Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 28.4 ° C

Joko Driyono Akhirnya Ditetapkan Sebagai Tersangka

Wina Setyawatie
PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono bergegas usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 27 Februari 2019. Joko Driyono diperiksa kurang lebih selama empat jam sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3.*/ANTARA FOTO
PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono bergegas usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 27 Februari 2019. Joko Driyono diperiksa kurang lebih selama empat jam sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3.*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Plt. Ketua Umum PSSI nonaktif, Joko Driyono, resmi ditahan oleh pihak kepolisian pada Senin, 25 Maret 2019. Dia ditahan atas kasus perusakan dan atau penghilangan barang bukti. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Satgas Anti Mafia Bola Bareskrim Polri, Brigjen Hendro Pandowo, di Mabes Polri. Dalam keterangannya, Joko akan ditahan dalam waktu 20 hari hingga 13 April mendatang. 

Joko dua kali tidak datang untuk panggilan pemeriksaan dan melakukan jadwal ulang. Kemarin setelah diperiksa sejak pukul 10.00 WIB, pada pukul 16.30 WIB, Satgas mengumumkan ditahannya Joko. 

"Dia (Joko -Red.) ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang garis polisi oleh penguasaan umum di kantor ex-PT Liga Indonesia di Rasuna Office, Jakarta pada 14 Februari lalu," katanya. 

Joko dinilai merupakan aktor intelektual dari pengerusakan barang bukti yang dilakukan oleh tiga tersangka lainnya, Muhammad MM alias Dani, Mus Muliadi alias Mus dan Abdul Gofar dalam penghilangan sejumlah dokumen terkait dengan kasus pengaturan skor dalam pertandingan sepakbola nasional. Dengan menjadi tersangka, maka Joko terkena pasal KUHP terkait pencurian dan pemberatan, kemudian pasal 232 KUHP tentang perusakan pemberitahuan dan penyegelan. Lalu, pasal 233 KUHP tentang perusakan barang bukti dan yang terakhir adalah pasal 235 KUHP terkait perintah palsu untuk melakukan tindak pidana yang disebutkan di pasal 232 KUHP dan 233 KUHP. Dia terancam hukuman 2 hingga 4 tahun penjara. 

Dalam pemeriksaan kemarin, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menambahkan, rekening dan aliran dana Joko juga sudah diperiksa oleh pihak Satgas. Sudah ada surat dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menganalisa aliran dana yang masuk ke Joko. 

"Setelah ada surat dari PPATK, maka perlu ada pembuktian mendalam terkait beberapa dokumen yang telah disita oleh Satgas. Kami akan dalami lagi," katanya. 

Sementara itu, dalam kasus pengaturan skor dalam kompetisi sepak bola nasional, pihak kepolisian, menurut Dedi, kemarin juga telah menetapkan Hidayat, yang merupakan mantan Komite Eksekutif PSSI sebagai tersangka. 

Dia dinilai terlibat dalam pengaturan skor pada pertandingan Madura FC melawan PSS Sleman di kompetisi Liga 2 2018 lalu. Menurut Dedi, peran Hidayat dalam pengaturan skor di laga tersebut cukup besar. Pasalnya, selain meminta Sleman untuk memberikan kemenangan bagi Madura FC, dia juga diduga berusaha melakukan penyuapan terhadap Manajer Madura FC dengan uang sebesar Rp 100 juta. 

Dengan ditetapkannya Joko dan Hidayat, maka total sudah ada 15 orang yang menjadi tersangka.***

Bagikan: