Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Langit umumnya cerah, 21.7 ° C

Tampuk Pimpinan PSSI Dipegang Gusti Randa

Wina Setyawatie
ANGGOTA Komite Eksekutif PSSI, Gusti Randa, diberi tugas untuk menjalankan roda kepemimpinan PSSI sebagai Plt Ketua Umum, menggantikan Joko Driyono yang non-aktif sejak Selasa, 19 Maret 2019. Gusti diberi mandat untuk mengawal jalannya kompetisi Liga 1 musim ini dan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) pemilihan Ketua Umum selepas Pemilu Presiden, April mendatang.*/WINA SETYAWATIE/PR
ANGGOTA Komite Eksekutif PSSI, Gusti Randa, diberi tugas untuk menjalankan roda kepemimpinan PSSI sebagai Plt Ketua Umum, menggantikan Joko Driyono yang non-aktif sejak Selasa, 19 Maret 2019. Gusti diberi mandat untuk mengawal jalannya kompetisi Liga 1 musim ini dan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) pemilihan Ketua Umum selepas Pemilu Presiden, April mendatang.*/WINA SETYAWATIE/PR

JAKARTA, (PR).- Tampuk pimpinan federasi sepak bola, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), kembali berganti. Setelah Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono memutuskan non-aktif mulai Selasa, 19 Maret 2019, karena masih harus menjalani proses hukum, secara diskresi Joko menunjuk Gusti Randa sebagai penggantinya. 

Masa tugas Gusti berlaku hingga pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang rencananya akan digelar usai pemilihan umum 2019. Penunjukan tersebut dipertegas lewat Surat Tugas Nomor. 1015/UDN/568/III-2019 yang ditandatangani oleh Joko.

Dalam surat tersebut disebutkan, PSSI menugaskan Komite Eksekutif PSSI, Gusti Randa, menjalankan roda organisasi harian PSSI dan mengambil langkah-langkah khusus yang diperlukan. Kedua, Gusti juga harus mempersiapkan pelaksanaan KLB PSSI sebagaimana hasil keputusan Rapat Komite Eksekutif PSSI tanggal 19 Februari 2019. 

Ketika pengundian babak 8 Besar Piala Presiden 2019 di Ruang Press Conference Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa, 19 Maret 2019, Gusti mengakui penunjukan itu. Ia telah menerima surat mandat sebagai Plt Ketua Umum PSSI dari Joko.

“Kalau ada pertanyaan kenapa bukan Wakil Ketua Umum, Iwan Budianto, yang ditunjuk sebagai pengganti Plt? Karena ini sifatnya penugasan, jadi itu diskresi kewenangan dari Ketua Umum. Nah, Ketua Umum (Joko -Red.) sendiri saat ini dalam posisi non-aktif, sehingga diperbolehkan. Kewenangannya sesuai dengan statuta. Hal itu dilakukan agar beliau punya banyak waktu untuk menyelesaikan perkara yang sedang dihadapinya saat ini," katanya.

PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono (tengah) melambaikan tangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan digedung Dit Res Krimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/2/2019). Joko Driyono diperiksa selama 22 Jam sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3.*/ANTARA

Persiapkan KLB

Setelah ditunjuk sebagai Plt Ketua Umum, menurut Gusti, ia memiliki beberapa tugas yang harus diselesaikan segera. Antara lain, ia harus menjalankan kompetisi karena dia juga merupakan Komisaris PT Liga Indonesia Baru (LIB) terpilih. Ia juga harus mengawal rencana pelaksanaan KLB sehingga bisa digelar secepatnya. 

"Yang pertama, dengan adanya SK tersebut, saya akan mengumpulkan rekan-rekan Exco pada 21 Maret ini. Sembari memastikan kegiatan organisasi PSSI dari segi Kesekjenan berjalan dan memastikan program-program yang diputuskan Kongres Tahunan 21 Januari 2019,” katanya.

Selain Liga 1, ia juga menyebutkan timnas berjenjang, young development, elite pro yang ada di London. Mereka pun akan mendatangi FIFA di Zurich pada April mendatang untuk mendapatkan arahan mengenai pelaksanaan KLB.

Untuk KLB, kata dia, langkah pertama adalah sesegera mungkin membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan setelah Pilpres nanti. Setelah terbentuk, barulah akan diumumkan calon-calon Ketua Umumnya. "Dan 8 minggu setelah itu kita baru melakukan Kongres," imbuhnya.

PSSI.*/DOK. PR

Ia pun mengakui bahwa PSSI juga harus mereformasi beberapa hal terkait persoalan dalam sepak bola belakangan ini, seperti match manipulation dan match fixing. Ia menyatakan, tidak ada toleransi untuk itu sehingga semua yang terlibat akan ditindak.

Berkaitan dengan tugasnya di PT LIB, Gusti memastikan hal itu tidak akan terganggu. Apalagi, LIB adalah perseroan terbatas yang sudah bergerak secara otomatis.

Terkait dengan banyaknya kritikan yang dilayangkan kepadanya karena dia memegang banyak jabatan penting, Gusti pun mengaku tidak mau ambil pusing. Dia menyatakan hanya mau memastikan hal-hal positif saja tidak mengganggu pekerjaannya.***

Bagikan: