Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Final IBL, Harga Tiket di Bandung Lebih Murah

Wina Setyawatie
DIREKTUR Indonesia Basketball League (IBL), Hasan Gozali.*/WINA SETYAWATIE/PR
DIREKTUR Indonesia Basketball League (IBL), Hasan Gozali.*/WINA SETYAWATIE/PR

JAKARTA, (PR).- Final Indonesia Basketball League (IBL) Pertamax 2018-2019 yang mempertemukan Satria Muda (SM) Pertamina Jakarta dan Stapac Jakarta akan berlangsung di dua kota. Gim pertama pada 21 Maret nanti akan dimainkan di Jakarta yang merupakan markas, sementara gim kedua, 23 Maret 2019 dan ketiga, 24 Maret 2019 (bila dibutuhkan) akan berlangsung di GOR C-Tra Arena, Bandung. 

Pihak IBL memberlakukan harga tiket berbeda di dua tempat tersebut. Bila di Jakarta, tiket dibagi dalam empat kategori. 

Kategori tersebut yakni tribun, VIP 2, VIP 1 dan courtside. Sedangkan di Bandung, hanya ada dua kategori yakni tribun dan courtside. 

Harga tiket di kedua kota pun berbeda. Untuk gim pertama dibandrol lebih mahal. Harga tiket termurah pada gim pertama yaitu Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu. Sementara untuk gim kedua dan ketiga di Bandung, harga tiket dijual lebih murah yakni seharga Rp 60 ribu dan Rp 300 ribu untuk tiket termahal. 

Penjualan tiket dilakukan secara online dan penjualan offline langsung on the spot. Untuk gim pertama, Direktur IBL Hasan Gozali dalam jumpa
pers di The Hook, Jakarta, Selasa, 18 Maret 2019, mengatakan bahwa sudah habis terjual 80 persen secara online dari kapasitas Britama Arena yang berjumlah 4.000 kursi.

"Sementara untuk gim kedua dan ketiga di Bandung, sejauh ini sudah terjual 50 persen (untuk gim kedua) dari kapasitas GOR C-Tra yang berjumlah
2.000 kursi," ujarnya. 

Dengan menggunakan format best of three, maka siapapun tim yang bisa memetik dua kemenangan terlebih dahulu di babak final ini, akan menjadi juara IBL musim ini. Namun bisa kedua tim saling mengalahkan di dua partai pertama babak final, maka gim ketiga akan kembali dijalankan. 

Antisipasi

Sementara itu, guna mengantisipasi kejadian tidak mengenakan seperti di musim sebelumnya, yakni mati lampu pada saat babak semi final antara
Stapac Jakarta dan Pelita Jaya di GOR C-Tra, pihak IBL akan melakukan mengecekan generator pada H-2. 

Khususnya di GOR C-Tra. Mengingat, generator di gor tersebut sudah cukup tua. 

"Kami berharap tidak ada kendala, terutama mati lampu. Seperti yang terjadi di musim sebelumnya dan di GOR Sritex pada saat pertengahan musim ini. Hal itu sangat mengganggu, karena membuat pertandingan yang harusnya digelar tertunda. Kami akan cek panel-panel listrik dalam keadaan baik dan siap, begitu juga generatornya sebagai cadangan. Terutama di GOR C-Tra mengingat generatornya sudah cukup tua. Begitu pula antisipasi kebocoran di atap GOR," kata Hasan.***

Bagikan: