Pikiran Rakyat
USD Jual 14.635,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 23.8 ° C

Fajar-Rian Merintis Jalan ke Final Swiss Open

Wina Setyawatie
PASANGAN ganda putra Indonesia Fajar-Rian merintis jalan ke final Swiss Open.*/HUMAS PBSI
PASANGAN ganda putra Indonesia Fajar-Rian merintis jalan ke final Swiss Open.*/HUMAS PBSI

BASEL, (PR).- Ganda putra Indonesia Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto merintis jalan menuju final pertamanya di tahun ini. Mereka menembus babak semi final Swiss Open 2019 setelah sukses memenangi 'perang saudara' melawan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira-Ade Yusuf Santoso di perempat final. 

Bertanding di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Sabtu 16 Maret 2019 dini hari, ganda peringkat 9 dunia tersebut menang mudah dua gim langsung 21-10, 21-17. Fajar, sesuai rilis yang dikirimkan Humas PBSI, mengaku bila bertemu dengan teman sendiri tidak mudah. Karena keduanya sudah mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing. 

Untuk laga ini pun Fajar-Rian tidak mau gegabah. Mereka mempelajari serius permainan Wahyu-Ade dengan menonton banyak video pertandingan lawannya tersebut semalam sebelum berlaga. 

"Makanya kami sudah mengantisipasi pola main mereka, karena semalam kami menonton video pertandingan mereka. Kita sudah sering berlatih bersama, jadi sebenarnya mereka juga sudah bisa menebak beberapa kali pengembalian bola kami. Namun, mungkin hari ini kami lebih siap," tutur Fajar. 

Di babak semi final nanti, mereka akan menghadapi pasangan Inggris, Marcus Ellis-Chris Langridge yang maju setelah menumbangkan wakil India, Pranaav Jerry Chopra-Chirag Shetty 21-11, 28-26 di perempat final. Sejauh ini belum pernah ada catatan pertemuan di antara mereka. 

Meski secara rangking Fajar-Rian jauh di atas lawannya yang kini menempati 19 dunia, namun Fajar mengaku dirinya tetap waspada. "Kansnya merata. Apalagi sudah sampai babak semi final, pasti yang lolos adalah yang terbaik semua," imbuhnya.

Bagi Fajar-Rian, laga nanti merupakan semi final kedua mereka setelah di All England kemarin. Bila mereka sukses kembali maju, maka itu akan jadi final pertama mereka di tahun ini dan mereka pun berpeluang untuk menatap juara perdana di level super series/premier. 

Loloskan tiga wakil

Bukan hanya Fajar-Rian yang maju, Indonesia juga meloloskan tiga wakil lainnya di "4 Besar". Di ganda campuran ada pasangan Rinov Rivaldy-Pitha Haningtyas. Mereka maju dengan impresif, setelah menumbangkan unggulan kedua asal Inggris, Marcus Ellis-Lauren Smith dengan skor 19-21, 21-14, 21-17. 

Di tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting pun memberikan pembuktian setelah kegagalannya di All England pekan lalu, dimana dia tersingkir di babak pertama. Ginting maju setelah menang 14-21, 21-8, 21-11 atas Lin 'Super' Dan dari Tiongkok. Kemenangan tersebut kembali menyamakan rekor pertemuan mereka menjadi 2-2. 

Di babak selanjutnya, Rinov-Pitha sudah ditunggu oleh pasangan Taiwan, Lu Ching Yao-Lee Chia Hsin. Kedua pasangan ini belum pernah bertemu, namun Rinov mengaku memiliki keyakinan bahwa mereka bisa mengatasi calon lawannya tersebut. 

"Tetap ada kans menang. Terpenting adalah bagaimana kami bisa menjaga fokus dan langsung "in" ke permainan," tutur Rinov.

Sementara Ginting akan bertemu unggulan pertama, Shi Yuqi. Laga nanti akan jadi pertemuan keenam mereka. Sejauh ini, dari lima pertemuan, Ginting masih belum bisa mengatasi tunggal Tiongkok tersebut. 

"Shi lebih muda dari Lin Dan, pergerakannya lebih cepat. Menghadapi dia harus lebih sabar dan jangan buru-buru saat mau menyerang," pukasnya. 

Sayang, sukses ketiga wakil Merah Putih tersebut belum berhasil diikuti oleh pasangan Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan. Setelah berjuang selama 48 menit juara All England 2019 itu akhirnya menyerah dalam tiga gim 26-24, 7-21, 12-21 di tangan ganda Taiwan, Lee Yang-Wang Chi-Lin. 
"Kami sudah mencoba semaksimal mungkin, tapi lawan tampil lebih bagus dan mereka masih fresh. Kami kalah kecepatan," tegas Hendra. 

Membentuk karakter

Sementara itu Pelatih baru sektor tunggal Putri Rionny Mainaky mengatakan bahwa pekerjaan rumah sektor yang dipegangnya ini adalah bagaimana membentuk karakter, disiplin, dan menambah daya juang pemainnya. Kualitas bukan lagi hal yang dipikirkannya, mengingat Gregoria Mariska dkk. dinilainya sudah menunjukkan progres signifikan. 

"Pertama kita bentuk karakter dan disiplin. Sebisa mungkin kita harus lebih rajin dari Jepang. Selanjutnya membenahi stamina. Soal skill kualitas pemain Indonesia bersaing. Tinggal mencari taktik bermain dan meningkatkan daya juang yang tinggi," katanya. 

Dia meminta para pemain tunggal putri Indonesia untuk lebih rajin lagi dan dibiasakan untuk sabar. Mengingat konsentrasinya akan lebih lama dan pasti butuh kekuatan pantang menyerah yang tinggi walau menghadapi pertandingan sesulit apapun di lapangan. 

Rionny pun memiliki  target untuk bisa membawa sektor tunggal putri bisa menembus kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Dia menginginkan pemainnya pun memiliki "goals" yang sama. 
"Raih cita-cita dan pergunakan kesempatan ini. Karena Olimpiade sudah di depan mata," imbuhnya.*** 

Bagikan: