Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian cerah, 19.6 ° C

Satu Grup dengan Inggris dan Denmark, Susi Susanti Optimistis Indonesia Melaju

Wina Setyawatie
Ilustrasi.*/DOK PR
Ilustrasi.*/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Indonesia mendapatkan undian yang cukup menantang di Piala Sudirman 2019. Dari hasil undian yang digelar BWF dan Asosiasi Bulutangkis Tiongkok (CBA) di Nanning, Tiongkok, Indonesia berada satu grup bersama Denmark dan Inggris di Grup 1B.

Dari undian tersebut, Kabid Binpres PBSI Susi Susanti menilai bahwa hasilnya tidak terbilang sulit, meski tidak juga mudah. Pasalnya, kedua tim Eropa ini memiliki kekuatan yang berbeda. 

Kendati menantang, Susi menilai peluang masih sangat terbuka. Dia pun optimistis bisa mengatasi kedua lawannya tersebut di babak penyisihan grup dan melaju ke babak perempat final. 

"Denmark merupakan tim yang kuat, begitu juga Inggris bukan lawan yang mudah. Tapi kami optimis untuk bisa mencatatkan hasil positif. Karena dibilang sulit tidak, namun tidak mudah juga," katanya, Rabu, 20 Maret 2019. 

Dibandingkan Inggris, Denmark dinilai Susi memiliki kekuatan yang cukup merata, terutama di sektor putra. Di tunggal mereka punya Vixtor Axelsen dan Anders Antonsen. Di ganda juga ada duet Kim Astrup-Anders Skaarup Rasmussen dan Mads Conrad-Petersen-Mads Pieler Kolding. 

Indonesia punya peluang untuk merebut poin dari sektor putri dan ganda campuran. Mengingat di dua sektor tersebut, Denamrk kini ditinggal pemain andalannya, yakni Christinna Pedersen dan Kamilla Rytter Juhl yang pensiun. Kini di ganda putri, mereka hanya punya Maiken Fruergaard-Sara Thygesen yang akan jadi tumpuan. 

Begitu pula di tunggal putri. Denmark hanya punya dua pemain yang kini bertengger di 100 besar dunia, yakni Julie Dawall Jakobsen (peringkat 58) dan Michelle Skostrup (85). 

Di ganda campuran, Mathias Christiansen belum punya pasangan lagi setelah ditinggal Christinna. Mathias dan Christinna merupakan satu-satunya pasangan Denmark yang bertengger di 15 besar dunia. Selebihnya, Niclas Nohr-Sara serta Joachim Fischer Nielsen-Alexandra Boje berada di luar 20 besar dunia. 

Kekuatan Inggris 

Sementara, kekuatan Inggris ada di sektor ganda putra dan campuran. Sementara di tiga sektor lainnya, di atas kertas peluang Indonesia bisa dibilang sedikit lebih unggul jika melihat rangking. 

Di ganda putra, mereka punya Marcus Ellis-Chris Langridge yang kini sedang naik performanya. Sedangkan di ganda campuran, mereka punya dua pasangan yang cukup bersaing, yakni pasangan suami-istri Chris Adcock-Gabrielle Adcock dan Marcus-Lauren Smith. 

"Bila melihat kekuatan lawan, yang pasti cukup bersaing. Tinggal bagaimana kami melakukan persiapan dengan sebaik-baiknya. Mengatur strategi dan komposisi yang pas, siapa cocok menghadapi siapa, siapa pemain yang paling bagus untuk mengambil poin. Itu yang harus diperhatikan. Tapi, sekali lagi saya tegaskan bahwa kami optimis. Ini mengingat sejarah dimana biasanya kalau turnamen beregu, para atlet tampilnya lebih bagus selama ini," ucap Susi menambahkan. 

Dari undian lain, hasilnya, di Grup A ada Jepang yang akan bersaing dengan Thailand dan Rusia. Lalu di Grup C ada Taiwan, juara bertahan Korea Selatan, dan Hong Kong. Terakhir di Grup D yang merupakan grup keras, mengingat ada runner up 2017, Tiongkok yang akan berada bersama India, dan Malaysia.

Hanya juara dan runner-up grup yang akan melaju ke babak perempat final. Di babak tersebut, undian kembali akan dilakukan. 

Catatan hasil

Dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di turnamen ini, Merah Putih mencatatkan hasil yang tidak begitu bagus. Dari keikusertaannya sejak 1989
silam, Indonesia baru sekali membawa pulang Piala Sudirman yakni pada edisi perdana, 30 tahun lalu. 

Pencapaian terbaik Indonesia selama ini, adalah posisi kedua sebanyak enam kali pada edisi 1991, 1993, 1995, 2001, 2005, dan 2007. Sedangkan
rekor terburuk dari Indonesia, adalah tidak lolos fase grup pada perhelatan dua tahun lalu di Australia.***

Bagikan: