Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Umumnya berawan, 21.4 ° C

Indonesia Pastikan ke Babak Perempat Final Badminton Asia Mixed Team Championships 2019

Wina Setyawatie
GANDA campuran Indonesia, Tontowi Ahmad-Winny Oktavina Kandow sumbang poin pertama untuk Merah Putih usai menang 24-22, 21-15 atas Sachin Dias-Thilini Pramodika Hendahewa di partai pertama penyisihan Grup C Badminton Asia Mixed Team Championships 2019, di Queen Elizabeth Stadium, Hong Kong, Selasa 19 Maret 2019.*/HUMAS PBSI
GANDA campuran Indonesia, Tontowi Ahmad-Winny Oktavina Kandow sumbang poin pertama untuk Merah Putih usai menang 24-22, 21-15 atas Sachin Dias-Thilini Pramodika Hendahewa di partai pertama penyisihan Grup C Badminton Asia Mixed Team Championships 2019, di Queen Elizabeth Stadium, Hong Kong, Selasa 19 Maret 2019.*/HUMAS PBSI

HONG KONG, (PR).- Indonesia petik kemenangan pertama di laga perdana penyisihan Grup C Badminton Asia Mixed Team Championships 2019. Tontowi Ahmad dkk. menang telak 5-0 atas Sri Lanka. 

Kemenangan tersebut membuat Indonesia memuncaki klasemen sementara Grup C, sekaligus memastikan langkah ke babak perempat final. Indonesia tinggal membutuhkan satu kemenangan lagi guna memastikan ke "8 Besar" dengan status juara grup. Di laga berikutnya, Kamis 21 Maret 2019, Indonesia akan menghadapi Thailand. 

Pada laga ini, Indonesia membuka keunggulan terlebih dahulu lewat ganda campuran Tontowi Ahmad-Winny Oktavina Kandow. Meski menang, pasangan baru Merah Putih ini dibuat kerja keras terlebih dahulu oleh Sachin Dias-Thilini Pramodika Hendahewa sebelum akhirnya menang 24-22, 21-15 pada pertandingan yang berlangsung di Queen Elizabeth Stadium, Hong Kong, Selasa 19 Maret 2019.
 
Tampil sebagai laga pembuka, Tontowi-Winny mengakui jika mereka masih dalam tahap penyesuaian lapangan. Hal itu bisa dilihat dari ketatnya gim pertama. Sempat tertinggal 4-11 lebih dahulu, pasangan yang baru digabungkan di awal 2019 ini perlahan tapi pasti mendekati perolehan poin lawan hingga tinggal selisih satu poin 11-12. Beruntung, mereka bisa mengusai permainan di poin-poin kritis hingga akhirnya bisa rebut kemenangan. 
Di gim kedua, kembali Tontowi-Winny tertinggal lebih dahulu. Namun, pengalaman yang akhirnya berbicara hingga mereka kembali menutup gim ini dengan kemenangan.
 
"Ini baru pertandingan pertama dan kami masih penyesuaian lapangan. Tadi memang kalah start dari lawan. Mereka main langsung cepat dan kami tidak menyangka itu. Makanya skornya ramai," kata Tontowi sesuai rilis yang dikirimkan PBSI. 

Poin kedua Indonesia disumbangkan oleh tunggal putra, Ihsan Maulana Mustofa. Menghadapi Dinuka Karunaratna, pemain asal PB Djarum ini menang cukup mudah dua gim langsung 21-9, 21-14. 

Belum puas

Kendati menang mudah, Ihsan mengaku tidak puas. Dia masih merasa belum tampil "all out". 
"Feeling mainnya sebenarnya sudah dapat, tapi rasanya tadi kemampuan saya belum keluar semua. Lawan cukup bagus, menang di fokus. Kalau tadi saya lengah ya lumayan pasti hasilnya tidak akan semudah ini," imbuhnya. 

Pasangan ganda putra, Sabar Karyaman Gutama-Frengky Wijaya Putra yang turun di partai penentuan, menjadi penentu kemenangan untuk Indonesia setelah menekuk Sachin Dias-Buwaneka Goonethilleka juga dalam dua gim mudah 21-8, 21-17. 

Fitriani dan pasangan Della Destiara Haris-Rizki Amelia Pradipta pun kemudian melengkapi hasil sempurna menjadi 5-0. Fitriani menumbangkan Dilmi Dias 21-15, 21-6, sedangkan Della-Rizki yang kembali dipasangkan lagi di turnamen ini sukses mengatasi Thilini Pramodika Hendahewa-Kavidi Sirimannage meski sempat dibuat pontang-panting dengan hasil 15-21, 21-6, 21-11.

Menurut Rizki, mereka terpengaruh kondisi angin di lapangan pada saat gim pertama. Baru setelah berganti lapangan di gim kedua, mereka mulai bisa menguasai permainan. 
"Masih kagok di lapangan tadi, perputaran anginnya cukup menyulitkan. Apalagi kami juga baru di pasangkan kembali. Baru di gim kedua, mulai bisa adaptasi. Kami kalah angin, jadi lebih enak mainnya, tidak ada "out-out"-nya," tuturnya. 

Di gim ketiga, permainan kembali ramai. Namun setelah interval dan kembali berganti lapangan, Della-Rizki lagi-lagi bisa menguasai permainan. "Di gim ketiga di awal ramai lagi, karena kita kembali dapat lapangan yang anginnya kencang. Kami berusaha mengontrol agar tidak salah buang bola, baru setelah pindah lapangan, sudah enak lagi mainnya," kata Della menambahkan. 

Mengevaluasi penampilan timnya di laga perdana ini, Kabid Binpres PBSI yang juga Manajer Tim, Susy Susanti mengatakan bisa secara performa cukup bagus. Mengingat lawan levelnya masih dibawah Indonesia, maka laga perdana ini memang menurutnya lebih untuk penyesuaian lapangan saja. 

"Semua pertandingan hari ini (kemarin -Red.) berjalan sesuai prediksi, bahwa di atas kertas kami masih unggul. Meskipun masih ada sedikit adaptasi lapangan, seperti menang angin, kalah angin yang jadi menjadi kendala. Hal-hal itu harus jadi pengalaman untuk pertandingan berikutnya," katanya.*** 

Bagikan: