Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Langit umumnya cerah, 21.7 ° C

Kepemimpinan PSSI Terancam Jadi Dua Kubu?

Wina Setyawatie
PSSI.*/DOK. PR
PSSI.*/DOK. PR

PERSETERUAN organisasi di tubuh PSSI belum juga usai. Sekarang, kepemimpinan PSSI terancam menjadi dua kubu karena beberapa Komite Eksekutif (exco) PSSI menolak penunjukan Gusti Randa sebagai Ketua Pelaksana Harian PSSI.

Gusti Randa telah dipilih oleh Plt Ketua Umum PSSI non-aktif, Joko Driyono, beberapa waktu lalu. Ada persepsi lain seperti dari dua Exco, Refrizal dan Dirk Soplanit. Mereka mengatakan, ketika Plt Ketua Umum berhalangan sementara, yang berhak menggantikan posisi tersebut sesuai statuta adalah Wakil Ketua Umum PSSI yang tertua, Iwan Budianto. 

Keduanya tidak menampik penunjukan Gusti sebagai pelaksana harian setelah Joko menyerahkan tugas tersebut saat masih aktif. Namun, kondisi sekarang dinilai berbeda. Joko sudah berstatus non-aktif dan berhalangan sementara karena berurusan dengan hukum. Statuta dinilainya sudah mengatur hal tersebut. 

Statuta PSSI Pasal 34 menyebutkan bahwa Exco PSSI ada 15 orang. Exco terdiri dari satu ketua umum, dua wakil ketua umum, dan 12 anggota Exco. Lalu pada Pasal 36 ayat 6 dijelaskan, bila ketua umum berhalangan, maka wakil ketua umum tertua yang menggantikannya. Hal itu dipertegas dalam Pasal 40 ayat 6, apabila ketua umum secara permanen atau sementara berhalangan dalam menjalankan tugas resminya, wakil ketua umum akan mewakilinya sampai dengan kongres berikutnya.

ANGGOTA Komite Eksekutif PSSI, Gusti Randa, diberi tugas untuk menjalankan roda kepemimpinan PSSI sebagai Plt Ketua Umum, menggantikan Joko Driyono yang non-aktif sejak Selasa, 19 Maret 2019. Gusti diberi mandat untuk mengawal jalannya kompetisi Liga 1 musim ini dan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) pemilihan Ketua Umum selepas Pemilu Presiden, April mendatang.*/WINA SETYAWATIE/PR

Gusti tidak mau ambil pusing

Menanggapi hal tersebut, Gusti Randa mengaku bahwa dirinya tidak mau ambil pusing. Saat dihubungi "PR", Senin, 1 April 2019, dia memastikan bahwa dirinya masih tetap sebagai Pelaksana Harian sesuai dengan surat penugasan yang diberikan oleh Plt Ketua Umum PSSI non-aktif. 

"Saya masih tetap Pelaksana Harian. Belum ada surat lain selain itu. Kedua, bila dibilang pertemuan pada Kamis, 28 Maret 2019, lalu adalah Rapat Exco, maka itu tidak ada. Itu juga sudah dibantah oleh PSSI secara resmi. Lalu, kalau yang dikatakan Ketua Umum berhalangan harus diganti oleh Wakil Ketua Umum, itu memang ada di statuta. Namun, harus dibaca seperti ini, kalau Ketua Umumnya mundur. Sekarang ini kan belum ada apa-apa dari Pak Joko, jadi sekarang posisinya masih seperti yang kemarin," ungkapnya. 

Menurut dia, dirinya tidak risau. Apalagi, dia sudah melakukan komunikasi langsung dengan Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto. Keduanya, menurut Gusti, sudah menyepakati bahwa semua berjalan seperti biasa. 

"Seperti biasa maksudnya itu dengan status saya tetap sebagai Ketua Pelaksana Harian. Kalau saya ini hanya menjalankan saja, untuk mempersiapkan KLB. Itu saja," imbuhnya menegaskan. 

PSSI/DOK. PR

KLB digelar secepat mungkin setelah pemilu 2019

Terkait dengan persiapan KLB, Gusti mengagendakan jadwal secepat mungkin. Saat ini, jadwal tercepat untuk menggelar KLB adalah Agustus. Hal itu disebabkan pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan baru bisa berlangsung paling cepat Mei mendatang setelah pemilihan umum 2019.

"Bahwa keputusan KLB pada 19 Februari lalu itu adalah keputusan Rapat Exco. Tiga bulan harus digelar setelah putusan KLB yang dimaksud dalam statuta, adalah setelah ditentukannya Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) terbentuk. Mengapa tiga bulan dari pembentukan KP dan KBP karena diberikan kesempatan kepada KP untuk membuka pendaftaran, lalu diverifikasi, lalu diundang, itu dalam jangka waktu tiga bulan," katanya. 

Pembentukan KP itu rencananya dilakukan pada 5 Mei 2019. Maka, tiga bulan dari tanggal tersebut, tepatnya 5 Agustus 2019, PSSI harus sudah menggelar KLB. Menurut Gusti, itu adalah waktu tercepat, bila tidak menemui kendala lagi.***

Bagikan: