Pikiran Rakyat
USD Jual 14.328,00 Beli 14.028,00 | Umumnya berawan, 23.9 ° C

Striker Baru Timnas U-23, Ezra Walian, Berharap Bisa Paham Kemauan Indra Sjafrie dengan Cepat

Wina Setyawatie
EZRA Walian (kiri) dan Egy Maulana Vikri di sela-sela latihan Timnas U-23 di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Maret 2019. Selain Ezra dan Egy, ada Saddil Ramdani yang ketiganya merupakan pemain asal klub luar negeri yang akan memperkuat timnas pada kualifikasi Piala AFC U-23 2020, mulai 22 Maret 2019 di Vietnam.*WINA SETYAWATIE/PR
EZRA Walian (kiri) dan Egy Maulana Vikri di sela-sela latihan Timnas U-23 di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Maret 2019. Selain Ezra dan Egy, ada Saddil Ramdani yang ketiganya merupakan pemain asal klub luar negeri yang akan memperkuat timnas pada kualifikasi Piala AFC U-23 2020, mulai 22 Maret 2019 di Vietnam.*WINA SETYAWATIE/PR

JAKARTA, (PR).- Striker Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23, Ezra Walian, berharap bisa menerjemahkan kemauan pelatih dalam waktu yang cukup singkat di pemusatan latihan. Ezra tidak memiliki waktu banyak untuk menunjukkan performanya di hadapan Pelatih Timnas U-23, Indra Sjafri, karena dia baru bergabung bersama Timnas kurang dari sepekan. Sementara, tim akan berangkat menuju Vietnam untuk Kualifikasi Piala AFC U-23 2020, pada 19 Maret 2019.

Ezra mengatakan itu seusai latihan di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Maret 2019. "Saya baru pertama kali bertemu dengan dia (Indra-Red.), dan begitu pula sebaliknya. Saya harap, saya dapat menerjemahkan apa yang dia mau dalam waktu singkat ini. Saya harus berlatih dengan keras untuk menunjukkan kemampuan terbaik saya," katanya.

Sebelumnya, Indra menyatakan bahwa ia tidak memberikan jaminan apapun kepada pemain asal RKC Waalwijk tersebut apakah bisa masuk dalam skuad inti. Alsannya, Indra belum pernah mengetahui permainan Ezra dan pemain keturunan Belanda itu pun belum pernah bermain dalam skema Indra. 

Menanggapi itu, Ezra mengaku tidak gentar, apalagi ia harus bersaing dengan sejumlah pemain depan lainnya dalam Timnas. Menurut dia, jika dalam suatu tim banyak striker bagus maka itu adalah hal yang baik.

"Karena semua bisa bermain bagus dan menunjukkan performa terbaiknya. Saya senang bisa bersaing dan bisa menunjukkan skill saya. Saya akan berusaha sekeras mungkin untuk bisa dipilih. Saya kira semua pemain dalam level yang sama. Terpenting semua pemain dalam kondisi fit, saya senang dan saya lihat mereka (pemain lain) juga begitu menikmati (latihan)," ujarnya. 

TIM Nasional U-23 berlatih di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Maret 2019, untuk persiapan jelang kualifikasi Piala AFC U-23 2020, mulai 22 Maret 2019 di Vietnam. Timnas sudah diikuti oleh 30 pemain, termasuk tiga pemain yang berklub di luar negeri, Ezra Walian, Egy Maulana Vikri, dan Saddil Ramdani.*/WINA SETYAWATIE/PR

Adaptasi cepat

Selain Ezra, Egy Maulana Vikri yang bermain di klub luar negeri, Lechia Gdańsk, juga baru menjalani pemusatan latihan hari pertama. Namun, berbeda dengan Ezra yang belum ada jaminan, mantan pemain Timnas U-19 ini sudah diberikan jaminan oleh Indra akan masuk dalam skuad inti Timnas U-23. 

Egy pun menyatakan, ia berusaha untuk cepat beradaptasi. Meskipun dia sempat menemui masalah di awal, namun adaptasi lapangan hanya berlaku di lima menit pertama ketika dia merumput kembali di Senayan. Selebihnya, Egy mengatakan tidak ada masalah. 

"Saya tiba kemarin malam (Rabu, 13 Maret 2019), ini baru latihan pertama. Jadi ingin cepat adaptasi sama tim, mengikuti apa yang diinginkan pelatih. Sejauh ini tidak ada masalah berarti. Saya hanya sedikit kendala di lima menit pertama saat masuk lapangan. Tadi masih menyesuaikan diri. Tapi, alhamdulillah abis itu biasa," ucapnya. 

Kondisi cuaca yang berbeda antara Polandia dan Jakarta pun dinilai Egy tidak masalah. Meskipun di Polandia saat ini sedang musim dingin. "Di sana lagi musim dingin, tidak ada matahari. Tapi saya juga lama main di Indonesia, jadi sudah tahu cuacanya seperti bagaimana. Masalah hanya sedikit, tapi sudah bisa saya atasi," katanya. 

Ia pun menyatakan, tidak ada perbedaan dalam hal tipikal permainan antara Timnas U-19 dulu dengan Timnas U-23 saat ini. Ia mengatakan, Indra tetap menjalankan permainan sesuai dengan pakem yang biasa dijalankan Indra.

Terkait dengan persaingan di Timnas untuk posisi skuad inti, Egy menilai bahwa pemain yang dipanggil oleh pelatih adalah para pemain terbaik se-Indonesia. Semua pemain bersaing secara sehat. "Siapapun pemain yang terpilih nanti merupakan pilihan terbaik pelatih dan dia berhak," ungkapnya.***

Bagikan: