Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 21 ° C

Tunggal Putri Indonesia Coba Hapus Kutukan di Malaysia Open 2019

Wina Setyawatie
Ilustrasi.*/DOK PR
Ilustrasi.*/DOK PR

KUALA LUMPUR, (PR).- Tunggal putri Indonesia berharap bisa lolos dari "kutukan" babak pertama di Malaysia Open 2019 yang akan berlangsung di Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, 2-7 April ini. Indonesia menurunkan dua wakilnya, Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani di sektor ini. 

Di turnamen World Tour Super 750 ini, Gregoria dan Fitriani akan langsung mendapatkan tantangan berat. Gregoria akan bertemu dengan juara India Open, Ratchanon Intanon, sementara Fitriani akan mengulang pertemuannya tahun lalu di turnamen ini dengan Sung Ji Hyung di babak pertama. 

Keduanya berharap bisa menorehkan hasil yang lebih baik dibandingkan tahun lalu. Dimana mereka gagal lolos dari babak pertama. Ketika itu, Gregoria harus menyerah di tangan Carolina Marin. Begitu juga dengan Fitriani, menyerah ditangan Ji Hyunh kendati sudah memberikan perlawanan tiga gim. 

Kali ini mereka punya harapan yang tinggi, mengingat keduanya memiliki tugas untuk mengejar poin untuk menaikan rangking dunia mereka sebelum babak kualifikasi Olimpiade dimulai di New Zealand Open 2019, 30 April-5 Mei nanti. 

Pertemuan antara Gregoria dan Ratchanok nanti adalah yang keempat kalinya. Dari tiga pertemuan sebelumnya, tunggal Merah Putih peringkat 15 dunia tersebut belum sanggup menciptakan kemenangan. 

"Inginnya bisa lebih dari pencapaian tahun lalu. Target awal pribadi saya sendiri bisa menang dari dia (Ratchanok -Red.), karena saya ingin revans. Saya akan berusaha," ujarnya.

Kontrol yang bagus
 
Berkaca dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, Gregoria menilai bahwa yang terlihat calon lawannya itu memiliki pukulan yang bagus. Namun, tidak sekuat pemain Jepang. 

"Itu yang jadi kunci saya percaya seharusnya bisa menang lawan dia. Hanya memang dia memiliki pukulan dan kontrol main yang bagus, jadi kadang suka terbawa permainannya," katanya. 

Hal tersebut yang amat diantisipasinya. Mengingat pola Ratchanok dinilainya sangat mengatur, hingga sering kali kalau tidak kontrol akan terbawa permainannya. 

"Jadi harus dijaga benar permainannya. Jangan sampai kesetir, minimal kalau terlanjut kebawa harus bisa menahan dan jangan bikin kesalahan sendiri," tuturnya menambahkan. 

Hampir sama dengan Gregoria, Fitriani pun memendam ambisi yang sama, ingin menghentikan rentetan hasil buruk tunggal putri Indonesia. Hanya saja dia tidak ingin terlalu ngotot. Pasalnya, pertemuan nanti dengan Ji Hyun adalah partai ulangan tahun lalu di turnamen yang sama. 

"Saya ingin fokus satu per satu pertandingan dulu, karena akan bertemu Sung Ji Hyun. Semoga kali ini saya bisa melewatinya," ujarnya. 

Fitriani memang pantas gusar, mengingat dari empat pertemuan sebelumnya dan terakhir di Malaysia Open tahun lalu, dia sama sekali belum pernah bisa menaklukan lawannya tersebut. Tahun lalu hampir saja, setelah bisa memaksakan permainan tiga gim di Malaysia Open 2018 21-11, 22-24, 12-21. 

Kalah postur menjadi kendala tersendiri bagi Fitriani. Pasalnya lawan dengan postur yang tinggi memiliki jangkauan yang lebih jauh. 

"Saya hanya berharap bisa mengeluarkan yang terbaik. Tahan, main aman, dan berusaha mengurangi kesalahan sendiri. Karena dengan postur yang tinggi, dia punya pukulan yang lebih halus dan tajam. Apalagi dia pemain yang ulet, jadi memang harus usaha keras untuk bisa mematikannya.  

Ganda campuran

Pelatih ganda campuran Richard Mainaky berharap Hafiz Faizal-Gloria Emanuelle Widjaja bisa menunjukkan konsistensinya di Malaysia Open ini. Mengingat sampai saat ini pasangan dengan rangking tertinggi ini masih turun naik permainannya. 

"Seharusnya mereka sebagai ganda campuran Indonesia dengan rangking terbaik saat ini bisa lebih konsisten permainannya. Kalau mereka tidak stabil, bisa-bisa kebalap dengan Praveen (Jordan)-Melati (Daeva) dan Tontowi (Ahmad)-Winny (Melati Daeva Oktavianti) yang saat ini progresnya sangat bagus," tuturnya. 

Seakan sadar akan permainan pasukannya yang masih belum stabil, dirinya mengaku tidak berharap banyak untuk bisa meraup gelar juara. Lebih baik, menurutnya, para gandanya bermain lebih bebas tanpa ada beban juara. Hingga bisa memberikan kejutan seperti pada India Open kemarin. 

"Peningkatan yang paling pesat ya di Tontowi-Winny. Saya tidak menduga mereka bisa mencapai itu dalam jangka waktu cepat," ungkapnya. 

Richard sendiri mengaku di Malaysia Open ini tugas para pasukan gandanya adalah mencari poin, guna menaikan rangking. Pasalnya dirinya menginginkan adanya tambahan 2-3 pelapis lagi yang rangkingnya bisa mendekati peringkat dunia Praveen-Melati yang saat ini di posisi 15 dunia. 

Saat ini yang terdekat dari Praveen-Melati adalah pasangan Rinov Rivaldy-Pitha Haningtyas Mentari yang menempati peringkat 18 dunia dan Alfian Eko Prasetya-Marsheilla Gischa Islami di 23 dunia. Sementara Tontowi-Winny setelah mencatatkan 3 kali perempat final naik ke peringkat 64. Mereka melejit 30 level dari rangking sebelumnya 94 dunia. Jika Tontowi bisa minimal semi final dalam tiga turnamen berikutnya, maka diperkirakan mereka bisa naik ke posisi 20-30 dunia.***
 

Bagikan: