Pikiran Rakyat
USD Jual 14.328,00 Beli 14.028,00 | Sebagian cerah, 27.8 ° C

Liga Berjenjang Piala Menpora 2019, Saat Teknologi VAR Digunakan di Level Nasional

Miradin Syahbana Rizky
MENPORA Imam Nahrawi mendengarkan penjelasan mengenai penggunaan VAR di Liga Berjenjang Piala Menpora 2019 di Stadion Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Sabtu 16 Maret 2019.*/MIRADIN SYAHBANA RIZKY/PR
MENPORA Imam Nahrawi mendengarkan penjelasan mengenai penggunaan VAR di Liga Berjenjang Piala Menpora 2019 di Stadion Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Sabtu 16 Maret 2019.*/MIRADIN SYAHBANA RIZKY/PR

BANDUNG, (PR).- Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi resmi membuka Liga Berjenjang Piala Menpora 2019 di Stadion Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Sabtu 16 Maret 2019. Liga berjenjang setidaknya diikuti 19.998 sekolah sepakbola (SSB) se-Indonesia.

"Tentunya kami akan terus mendukung turnamen anak usia dini agar lebih baik lagi. Sehingga, ke depannya semakin banyak lagi pemain yang berprestasi seperti raihan Piala AFF U-22 kemarin," ucap Imam Nahrawi.

Liga berjenjang Piala Menpora 2019 digelar dalam lima kategori di antaranya adalah U-12, U-14, U-16, U-17 (putri), dan U-21 (mahasiswa).

Keputusan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memilih ajang berjenjang tersebut adalah karena adanya masukan dari SSB. Selama ini, tidak ada wahana sepak bola serentak secara nasional selain Piala Soeratin U-17.

Pertandingan akan dimulai dari seri kabupaten dan kota yang akan berlangsung Minggu 17 Maret 2019  hingga Juni 2019.

Pemenang seri kabupaten atau kota berhak masuk pada fase regional. Sementara pada seri nasional akan berlangsung di berbagai daerah di antaranya U-12 di Palembang, U-14 di Solo, U-16 di Tangerang, U-17 (putri) di Bandung, dan U-21 (mahasiswa) di Jogjakarta.

VAR bantu wasit, pemain, dan suporter

Imam Nahrawi mengatakan, dalam Liga Berjenjang, dia memutuskan untuk menggunakan video assitant referee (VAR) pada setiap pertandingan. Menurut dia,  penggunaan teknologi VAR oleh Kemenpora menjadi kali pertama secara nasional.

Sebelumnya, penggunaan teknologi VAR sudah diterapkan dalam kompetisi sepak bola amatir Bandung Premier League. Dengan begitu, penggunaan VAR menjadi terobosan baru bagi sepak bola nasional.

"Teknologi VAR akan membantu wasit, pemain, hingga supporter karena VAR akan membantu wasit membuat keputusan yang tepat dengan bantuan teknologi. Jadi, nanti tidak akan ada protes dari pemain dan suporter," ujarnya.

Hal senada dikatakan Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta.  Isnanta mengatakan teknologi VAR menjadi kali kedua diterapkan di Indonesia setelah Bandung Premier League. Namun, untuk skala nasional, Liga Sepakbola Berjenjang Piala Menpora 2019 menjadi yang yang pertama.

Humas Forum Sekolah Sepakbola Indonesia (FOSSBI) Jawa Barat Muhamad Burhannurdin mengatakan, teknologi VAR dapat membantu keputusan wasit. Menurut dia, teknologi VAR akan memperkuat fakta keputusan yang diambil wasit.

“Ini bisa menjadi percontohan, semoga liga profesionalnya bisa mengikuti jejak Kemenpora,” katanya.***

Bagikan: