Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Sebagian berawan, 19.7 ° C

Hendra-Ahsan Teruskan Trend Positif di Swiss Open 2019

Wina Setyawatie
GANDA putra Indonesia, Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan.*/DOK HUMAS PBSI
GANDA putra Indonesia, Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan.*/DOK HUMAS PBSI

BRUSEL, (PR).- Masih meneruskan trend positifnya, juara All England ganda putra Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan maju terus ke babak kedua Swiss Open 2019. Hendra-Ahsan mengawali turnamen BWF Super 300 ini dengan cukup mulus. 

Mereka mengalahkan pasangan Denmark Mathias Bay-Smidt-Lasse Molhede dalam dua gim langsung 21-16, 21-18 pada pertandingan yang berlangsung di St. Jakobshalle Basel, Swiss, Kamis 14 Maret 2019 dini hari. Meski mampu melewati babak pertama dengan cukup mudah, namun pasangan ini tidak mau terlena. Mengingat perjalanan mereka masih panjang untuk menuju podium juara. 

Di babak kedua, mereka akan bertemu dengan pasangan Jerman, Mark Lamsfuss-Marvin Seidel. Pertemuan kedua pasangan ini, merupakan partai ulangan babak perempat final All England lalu, dimana saat itu Hendra-Ahsan menang dua gim langsung. 

Ahsan mengaku laga pertama mereka cukup lumayan. Pasalnya meski bisa menyudahi permainan dalam dua gim, namun lawan tidak mudah dimatikan. 

"Kami coba fokus dan tidak mau lawan justru jadi tambah bagus, lalu malah kami yang kewalahan. Sebisa mungkin kami mencoba banyak menekan," kata Ahsan sesuai rilis yang dikirimkan Humas PBSI. 

Meskipun Swiss Open levelnya di bawah All England, Ahsan mengaku tetap ingin serius menjalani turnamen ini. Dirinya mengaku harus tetap fokus, mengingat lawan tidak jauh berbeda dengan All England kemarin. 

"Kami percaya diri menatap turnamen ini. Tapi enggak terlalu kepedean juga. Karena kalau nanti di lapangan tidak enak mainnya, jadi malah bingung sendiri," tambah Hendra. 
Selepas cedera betis kanan di turnamen sebelumnya, kondisi Hendra kini jauh lebih baik. Masih ada nyeri, namun menurutnya hal itu tidak mengganggu pergerakannya. 

"Saat ini sudah 85 persen pemulihannya. Masih ada sakit sedikit, tapi tidak mengganggu banget. Mudah-mudahan bisa sampai akhir. Tapi, kami maunya mikir satu per satu pertandingan dulu," ungkap Hendra. 

Dua wakil

Sementara itu, dua wakil tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie masih melenggang bebas ke babak kedua dengan mudah. Jonatan maju lebih dulu ke babak kedua, setelah menang mudah dua gim 21-9, 21-17 atas Lee Zii Jia dari Malaysia.
 
Kendati menang mudah, Jonatan sebenarnya sempat kesulitan mengontrol permainan di gim kedua. Bahkan beberapa kali dirinya tertinggal dalam perolehan poin. Hingga akhirnya pada saat kedudukan 14-17 untuk keunggulan lawan, justru Jonatan mendapatkan momentum. Dia pun dengan mudah merebut tujuh poin berturut-turut untuk mengunci keunggulan. 

"Di gim kedua saya banyak melakukan kesalahan sendiri, karena saya mau coba mempercepat tempo main. Salahnya, jadi malah terburu-buru mau mematikan. Maunya pergerakan kakinya lebih cepat dan safe, netting juga mau cepat jadinya nyangkut. Saat mau smes, sudah ditunggu sama lawan," katanya. 

Masuk akhir gim kedua, Jonatan mengaku dirinya mencoba untuk mengatur lagi irama permainannya. Berhasil, lawan pun kembali dalam posisi yang sama seperti di akhir gim pertama. 
Setelah Jonatan, Anthony menyusul kemudian usai menundukkan wakil Perancis, Thomas Rouxel 21-19, 21-14. Anthony sempat keteteran di awal hingga pertengahan gim pertama. Bisa menyamakan kedudukan, Anthony pun mendapatkan irama permainannya dan mengambil alih poin. 
"Di awal gim pertama, saya belum dapat mainnya. Saya sudah coba, tapi saya banyak membuat kesalahan sendiri," ujarnya. 

Dirinya mengaku jika performanya di beberapa turnamen terakhir kurang menggembirakan. Dia pun mengevaluasi performanya. 
"Dari cara main dan faktor non teknis seperti yakin di lapangan. Kalau sudah tahu cara mainnya, waktu poin mepet, poin penting, saya tidak yakin pukulannya, jadi mati sendiri," ungkapnya. 
Di babak kedua Swiss Open, Anthony akan bertemu dengan Daren Liew dari Malaysia. Kedua pemain ini belum pernah bertemu di pertandingan.
 
"Tipe mainnya Daren itu menyerang. Kami belum pernah bertemu, sama-sama masih meraba permainan masing-masing, yang paling penting siapkan pikiran dan fokus dulu," pukasnya.***

Bagikan: