Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian cerah, 31.1 ° C

Berkas Kasus Joko Driyono Sudah Masuk Kejaksaan

Puga Hilal Baihaqie
PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono bergegas usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 27 Februari 2019 lalu.*/ANTARA FOTO
PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono bergegas usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 27 Februari 2019 lalu.*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Kejaksaan Agung telah menerima berkas tersangka kasus perusakan, pencurian, hingga upaya penghilangan barang bukti di Kantor Komisi Disiplin PSSI dengan tersangka mantan Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono. Berkas perkara tersebut sudah diserahkan oleh Satuan Tugas Antimafia Bola pada Selasa, 2 April 2019. 

"Saat ini berkas tersebut masih diteliti oleh tim dari jaksa peneliti terkait dengan persyaratan formil dan meterilnya," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Mukri dalam keterangan persnya yang diterima Pikiran Rakyat, Rabu 3 April 2019. 

Mukri mengatakan, dalam berkas perkara tersebut penyidik dari Satgas Antimafia Bola menyebutkan bahwa mantan Plt Ketua Umum PSSI itu melanggar Pasal 363 KUHP atau Pasal 235 KUHP atau Pasal 233 KUHP atau Pasal 232 KUHP atau Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada pertengahan Februari lalu Satgas Antimafia Bola telah menetapkan Joko Driyono sebagai tersangka. Penetapan tersebut dilakukan setelah pemeriksaan yang cukup panjang beberapa pekan sebelumnya. Kasus tersebut bermula saat mantan manager Persibara Banjarnegara, Lasmi Indrayani melaporkan dugaan pengaturan skor antara Persibara melawan PS Pasuran dengan nomor LP 6990 pada 16 Desember 2018 ke kepolisian. 

Kasus Joko Driyono belum menyentuh pada persoalan dugaan keterlibatannya dalam pengaturan skor di Liga II Indonesia. Namun tindakannya dengan memerintahkan tiga orang dengan tersangka MM, MA, dan AG untuk melakukan perusakan di Kantor Komdis PSSI yang telah diberi garis polisi, teridikasi bahwa ia berupaya untuk mengaburkan petunjuk terkait pengaturan skor. Satgas Antimafia Bola masih melakukan penyelidikan dalam kasus itu disamping telah ada 15 orang tersangka. 

Saat ini Joko Driyono masih mendekam di rumah tahanan Polda Metro Jaya. Ia menjalani penahanan sejak 25 Maret 2019 selama 20 hari ke depan atau berakhir masa penahananya pada 13 April 2019 mendatang.***

Bagikan: