Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 19.1 ° C

Pengubahan Direksi Penyelenggara Liga 1 Kemungkinan Dilakukan Setelah KLB PSSI

Wina Setyawatie
Ilustrasi/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
Ilustrasi/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

JAKARTA, (PR).- Pengubahan susunan direksi PT Liga Indonesia Baru (LIB) besar kemungkinan akan berlangsung setelah Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI berlangsung.

Saat ini, posisi puncak direksi ditempati Komite Eksekutif Dirk Soplanit sedangkan Komisaris Utamanya adalah Gusti Randa.

Pengubahan direksi PT LIB, menurut Gusti Randa merupakan kewenangan penuh direksi. Namun, mengingat konsentrasi saat ini adalah untuk mempersiapkan KLB, besar kemungkinan akan dilakukan setelah terbentuknya kepengurusan baru PSSI.

"Setelah RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), maka (kewenangan) direksi lama berakhir. Pak Dirk Soplanit dengan kewenangannya pun melakukan penggantian CEO dan COO. Karena itu benar-benar persoalan kedireksian, bukan komisaris. Namun, karena sementara ini kami fokus pada KLB, kami akan menunggu terbentuknya kepengurusan baru PSSI. Karena kalau ditentukan sekarang, ada kepengurusan baru, pasti mau ada pengubahan lagi,” ujar Gusti Randa.

Dia menilai bahwa tidak akan menjadi persoalan jika saat ini hanya Dirk Soplanit yang memegang kendali Liga 1 karena penggantian kepemimpinan PT LIB tidak akan mempengaruhi Liga 1.

Sepak bola.*/CANVA

"Kompetisi akan tetap berjalan sesuai jadwal yakni 8 Mei 2019. Tapi kepengurusan baru PT LIB, kita tahu lah, kalau ada ketua baru, pasti dia juga akan bentuk direksi baru lagi, orang baru lagi. Makanya, tega tidak kalau diangkat sekarang lalu empat bulan lagi diganti? Daripada mempermalukan orang, lebih baik dipegang Pak Dirk saja. Toh, perjalanannya sebentar lagi, jadi jalan saja. Apalagi Liga 1 tetap berjalan," tuturnya.

Setelah KLB PSSI diperkirakan paling cepat dilaksanakan pada Agustus 2019 mendatang, Gusti Randa mengatakan, dia mempersilakan direksi saat ini untuk melakukan pengubahan, baik menambah orang di jajaran direksi atau tetap dengan hanya satu pemimpin.

"Karena ini masalah PT (Perseroan Terbatas), jadi kan sifatnya privat. Mau satu atau tiga direksi, diserahkan kembali kepada para pemilik saham," ujarnya.

Berbeda dengan Gusti Randa, Dirk Soplanit justru tidak mau menanggapi rencana pengubahan direksi. Baginya, kewenangan untuk mengubah jajaran direksi ada di tangan pemegang saham.***

Bagikan: