Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Dukungan Anggaran Minim, Atlet Renang Andalan Jabar Digoda Daerah Lain

Arif Budi Kristanto
ILUSTRASI cabang olah raga renang.*/PBPRSI.ORG
ILUSTRASI cabang olah raga renang.*/PBPRSI.ORG

BANDUNG, (PR).- Minimnya dukungan anggaran membuat pelaksanaan pemusatan latihan daerah (pelatda) Jawa Barat menuju PON XX untuk sejumlah cabang olah raga terkatung-katung. Kondisi tersebut membuat sejumlah atlet Jawa Barat mulai digoda oleh daerah pesaing untuk pindah dan membela daerah mereka pada Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua.

Sedikitnya tiga perenang andalan Jawa Barat mulai digoda daerah lain untuk pindah haluan. "Memang dengan kondisi olah raga di Jabar seperti ini, membuka peluang daerah pesaing menggoda atlet renang kita untuk pindah," ujar Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jabar, Vera Ariesa di sekretariat PRSI Jabar, komplek olah Raga Pajajaran, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Rabu 3 April 2019.

Dia mengatakan, kendati atlet sudah menandatangani pakta integritas dan batas akhir mutasi atlet sudah habis, tawaran menggiurkan  kepada atlet Jabar untuk pindah masih terjadi. Apalagi, Jabar sudah lekat dengan reputasi sebagai gudang atlet nasional, termasuk pada cabang olah raga renang. Dalam berbagai event nasional, perenang asal Jabar senantiasa mendominasi.

"Sebenarnya masalah pindah ke daerah lain, itu adalah hak atlet. Jadi kami kembalikan lagi ke hati nurani atlet itu sendiri dan sudah selayaknya PRSI Jabar melakukan pendekatan secara kekeluargaan kepada atlet yang bersangkutan," ujarnya. 

Atlet potensial

Vera mengaku, setidaknya ada tiga atlet renang yang sudah dirayu dan diiming-imingi daerah lain untuk pindah dari Jabar. Vera enggan menyebut nama para atlet yang jadi incaran daerah lain. 

Namun ketiga atlet tersebut dipastikan merupakan atlet-atlet potensial dan andalan Jabar yang berpeluang besar meraih medali emas di PON XX tahun 2020. 

"Secara organisasi, kami sudah melarang dan tidak mau apa yang terjadi saat PON XIX lalu kembali terulang, yakni ketika ada atlet andalan Jabar justru pindah ke Jatim. Bagaimanapun, mencetak atlet renang berprestasi itu tidak mudah, harus melalui berbagai tahapan dan proses yang memakan waktu tidak sebentar. Kalau daerah yang merayunya, saya pikir tak etis kalau disebutkan. Yang pasti, atlet yang digoda itu adalah andalan Jabar untuk PON XX," kata Vera.

Renang merupakan salah satu cabang olah raga andalan Jabar untuk mendulang medali emas pada ajang PON. Pada PON edisi sebelumnya, 2016, Kontingen Jawa Barat keluar sebagai juara umum Pekan Olahraga Nasional XIX untuk cabang olahraga renang. Total para atlet ranah pasundan mengumupulkan 37 medali terdiri atas 17 medali emas, 10 medali perak, dan 10 medali perunggu. Triady Fauzi Sidiq menjadi peraih medali terbanyak dengan  8 medali emas.

Perolehan medali Jabar mengungguli rival terkuatnya Jawa Timur yang meraih 9 medali emas, 11 medali perak, dan 13 medali perunggu. Pringkat ketiga ditempati DKI Jakarta dengan total meraih 27 medali. Jakarta mendapat 7 medali emas, 11 perak dan 9 perunggu Sebagai informasi, atlet-atlet renang Jabar memang banyak dilirik oleh provinsi lain, biasanya untuk menghadapi ajang PON. 

Menghadapi PON XIX tahun 2016 lalu di Jabar misalnya, dua atlet renang Jabar yakni Glen Victor Susanto dan Ressa Kania Dewi berganti haluan membela Jatim. Ressa Kania bahkan berhasil menyumbangkan lima medali emas bagi Jatim di PON XIX, tiga diantaranya diraih dari nomor perseorangan.***

Bagikan: