Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 30 ° C

Manajer Persib Bandung Desak KLB PSSI Dipercepat, Minta Campur Tangan FIFA

Irfan Subhan
PSSI/DOK. PR
PSSI/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Kisruh yang terjadi di tubuh PSSI membuat Persib Bandung mendesak percepatan Kongres Luar Biasa (KLB). Hal tersebut diungkapkan Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar di Rumah Makan Sederhana, Jalan Riau, Kota Bandung, Rabu 3 April 2019.

Terkait kabar Gusti Randa yang mengaku diberi mandat oleh Joko Driyono untuk menggantikan posisinya sebagai Plt. Ketua Umum PSSI, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengatakan bahwa hal itu sangat menyalahi aturan yang tertuang di dalam statuta.

“Aturan jadi amburadul. Gusti Randa kan sebetulnya anggota komite eksekutif, kalau diberikan mandat dari Joko Driyono, seharusnya sudah tahu aturan, seharusnya ditolak. Tidak bisa seperti ini,” kata Umuh Muchtar.

PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono (tengah) melambaikan tangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan digedung Dit Res Krimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/2/2019). Joko Driyono diperiksa selama 22 Jam sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3.*/ANTARA

Dia menilai, dalam statuta disebut, sosok yang berhak menjabat sebagai Plt. Ketua Umum PSSI adalah Iwan Budianto karena dia sekarang menjadi satu-satunya Wakil Ketua Umum setelah Joko Driyono ditunjuk menjadi Plt. Ketua Umum.

“Kalau memang Iwan Budianto mengatakan tidak siap, baru diserahkan kepada komite eksekutif dan anggota (voters) untuk membahas penunjukan Plt. Ketua Umum selanjutnya. Ini sudah tertuang di dalam statuta,” ujarnya.

Manajer Persib Bandung mengatakan, kondisi di dalam kepengurusan PSSI sekarang sudah darurat sehingga perlu ada gerakan untuk melaporkan masalah itu ke FIFA dan segera diadakan KLB. 

“Harus ada yang segera ke Zurich (markas FIFA). Perwakilan PSSI dan FIFA bisa berunding karena ini sangat darurat, jangan menunggu statuta yang tiga bulan, ini sangat-sangat darurat. Boleh melaporkan ke FIFA dan menjelaskan kalau kita mau mengadakan kongres, jangan menunggu yang tiga bulan,” ucapnya.

UMUH Muchtar/DOK. PR

Setelah melapor ke FIFA, PSSI bisa mengadakan KLB dengan mengundang perwakilan FIFA sehingga mereka bisa menyaksikan sendiri bagaimana mekanisme yang ada di Indonesia, termasuk melihat kondisi sepak bola Indonesia.

Menurut Manajer Persib Bandung, jika harus menunggu penyelenggaraan kongres bulan Agustus, hal itu terlalu lama, apalagi Liga 1 akan bergulir pada 8 Mei 2019.

“Jangan dipaksakan liga berjalan karena ada kepentingan dan Plt. Ketua Umum yang sekarang Gusti Randa itu tidak sah. Voters juga sangat jelas karena 70 persen menyatakan tidak setuju dengan Gusti Randa,” ucapnya.

“Harus segera kita ambil langkah dan gerakan, kalau ini dibiarkan dan terlambat, mau di bawa ke mana PSSI? Mau diapakan? Sekarang siapa yang bertanggung jawab? Belum ada yang bertanggung jawab. Satu-satunya jalan adalah KLB, komite eksekutif cepat mengutus perwakilan ke FIFA, berangkat ke Zurich, baru di situ akan jelas semua,” kata sang Manajer Persib Bandung.

Umuh Muchtar menegaskan, selain Persib Bandung, klub lain juga sudah mendesak untuk segera diselenggarakan KLB karena kondisi yang sudah daruat.***

Bagikan: