauh 8-3.

Di nomor tunggal putra, partai final berlangsung seperti nostalgia. Partai itu mempertemukan dua pemain senior, Lin Dan dan Chen Long.

Lin Dan yang sudah lama tidak menjadi juara kali ini merebut podium tertinggi pertamanya tahun 2019. Dia mengandaskan perlawanan Chen Long setelah permainan ketat tiga gim yang berakhir 9-21, 21-17, 21-11.

Di ganda putra, duo menara, Li Junhui-Liu Yuchen berjaya. Musuh bebuyutan The Minions itu tidak menemui kesulitan mengatasi unggulan ketiga asal Jepang, Takeshi Kamura-Keigo Sonoda yang pada semifinal menyingkirkan wakil Indonesia, Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto. Li-Liu menang dua gim langsung 21-12, 21-17.

Satu-satunya gelar yang tanpa kehadiran Tiongkok hanyalah tungga putri. Tai Tzu Ying akhirnya merebut gelar juara pertamanya tahun ini. Dia menundukkan wakil Jepang, unggulan keempat, Akane Yamaguchi 21-16, 21-19.

Indonesia pulang dengan tangan hampa

Indonesia kembali tidak membawa pulang gelar dari Malaysia Open 2019. Pencapaian itu sama dengan tahun sebelumnya. Namun, di beberapa nomor ada peningkatan hasil jika dibandingkan tahun lalu.

Di tunggal putra, pada 2018, wakil Indonesia hanya mencapai babak perempat final lewat performa Tommy Sugiarto. Namun tahun ini, Jonatan Christie mampu melampauinya meski akhirnya tersingkir di semifinal oleh Chen Long.

Bagi Jonatan Christie, hasil tersebut menunjukkan peningkatan yang lumayan dibandingkan. Pada 2018, dia hanya mencapai babak kedua.

Peningkatan juga ditunjukkan pasangan Fajar-Rian. Bila sebelumnya mereka hanya finis pada babak kedua, kali ini bahkan mereka bisa mencapai babak semifinal dan mengubur impian unggulan pertama Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon untuk merebut juara.

Sementara untuk ganda putri dan campuran, pencapaiannya tidak berbeda jauh dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal itu menjadi sesuatu yang normal karena kali ini yang mampu menembus pencapaian tertinggi dari dua sektor tersebut merupakan pasangan baru, yakni Rizki Amelia Pradipta-Ni Ketut Mahadewi Istarani dan Tontowi Ahmad-Winny Oktavina Kandow.

Bagi Tontowi-Winny, hasil tersebut merupakan perempat final kelima mereka semenjak dipasangkan awal tahun 2019. Mereka masih belum mampu menyentuh prestasi lebih jauh lagi.

Kelengahan saat unggul jadi pekerjaan rumah mereka untuk diperbaiki. Hal tersebut yang selalu menjadi masalah buat mereka dan hal itu diakui oleh keduanya.

"Ini benar-benar pelajaran berharga. Karena sebenarnya siapapun lawannya, sejauh ini kami bisa mengatasinya. Namun, faktor dari diri sendiri. Ini jadi pelajaran, bahwa kalau sudah unggul jangan lengah. Ini yang masih jadi masalah buat kami," ujar Tontowi.

Hanya tunggal putri yang belum mengalami perkembangan berarti. Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani masih belum mampu keluar dari kutukan babak pertama di turnamen level Super 750-1.000.

Sang pelatih baru, Rionny Mainaky mengatakan, kekurangan kedua tunggal Indonesia itu mereka belum bisanya menemukan ritme permainan.***

Bagikan: