Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Sebagian cerah, 20.3 ° C

Menang dari Brunei di AFC U-23, Lalu Target Kemenangan di SEA Games 2019

Wina Setyawatie
INDONESIA gagal tampil di putaran final Piala AFC U-23 2020 tahun 2020 karena 0-1 ketika melawan Vietnam di Kualifikasi Piala AFC U-23 2020, Minggu, 24 Maret 2019.*/DOK HUMAS PSSI
INDONESIA gagal tampil di putaran final Piala AFC U-23 2020 tahun 2020 karena 0-1 ketika melawan Vietnam di Kualifikasi Piala AFC U-23 2020, Minggu, 24 Maret 2019.*/DOK HUMAS PSSI

HANOI, (PR).-Timnas U-23 harus meraih kemenangan atas Brunei Darussalam di laga terakhir fase grup Kualifikasi Piala AFC U-23 2020 di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Selasa, 26 Maret 2019. Meski tidak bisa meloloskan Indonesia ke putaran final, setidaknya hal itu akan menyelamatkan muka timnas setelah dua kali kalah besar atas Thailand dan Vietnam. 

Tekad bulat untuk bisa tetap memberikan yang terbaik disampaikan oleh bek tengah timnas U-23, Nurhidayat, yang disampaikan melalui layanan pesan singkat, Senin, 25 Maret 2019. Dia mengatakan, mereka tetap mengincar kemenangan besar.

"Kami sudah berjuang maksimal. Namun hasil memang belum berpihak kepada kami. Kami tetap akan bermain maksimal saat menghadapi Brunei, karena kemenangan menjadi harga mati," ungkapnya. 

Sementara, pelatih timnas U-23, Indra Sjafri, mengatakan bahwa kekalahan tersebut menjadi pelajaran timnas. Ada kelemahan yang dinilainya masih menganga, yakni bagaimana mengatasi serangan dari bola-bola mati.

"Bagaimana mengatasi bola-bola set piece, itu yang akan kami perbaiki dan menjadi pekerjaan rumah kami ke depan," ujarnya. 

PELATIH Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri memberikan keterangan pada konferensi pers persiapan Timnas U-22 jelang Piala AFF U-22 di Jakarta, Jum'at, 4 Januari 2019. Pelatih Indra Sjafri mempersiapkan pemain yang akan memperkuat Timnas Indonesia U-22 menjelang perhelatan Piala AFF U-22 pada Februari di Kamboja, Kualifikasi AFC U-23 pada Maret di Vietnam, dan Sea Games 2019 pada Desember di Filipina.*/ANTARA

SEA Games 2019 jadi target selanjutnya

Menghadapi Brunei, misi kemenangan pun disampaikan Indra. Namun, ia tidak terlalu memasang target karena fokusnya langsung tertuju ke SEA Games 2019 akibat kegagalan menuju putaran final AFC U-23 2020.

"Sepak bola Indonesia tetap akan berkembang. Tentu setelah ini ada target-target lain yang harus dicapai, karena ada beberapa tugas lain yang harus dimulai. Saya diberikan beberapa event, AFF, AFC, dan SEA Games, saya akan konsisten dengan itu," ujarnya.

Ia pun berjanji akan ada evaluasi menyeluruh untuk timnas U-23. Dengan kegagalan di kualifikasi Piala Asia, maka medali emas SEA Games menjadi harga mati yang harus diwujudkan. 

"Setelah turnamen ini kita evaluasi, lalu langsung menentukan nama-nama untuk menuju SEA Games 2019 nanti. Penambahan pemain pasti ada, termasuk tambahan dua pemain senior," tuturnya. 

PEMAIN Timnas U-23 Indonesia Ezra Walian memainkan bola saat latihan di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, beberapa waktu lalu.*/ANTARA

Sementara, terkait dengan Ezra Walian, Indra menyatakan ada kemungkinan dia bisa diturunkan karena SEA Games tidak termasuk agenda FIFA. Namun, masalah lainnya adalah izin dari klub Ezra saat ini, RKC Waalwijk.

"Untuk Ezra, dia merupakan pemain yang berpotensi. Sebelum ini saya kesulitan untuk melihat permainan dia, karena di klubnya jarang dimainkan. Tapi saat sepekan bergabung berlatih bersama di timnas, saya lihat potensi yang besar pada dia. Tentu akan kami urus untuk dia, sejauh ini aman. PSSI kan kabarnya sudah mengirimkan surat ke FIFA untuk mengurus hal tersebut," ucapnya.***

Bagikan: