Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Sebagian berawan, 17.4 ° C

Database Atlet Diperlukan untuk Pembinaan Usia Dini

Miradin Syahbana Rizky
Ilustrasi/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
Ilustrasi/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- PSSI Jawa Barat akan berkolaborasi dengan Pemprov Jabar melalui Dispora Jabar dan pihak sponsor untuk membuat database atlet. Tujuannya untuk menjadi pusat informasi perkembangan pemain sejak usia dini.

"Adanya keinginan Dispora Jabar yang ingin membuat database untuk mendeteksi atlet potensial sejak dini sejalan dengan Asprov PSSI Jabar. Kami tentunya harus bekerjasama dengan pihak ketiga untuk menguatkannya karena memang membutuhkan dana besar," ujar Ketua Umum Asprov PSSI Jawa Barat Tommy Apriantono di Sekretariat Asprov Jabar, Jalan Lodaya, Kota Bandung, Senin, 1 April 2019.

Tommy mengatakan, tahapan awal pembuatan database dimulai dengan penggunaan kartu anggota bagi pemain usia dini yang terdaftar di Sekolah Sepak Bola (SSB) saat usia 8 tahun dan seterusnya. Data para pemain usia dini tersebut nantinya akan terus diperbaharui seiring bertambahnya umur dan kompetisi yang dia ikuti.

"Jadi Askab PSSI kabupaten atau Askot PSSI kota akan mendata dan meng-update pemain usia dininya. Melalui kartu anggota online ini nantinya tidak perlu ada lagi screening setiap kompetisi digelar," kata Tommy.

Dengan demikian, kata Tommy, penggunaan database ini akan mencegah terjadinya pencurian umur. Sebab, perkembangan setiap pemain akan terpantau setiap saat.

"Nanti kita tahu mana pemain yang terus bermain sepakbola atau tidak. Kemudian kita juga akan tahu dia mulai bermain dari usia berapa. Karena jika ada pemain yang mulai bergabung di usia 12 tahun dipastikan akan sulit menjadi pemain profesional," katanya.

Hal senada dikatakan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Jabar Agus Komarudin. Menurutnya, penggunaan database sangat penting bagi cabang olah raga untuk mengetahui potensi atlet.

Menurut dia, perlu ada kerjasama berkelanjutan antara PSSI, Dispora dan pihak sponsor untuk membuat database. Menurut dia, jika ingin menelurkan pemain sepakbola yang handal serta profesional maka diperlukan pengelolaan yang serius. 

"Kita harus memiliki data akurat berapa anak yang rutin dibina di SSB seluruh Jabar. Mana yang rutin latihan atau tidak. Lalu berapa banyak pelatih yang sudah berlisensi nasional maupun AFC. Jadi kita memerlukan data itu," ujar Agus.***

Bagikan: