Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 30.5 ° C

Hendra-Ahsan Terima Bonus dari Klub atas Gelar Juara All England

Wina Setyawatie
JUARA All England 2019, ganda putra Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan, menerima penghargaan berupa bonus uang dari klubnya masing-masing PB Djarum dan PB Jaya Raya, plus voucher dari tiket.com dengan total senilai Rp 450 juta. Penghargaan ini diberikan oleh kedua klub di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.*/DOK HUMAS PBSI
JUARA All England 2019, ganda putra Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan, menerima penghargaan berupa bonus uang dari klubnya masing-masing PB Djarum dan PB Jaya Raya, plus voucher dari tiket.com dengan total senilai Rp 450 juta. Penghargaan ini diberikan oleh kedua klub di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.*/DOK HUMAS PBSI

JAKARTA, (PR),- PB Djarum dan PB Jaya Raya berkolaborasi untuk memberikan bonus kepada juara All England 2019, Mohamad Ahsan-Hendra Setiawan. Atas prestasinya tersebut, mereka diganjar bonus total senilai Rp450 juta.

Bonus Ahsan diberikan oleh Djarum Foundation, sedangkan Hendra oleh Yayasan Pembangunan Jaya Raya. Masing-masing menerima uang tunai sebesar Rp200 juta, plus voucher dari tiket.com masing-masing senilai Rp25 juta. 

Penyerahan bonus di lakukan di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019, oleh Presiden Direktur Djarum Foundation Victor Hartono dan Ketua Umum PB Jaya Raya Rudy Hartono. Victor dan Rudy berharap penghargaan ini bisa terus menjadi motivasi bagi kedua pemain untuk terus berprestasi, sekaligus memicu pemain lain yang lebih muda untuk bisa menjadi juara.

"Pemain Indonesia yang belum juara, mari berjuang. All England merupakan kejuaraan yang menjadi andalan, bukan hanya karena prestise tertua namun ada poin rangking besar yang bisa mempengaruhi peringkat dunia,” kata Rudy.

Ia pun mengapresiasi Hendra-Ahsan yang bisa kembali menorehkan prestasi pada usia di atas 30 tahun yang tentunya tidak mudah. Pasangan itu pun diharapkan menjadi contoh bagi pemain muda untuk berjuang dan berlatih lagi. Kemenangan mereka pun diharapkan menjadi motivasi untuk pemain lain sehingga bisa menciptakan juara baru.

Sebelumnya, Hendra-Ahsan juga telah menerima bonus dari Kemenpora, total sebesar Rp 480 juta tanpa pajak. Pihak PBSI pun menjanjikan akan memberikan bonus. Meski mereka sudah bermain profesional, namun Hendra-Ahsan di nilai PBSI sudah menjaga tradisi gelar juara di ganda putra. 

Motivasi untuk berprestasi lagi

JUARA All England 2019, ganda putra Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan, menerima penghargaan berupa bonus uang dari klubnya masing-masing PB Djarum dan PB Jaya Raya, plus voucher dari tiket.com dengan total senilai Rp 450 juta. Penghargaan ini diberikan oleh kedua klub di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.*/DOK HUMAS PBSI

Gelar yang ditorehkan Hendra-Ahsan di All England ini meneruskan tradisi juara di sektor ganda putra. Sebelumnya, gelar juara dipersembahkan oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo-Markus Fernaldi Gideon yang juga merupakan kolaborasi pemain dari kedua klub tersebut. Bagi Hendra-Ahsan, itu merupakan gelar All England kedua mereka setelah 2014 lalu, sekaligus gelar perdana setelah absen juara sejak 2015. 

Bagi Ahsan, penghargaan tersebut merupakan bentuk kepercayaan dan perhatian dari klub. Hal tersebut menjadi motivasi besar untuk dirinya dan Hendra untuk bisa lebih lagi menyumbangkan prestasi. 

"Prestasi menjadi bentuk tanggung jawab kami atas kepercayaan dan perhatian klub ini. Kami pun berharap, ini juga bisa memotivasi pemain-pemain muda lainnya," tuturnya. 

Tidak muluk-muluk untuk target 2019

JUARA All England 2019, ganda putra Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan, menerima penghargaan berupa bonus uang dari klubnya masing-masing PB Djarum dan PB Jaya Raya, plus voucher dari tiket.com dengan total senilai Rp 450 juta. Penghargaan ini diberikan oleh kedua klub di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.*/DOK HUMAS PBSI

Keduanya mengaku tidak mau terlalu muluk mematok target juara di 2019 ini. Mereka tidak menargetkan juara, tapi yang terpenting berusaha yang terbaik di tiap turnamen.

“Karena sekarang untuk bisa juara kami butuh effort lebih. Begitu juga dengan rangking dunia, tidak ada patokan harus mencapai mana di tahun ini. Terpenting, kami bisa mengamankan posisi kalau bisa mempertahankan rangking saat ini hingga nanti akhirnya kualifikasi Olimpiade di 2020," kata Ahsan.

Hendra pun menuturkan, mereka menjalani setiap pertandingan dengan fokus supaya bisa mencapai hasil yang lebih baik. Apalagi mereka masih punya ambisi besar untuk kembali merebut gelar juara. 

"Kami sih menjalani saja, fokus ke satu per satu pertandingan. Karena kami juga tidak menyangka rangking bisa terus naik-naik. Yang pasti menuju Olimpiade, kami harus benar-benar menjaga kondisi fisik yang utama. Jangan sampai cedera, supaya bisa main lebih panjang lagi," ucapnya.

Ke depan, mereka akan fokus mengikuti turnamen BWF World Tour level 500-1.000 untuk mengejar poin Olimpiade, ditambah Kejuaraan Dunia dan World Tour Finals. Kurang lebih ada 15 turnamen yang dipatok bisa diikuti mereka di tahun ini.***

Bagikan: