Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Menpora: Absennya Ezra Walian Berpengaruh terhadap Timnas U-23

Gelar Gandarasa
PEMAIN Timnas U-23 Indonesia Ezra Walian memainkan bola saat latihan di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, beberapa waktu lalu.*/ANTARA
PEMAIN Timnas U-23 Indonesia Ezra Walian memainkan bola saat latihan di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, beberapa waktu lalu.*/ANTARA

INDRAMAYU, (PR).- Kekalahan telak Timnas Indonesia oleh Thailand 0-4 dalam kualifikasi Piala Asia U-23 2020 membawa duka bagi semua pihak. Ketiadaan pemain naturalisasi Ezra Walian menjadi salah satu faktor utama kendornya penampilan timnas.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan, kasus Ezra bisa menjadi pelajaran untuk ke depannya.

Menurut dia, kekalahan timnas disebabkan oleh banyak faktor. “Terlalu kompleks masalahnya,” ujar Imam saat berkunjung ke Pondok Pesantren Darul Ma’arif di Karang Ampel, Indramayu, Sabtu, 23 Maret 2019.

Namun Imam mengakui, ketiadaan Ezra pastinya membawa beban psikologis tersendiri bagi timnas. Apalagi penentuan main tidaknya Ezra ada di titik akhir menjelang pertandingan melawan Thailand.

Imam juga menyebut, persepsi pemain timnas terhadap pemain Thailand begitu tinggi. “Ketika melihat Thailand seakan-akan tim setingkat di atas kasta kita,” ujarnya.

Untuk itu, guna membenahi persoalan itu kepercayaan diri para pemainlah yang harus dibangun. Hal itu merupakan pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan segera ke depannya.

Selain faktor-faktor di atas, ia pun menilai, pelatih Indra Sjafri  perlu penyesuaian karena banyaknya pemain keluar masuk. Dia meyakini, Indra Sjafri pastinya akan melakukan evaluasi besar-besaran di timnas supaya performanya lebih baik lagi.

Pelatih tentu mengetahui apa kekurangan dan kelebihan lawan di lapangan. “Penyesuaian ini yang harus dilakukan saat menghadapi Vietnam nanti. Melihat bagaimana peluang dan pemain mana yang harus ditempel ketat sehingga bisa memperbaiki peringkat di grup,” tutur Imam.

Soal tak mainnya Ezra karena terganjal aturan FIFA bisa dijadikan pengalaman bagi timnas. Sebelum memanggil pemain naturalisasi seharusnya dicek terlebih dahulu status kewarganegaraannya secara seksama.

Sebab kata Imam, ada perbedaan persepektif terkait pemain naturalisasi bagi Indonesia dan FIFA. “Kalau di Indonesia sekali dinaturalisasi secar administratif bisa memperkuat timnas. Tapi untuk FIFA sebelum ada kepastian dwi kewarganegaraan tentu harus diselesaikan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Imam mengaku, dirinya baru mengetahui soal Ezra pasca pertandingan. Sebelumnya PSSI belum melakukan koordinasi dengan dirinya terkait status Ezra.

Padahal jika berkoordinasi tentunya pemerintah akan melakukan upaya-upaya bagi Ezra lewat keduataan besar. Terlepas dari hal itu semua, Imam tetap yakin bahwa timnas akan meraih hasil positif saat melawan Vietnam nanti.***

Bagikan: