Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian berawan, 22.3 ° C

PBVSI Jabar Gelar Seleksi Atlet Voli Pasir

Arif Budi Kristanto
Ilustrasi.*/REUTERS
Ilustrasi.*/REUTERS

BANDUNG, (PR).- Penyelenggaraan Pusat Pendidikan dan Latihan Olah Raga Pelajar (PPLP) Jawa Barat untuk cabang bola voli pasir pada 2019 ini membuat Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Jawa Barat (Jabar) akan segera menggelar seleksi atlet. 

Pemanggilan atlet voli pasir level pelajar akan segera dilakukan dan seleksi masuk PPLP Jawa Barat direncanakan digelar 22 April 2019 mendatang.

Ketua II Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengprov PBVSI Jabar Gugi Gustaman mengatakan, para atlet bola voli pasir pelajar yang akan dipanggil kebanyakan merupakan atlet-atlet yang tampil pada Kompetisi Klub Olah Raga Pelajar tingkat Jabar tahun 2019 yang rampung digelar dua pekan lalu. Menurut Gugi, tim dari PBVSI Jabar secara khusus sudah memantau potensi atlet bola voli pasir pada kompetisi yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat itu.

"Kami akan panggil atlet-atlet juara atau finalis pada kompetisi kemarin, termasuk atlet-atlet bola voli indoor yang memang berminat untuk pindah ke cabang olah raga bola voli pasir," kata Gugi di sekretariat PBVSI Jabar, Jalan Lodaya Kota Bandung, Kamis 4 April 2019.

Menurut dia, atlet-atlet yang akan dipanggil sesuai  dengan syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan pihaknya. Selain batas usia maksimal kelahiran tahun 2003 atau kelas X SMA/SMK,  ketentuan tinggi badan juga diberlakukan.

"Kami akan pilih yang memiliki postur tubuh tinggi. Untuk putra, minimal 180 cm sedangkan putri minimal 170 cm. Kalau soal teknik, fisik, maupun strategi bisa ditingkatkan saat latihan," ujarnya.

PPLP Jabar cabang olahraga bola voli pasir akan mulai dibuka pada tahun ajaran baru 2019 ini. Gugi mengatakan, Dispora Jabar memberikan kuota untuk enam orang atlet.  Oleh karena itu, pihaknya akan mengambil enam orang atlet atau tiga pasang atlet dari hasil seleksi yang  nanti akan dilakukan.

"Kuotanya memang hanya enam atlet atau tiga pasang. Kami sangat berharap ada tambahan kuota, idealnya bisa empat pasang atlet, baik untuk putra maupun putri. Dari tiga pasang atlet ini, rencananya kami akan pilih dua pasang atlet putra dan satu pasang atlet putri," ujarnya.***
 

Bagikan: