Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Sebagian cerah, 20.3 ° C

Indonesia Gagal Capai Target di Badminton Asia Mixed Team Championships 2019

Wina Setyawatie
GANDA putra, Sabar Karyaman Gutama-Frengky Wijaya Putra gagal mempersembahkan poin untuk tim Indonesia.*/HUMAS PBSI
GANDA putra, Sabar Karyaman Gutama-Frengky Wijaya Putra gagal mempersembahkan poin untuk tim Indonesia.*/HUMAS PBSI

HONG KONG, (PR).- Gagal capai target, Indonesia petik banyak pengalaman berharga di Badminton Asia Mixed Team Championships 2019. Turun dengan pemain pelapis, Indonesia akhirnya hanya finis di empat besar usai kandas di tangan Jepang 0-3.

Hasil ini sedikit lebih baik dibandingkan pencapaian dua tahun lalu. Di 2017 lalu di Australia, Indonesia hanya finis di posisi perempat final. Lagi-lagi dikalahkan Jepang 0-3.

Dibandingkan Jepang, kekuatan Indonesia pada turnamen ini memang bukan yang terbaik. Jika Jepang diperkuat dua pemain top dunia, seperti Takuro Hoki-Takuto Inoue dan Arisa Higashino-Yuta Watanabe yang merupakan peringkat tiga dunia, maka Indonesia lebih didominasi oleh pemain pelapis yang masih kekurangan poin rangking. 

Dari kekalahan itu, Kabid Binpres PBSI Susy Susanti, Minggu 24 Maret 2019, mengatakan bahwa sebenarnya hasil sudah sesuai dengan prediksi mereka. Menurutnya, bukan Indonesia tidak mau juara, hanya saja dia mengaku berusaha realistis jika melihat kekuatan tim. 

"Tidak ada pemain inti yang dibawa. Karena memang tujuan di kejuaraan ini adalah untuk mencari tambahan poin rangking untuk para pemain pelapis. Begitu juga negara lainnya. Jadi meski tidak juara, bisa dibilang secara keseluruhan ini sudah sesuai dan berjalan lancar," ungkapnya. 

Kekalahan 0-3 Indonesia di Queen Elizabeth Stadium, akhir pekan kemarin, terjadi setelah ganda putra, Sabar Karyaman Gutama-Frengky Wijaya Putra tunduk 11-21, 18-21 atas Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan skor 11-21, 18-21. Lalu Ruselli Hartawan yang tidak mampu menahan permainan tunggal senior Jepang, Sayaka Takahashi dan langsung takluk 15-21, 15-21. Serta, Shesar Hiren Rhustavito yang masih harus mengakui keunggulan Kanta Tsuneyama, kendati sudah berusaha menahan. Permainan pun berakhir dengan skor 21-15, 17-21, 16-21. 

Dari sisi penampilan, Susy menilai sebenarnya para pemainnya masih bisa tampil lebih baik lagi. Hanya saja, memang diakuinya ada beberapa faktor non teknis yang masih mengganggu. 

"Di tunggal (Shesar -Red.) saya nilai sudah sesuai harapan. Dia bisa maksimal. Hanya saja untuk yang lain, sebenarnya bisa lebih dari itu. Ada beberapa yang kurang keluar mainnya, karena agar salah dalam penerapan strategi. Namun, karena secara keseluruhan ini adalah pemain pelapis, maka hasil ini bisa jadi pembelajaran untuk kedepannya," tukasnya. 

Setelah dua tahun belakangan Jepang mengambil alih top rangking dunia di hampir lima sektor, ternyata Tiongkok belum habis. Mereka kembali mengambil alih dominasi negeri matahari terbit tersebut di kejuaraan beregu campuran Asia di tahun ini, dengan keluar sebagai juara. 

Tiongkok mengkandaskan Jepang dengan poin ketat 3-2. Kemenangan Tiongkok dipersembahkan oleh He Jiting-Du Yue yang mengalahkan Yuta Watanabe-Arisa Higashino 21-17, 21-17. Tunggal putri, Han Yue yang menang 17-21, 21-19, 21-17 atas Sayaka, dan ganda putri Li Yinhui-Du Yue yang sukses mengatasi Ayako Sakuramoto-Yukiko Takahata 21-16, 21-19.

Sementara poin Jepang dipersembahkan oleh Kanta Tsuneyama yang menang cukup mudah 21-18, 21-7 atas Lu Guangzu. Serta, ganda putra Yugo Kobayashi-Takuro Hoki yang menumbangkan Han Chengkai-Zhou Haodong 16-21, 21-18, 21-13.***
 

Bagikan: